<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665</id><updated>2012-02-16T06:20:05.212-08:00</updated><category term='Petuah Bijak'/><category term='Pengetahuan'/><category term='Motivasi Iman'/><category term='Motivasi ibadah'/><category term='Motivasi Iman dan amal sholih'/><category term='Motivasi Semangat  Ikhtiar'/><category term='Humor islami'/><category term='Motivasi Semangat'/><category term='Tafakkur'/><title type='text'>Zulfa Lifestyle</title><subtitle type='html'>Motivasi jiwa, Keyakinan, Pengetahuan, Hiburan, Seni budaya dan Informasi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-6646750605484166247</id><published>2009-08-30T08:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T08:39:46.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><title type='text'>Memperbaiki kesalahan di bln Romadhon 4</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kedua belas : Anggapan bahwa bersuntik membatalkan puasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersuntik bukanlah hal yang membatalkan puasa, sehingga hal itu bukanlah sesuatu yang terlarang selama suntikan itu tidak mengandung sifat makanan dan minuman seperti suntikan vitamin, suntikan kekuatan, infus dan sejenisnya. Dibolehkannya hal ini karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa bersuntik dapat membatalkan puasa.&lt;br /&gt;Lihat : Fatawa Ramadhan 2/485-486.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ketiga belas : Perasaan ragu mencicipi makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh mencicipi makanan dengan menjaga jangan sampai masuk kedalam tenggorokan kemudian mengeluarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan perkataan ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang mempunyai hukum marfu’ (sampai kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam), lafazhnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ بَأْسَ أَنْ يَذُوْقَ الْخَلَّ أَوِ الشَّيْءَ مَا لَمْ يَدْخُلْ حَلْقَهُ وَهُوَ صَائِمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah mengapa orang yang berpuasa merasakan cuka atau sesuatu (yang ingin ia beli) sepanjang tidak masuk ke dalam tenggorokan dan ia (dalam keadaan) berpuasa”. Dikeluarkan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf 2/304 no 9277-9278, Al Baghawy dalam Al-Ja’diyyat no.8042 dan disebutkan oleh Imam Bukhary dalam Shohihnya 4/132 (Fathul Bary) secara mu’allaq dengan shighoh jazm dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Irwa`ul Gholil 4/85-86.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ahmad : “Aku lebih menyukai untuk tidak mencicipi makanan, tetapi bila orang itu harus melakukannya namun tidak sampai menelannya maka tidak ada masalah baginya”. Lihat Al-Mughny 4/359.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Aqail Al-Hambaly : “Hal tersebut dibenci bila tak ada keperluan, namun bila diperlukan tidaklah mengapa. Akan tetapi bila ia mencicipinya lalu masuk ke dalam tenggorokan, maka hal itu dapat membatalkan puasanya dan bila tidak masuk maka tidaklah membatalkan puasa”. Lihat Al-Mughny 4/359.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Al-Ikhtiyarat hal.108 : “Adapun kalau ia merasakan makanan dan mengunyahnya atau memasukkan ke dalam mulutnya madu dan menggerakkannya maka itu tidak apa-apa kalau ada keperluan seperti orang yang kumur-kumur dan menghirup air”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat : Syarhul ‘Umdah Min Kitabush Shiyam bersama ta’liqnya 1/479-481.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Keempat belas : Meninggalkan berkumur-kumur dan menghirup air (ke dalam hidung) ketika berwudhu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkumur-kumur dan menghirup air (ke hidung) ketika berwudhu adalah perkara yang disyari’atkan pada setiap keadaan, dalam keadan berpuasa maupun tidak. Karena itulah kesalahan yang besar apabila hal tersebut ditinggalkan. Tapi perlu diketahui bahwa bolehnya kumur-kumur dan menghirup air ini dengan syarat tidak dilakukan bersungguh-sungguh atau berlebihan sehingga mengakibatkan air masuk ke dalam tenggorokan, sebagaimana dalam hadits Laqith bin Saburah bahwasahnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَبَالِغْ فِي الْإِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bersungguh-sungguhlah engkau dalam menghirup air (kedalam hidungnya) kecuali jika engkau dalam keadaan puasa”. Hadits shohih. Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah 1/18 dan 32, Ibnul Jarud dalam Al-Muntaqa no.80, Ath-Thoyalisy no.1341, Asy-Syafi’iy dalam Al-Umm 1/27, Abu Daud no.142, Tirmidzy no.788, Ibnu Majah no.407, An-Nasai no.87 dan Al-Kubra no.98, Ibnu Khuzaimah no.150 dan 168, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan no.1054,1087 dan 4510, Al-Hakim 1/248,4/123, Al-Baihaqy 1/76, 4/261, 6/303, Ath-Thabarany 19/216 no.483 dan dalam Al-Ausath no.7446, Ibnu Abdil Bar dalam At-Tamhid 18/223, Ar-Romahurmuzy dalam Al-Muhaddits Al-Fashil hal.579 dan Bahsyal dalam Tarikh Wasith hal.209-210.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mulut sama hukumnya dengan hidung dan telinga didalam berwudhu yakni tidak membatalkan puasa bila disentuh dengan air, bahkan tidak terlarang berkumur-kumur saat matahari sangat terik selama air tersebut tidak masuk ketenggorokan dengan disengaja. Dan hukum menghirup air ke hidung sama dengan berkumur-kumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat Fathul Bary 4/160, Nailul Authar 4/310, Al-Fath Ar-Robbany 10/38-39, Syarhul Mumti’ karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin 6/406 dan Fatawa Ramadhan 2/536-538.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kelima belas : Anggapan bahwa tidak boleh mandi dan berenang atau menyelam dalam air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan tersebut adalah anggapan yang salah sebab tidak ada dalil yang mengatakan bahwa berenang atau menyelam itu membatalkan wudhu sepanjang dia menjaga agar air tidak masuk kedalam tenggorokannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ahmad dalam kitab Al-Mugny Jilid 4 hal 357 : “Adapun berenang atau menyelam dalam air dibolehkan selama mampu menjaga sehingga air tidak tertelan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah : “Tidak apa-apa orang yang berpuasa menceburkan dirinya kedalam air untuk berenang karena hal tersebut bukanlah dari perkara-perkara yang merupakan pembatal puasa. Asalnya (menyelam dan berenang) adalah halal sampai tegak (baca:ada) dalil yang menunjukkan makruhnya atau haramnya dan tidak ada dalil yang menunjukkan haramnya dan tidak pula ada yang menunjukkan makruhnya. Dan sebagian para ‘ulama menganggap hal tersebut makruh hanyalah karena ditakutkan akan masuknya sesuatu ketenggorokannya dan ia tidak menyadari”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga merupakan pendapat Ibnu Hazm, Ibnu Taimiyah, dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat : Syarhul ‘Umdah Min Kitabush Shiyam 1/387 dan 471, Al-Muhalla karya Ibnu Hazm 6/225-226 dan Fatawa Ramadhan 2/524-525.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Keenam belas : Anggapan menelan ludah membatalkan puasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh menelan ludah bagi orang yang berpuasa bahkan lebih dari itu juga boleh mengumpulkan ludah dengan sengaja dimulut kemudian menelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hazm : “Adapun ludah, sedikit maupun banyak tidak ada perbedaan pendapat (dikalangan para ulama) bahwa sengaja menelan ludah tersebut tidaklah membatalkan puasa. Wa Billahi Taufiq”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam An-Nawawy dalam Al-Majmu’ 6/317 : “Menelan ludah tidaklah membatalkan puasa menurut kesepakatan (para ‘ulama)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Syarhul ‘Umdah 1/473 : “Dan Apa-apa yang terkumpul dimulut dari ludah dan semisalnya apabila ia menelannya tidaklah membatalkan puasa dan tidak dianggap makruh. Sama saja apakah ia menelannya dengan keinginannya atau ludah tersebut mengalir ketenggorokannya di luar keinginannya …”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dahak tidak membatalkan puasa karena ludah dan dahak keluar dari dalam mulut, hal itu apabila ludah belum bercampur dengan rasa makanan dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat : Syarhul Mumti’ 6/428-429 dan Syarhul ‘Umdah 1/476-477.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ketujuh belas : Anggapan tidak boleh mencium bau-bauan yang mengenakkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencium bau-bauan yang enak atau harum adalah suatu hal yang dibolehkan, apakah bau makanan atau parfum dan lain-lain. Karena tidak ada dalil yang melarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al-Ikhtiyarat hal.107: “Dan mencium bau-bauan yang wangi tidak apa-apa bagi orang yang puasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kedelapan belas : Menghabiskan waktu di bulan Ramadhan dengan perbuatan dan perkataan sia-sia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dikeluarkan oleh Imam Bukhary dan lainnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ لَمْ يَدْعُ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِيْ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya maka Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada hajat (pada amalannya) ia meninggalkan makan dan minumannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang hasan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukanlah puasa itu (menahan) dari makan dan minumannya (semata), puasa itu adalah (menahan) dari perbuatan sia-sia dan tidak berguna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan larangan untuk berkata sia-sia, dusta, serta beramal dengan pekerjaan yang sia-sia.&lt;br /&gt;Dan juga dalam hadits Abu Hurairah riwayat Bukhary dan Muslim, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ سَابَّهُ فَلْيَقُلْ إِنَّيْ صَائِمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila ada orang yang mencelanya maka hendaklah ia berkata : “Sesungguhnya saya ini berpuasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kesembilan belas : Menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah tangga di akhir bulan Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah tangga sehingga melalaikannya dari ibadah diakhir bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh hari terakhir, ini adalah hal yang bertentangan dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yang seharusnya pada 10 hari terakhir kita lebih menjaga dengan melakukan ibadah yang sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Keduapuluh : Membayar Fidyah sebelum meninggalkan puasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayar Fidyah sebelum meninggalkan puasanya, seperti wanita hamil 6 bulan yang tidak akan berpuasa di bulan Ramadhan, lalu membayar fidyah untuk 30 hari sebelum Ramadhan atau di awal Ramadhan. Tentunya ini adalah perkara yang salah, karena kewajiban membayar fidyah dibebankan atasnya apabila ia telah meninggalkan puasa, sedang di awal Ramadhan ia belum meninggalkan puasa sehingga belum harus baginya membayar fidyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Keduapuluh satu : Anggapan bahwa darah yang keluar dari dalam mulut dapat membatalkan puasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah yang keluar dari dalam mulut selama tidak sampai ketenggorokan (tidak tertelan) maka tidak membatalkan puasa. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hazm dalam kitab Al-Muhalla (2/214) bahwa : “Tidak ada khilaf (perbedaan pendapat) dalam permasalahan ini yakni darah yang keluar dari dalam mulut selama tidak sampai ketenggorokan maka tidak membatalkan puasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan pula oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Syarhul ‘Umdah 1/477.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ada khilaf dalam masalah ini maka pendapat yang kuat yakni tidak membatalkan puasa. Adapun kalau darah itu keluar dari dalam mulut kemudian ditelan dengan sengaja maka hal ini dapat membatalkan puasa, ini sebagimana keumuman nash-nash yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini adalah pendapat Imam Ahmad dan pendapat para ‘ulama di zaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat : Syarhul ‘Umdah 9/477, Fatawa Ramadhan 2/460, Syarahul Mumti’ 6/429.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu Ta’ala A’lam Wa Fauqo Kulli Dzi ‘Ilmin ‘Alim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&amp;amp;cat=Fiqh&amp;amp;article=62&amp;amp;page_order=5" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&amp;amp;cat=Fiqh&amp;amp;article=62&amp;amp;page_order=5&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-6646750605484166247?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/6646750605484166247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/memperbaiki-kesalahan-di-bln-romadhon-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/6646750605484166247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/6646750605484166247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/memperbaiki-kesalahan-di-bln-romadhon-4.html' title='Memperbaiki kesalahan di bln Romadhon 4'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-8247914595616250146</id><published>2009-08-29T22:18:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T22:21:15.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi ibadah'/><title type='text'>Koreksi anggapan salah dlm Romadhon</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-8247914595616250146?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/8247914595616250146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/koreksi-anggapan-salah-dlm-romadhon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/8247914595616250146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/8247914595616250146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/koreksi-anggapan-salah-dlm-romadhon.html' title='Koreksi anggapan salah dlm Romadhon'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-7795534852434496287</id><published>2009-08-27T06:04:00.000-07:00</published><updated>2009-08-27T06:05:31.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petuah Bijak'/><title type='text'>Pantun Nasehat   1</title><content type='html'>Kalau ranting sudah bertangkai&lt;br /&gt;Janganlah dililit-lilit juga&lt;br /&gt;Kalau berunding sudah selesai&lt;br /&gt;Jangan diungkit-ungkit juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menggali buah bengkuang&lt;br /&gt;Galilah dahulu buah ketari&lt;br /&gt;Sebelum mencari kesalahan orang&lt;br /&gt;Carilah dahulu kesalahan sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekali-kali berderap&lt;br /&gt;Lama-lama pastilah patah&lt;br /&gt;Kalau sekali tersalah cakap&lt;br /&gt;Lama-lama jadi berbantah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan memalu-malu arang&lt;br /&gt;Arang dipalu pecah berbelah&lt;br /&gt;Jangan memalu-malukan orang&lt;br /&gt;Orang malu kita pun susah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau duduk tulis-menulis&lt;br /&gt;Elok juga membaca kitab&lt;br /&gt;Kalau duduk di dalam majelis&lt;br /&gt;Elok-elok kalau bercakap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berkitab sambil menulis&lt;br /&gt;Jangan sampai dawat terbuang&lt;br /&gt;Kalau bercakap di dalam majelis&lt;br /&gt;Jangan sampai mengumpat orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tidak bergalah&lt;br /&gt;Jangan takut membentang kajang&lt;br /&gt;Kalau kita tidak bersalah&lt;br /&gt;Jangan takut ditantang orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hendak merebus belera&lt;br /&gt;Cencang dulu tampuk putiknya&lt;br /&gt;Kalau hendak memutus perkara&lt;br /&gt;Timbanglah dulu buruk baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau beratapkan daun nanas&lt;br /&gt;Banyaklah hujan jatuh ke talam&lt;br /&gt;Kelau bercakap berkeras-keras&lt;br /&gt;Banyaklah orang yang salah paham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari panas jangan ke laut&lt;br /&gt;Kalau ke laut kapal tergalang&lt;br /&gt;Hati panas jangan diturut&lt;br /&gt;Kalau diturut akal pun hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memagar rumpun bawang&lt;br /&gt;Pagar dahulu lapis berlapis&lt;br /&gt;Kalau mendengar pengaduan orang&lt;br /&gt;Dengarkan dulu habis-habis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah tanda batang padi&lt;br /&gt;Tumbuh di ladang lebat buahnya&lt;br /&gt;Apalah tanda orang berbudi&lt;br /&gt;Elok dipandang baik bahasanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah tanda batang keladi&lt;br /&gt;Batang keladi di tanah isinya&lt;br /&gt;Apalah tanda orang berbudi&lt;br /&gt;Orang berbudi rendah hatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mendaki bukit&lt;br /&gt;Bukit didaki bergesa-gesa&lt;br /&gt;Banyak orang mencari duit&lt;br /&gt;Duit dicari badan binasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mencari katung&lt;br /&gt;Tidak peduli bulannya terang&lt;br /&gt;Banyak orang mencari untung&lt;br /&gt;Tidak peduli merugikan orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bergalah jangan bergayuh&lt;br /&gt;Kalau berkayuh bertambah basah&lt;br /&gt;Kalau bersusah jangan mengeluh&lt;br /&gt;Kalau mengeluh bertambah susah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam meniup ingatlah api&lt;br /&gt;Dalam makan ingatlah tulang&lt;br /&gt;Dalam hidup ingatlah mati&lt;br /&gt;Dalam berjalan ingatlah pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat-ingat merendam kain&lt;br /&gt;Kain itu ada kapasnya&lt;br /&gt;Ingat-ingat dalam bermain&lt;br /&gt;Bermain itu ada batasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah biasa berenang&lt;br /&gt;Ingat-ingat pada basahnya&lt;br /&gt;Kalau sudah merasa senang&lt;br /&gt;Ingat-ingat ke masa susahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang renang berenang&lt;br /&gt;Sudah terlupa ke jalan darat&lt;br /&gt;Banyak orang bersenang lenang&lt;br /&gt;Sudah terlupa jalan akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak-banyak membuat jermal&lt;br /&gt;Jermal dibuat di air dangkal&lt;br /&gt;Banyak-banyaklah berbuat amal&lt;br /&gt;Amal dibuat menjadi bekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh elok berbatang lebar&lt;br /&gt;Tidak nampak basah kuyupnya&lt;br /&gt;Sungguh elok orang penyabar&lt;br /&gt;Tidak nampak susah hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau elang tari menari&lt;br /&gt;Kalau pipit loncat meloncat&lt;br /&gt;Kalau hilang cari mencari&lt;br /&gt;Kalau sakit obat mengobat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memukat sama menimba&lt;br /&gt;Kalau melenggang sama pergi&lt;br /&gt;Kalau mendapat sama berlaba&lt;br /&gt;Kalau hilang sama merugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perahu beruang timba&lt;br /&gt;Yang sauh tambang terpaut&lt;br /&gt;Yang berbau buang ke rimba&lt;br /&gt;Yang keruh buang ke laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah tahu patah akarnya&lt;br /&gt;Tebanglah pohon sekecil-kecilnya&lt;br /&gt;Kalaulah tahu salah benarnya&lt;br /&gt;Timbanglah hukum seadil-adilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galah besar bergalah kecil&lt;br /&gt;Galah kecil kita lapisi&lt;br /&gt;Salah besar kita perkecil&lt;br /&gt;Salah kecil kita habisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berdering yang mematah&lt;br /&gt;Yang berabu yang kan membakar&lt;br /&gt;Yang bertaring yang mengerkah&lt;br /&gt;Yang berkuku yang kan mencakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah duduk beramai&lt;br /&gt;Untuk apa duduk seorang&lt;br /&gt;Kalau sudah duduk berdamai&lt;br /&gt;Untuk apa mengajak perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lepat sudah dikukus&lt;br /&gt;Jerang ketupat dalam kuali&lt;br /&gt;Kalau mufakat sudah putus&lt;br /&gt;Pegang erat sampai ke mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbang merpati membumbung tinggi&lt;br /&gt;Anak garuda layang melayang&lt;br /&gt;Orang tua-tua dijunjung tinggi&lt;br /&gt;Anak muda-muda dikasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan patahkan atap mengkuang&lt;br /&gt;Atap patah kumbangpun lalu&lt;br /&gt;Jangan patahkan cakap orang&lt;br /&gt;Cakap patah orangnya malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rama-rama si kumbang janti&lt;br /&gt;Hatib indah pulang berkuda&lt;br /&gt;Patah tumbuh hilang berganti&lt;br /&gt;Pusaka tinggal begitu juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berduku, berkelapa&lt;br /&gt;Pandan tidak panjang lagi&lt;br /&gt;Sejak bersuku, berkepala&lt;br /&gt;Badan nan tidak senang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilang tebu kilang tanak&lt;br /&gt;Kilang sama diapikan&lt;br /&gt;Dari nenek turun ke mamak&lt;br /&gt;Pusaka jadi digantikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Padang mencuci benang&lt;br /&gt;Dilipat maka dipertiga&lt;br /&gt;Kalau direntang hanya panjang&lt;br /&gt;Elok singkatkan sekedar berguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga melati bunga di darat&lt;br /&gt;Bunga seroja di tepi kali&lt;br /&gt;Hina besi karena karat&lt;br /&gt;Hina manusia tidak berbudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limau purut dan limau manis&lt;br /&gt;Tumbuh sebatang di tepi rawa&lt;br /&gt;Kalau menjemput dengan manis&lt;br /&gt;Orang pun datang dengan tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan suka membuka dada&lt;br /&gt;Dada terbuka lapuk bajunya&lt;br /&gt;Jangan suka mengada-ada&lt;br /&gt;Mengada-ada buruk lakunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau terbakar rumpun padi&lt;br /&gt;Eloklah terbang dibuat suluh&lt;br /&gt;Kalaulah kabar belum pasti&lt;br /&gt;Eloklah buang berjauh-jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang pandai berkitab&lt;br /&gt;Sedikit saja pandai bersyair&lt;br /&gt;Banyak orang pandai bercakap&lt;br /&gt;Sedikit saja pandai berpikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berkitab membaca syair&lt;br /&gt;Banyaklah orang datang mendengar&lt;br /&gt;Kalau cakap tiada berpikir&lt;br /&gt;Banyaklah orang yang bertengkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengipas-ngipas arang&lt;br /&gt;Kalau dikipas banyak baranya&lt;br /&gt;Jangan memanas-manaskan orang&lt;br /&gt;Kalau panas banyak maranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menetak urat bawang&lt;br /&gt;Urat bawang ada gambutnya&lt;br /&gt;Jangan menolak niat orang&lt;br /&gt;Niat orang ada maksudnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau keladi sudah ditanam&lt;br /&gt;Janganlah lagi meminta talas&lt;br /&gt;Kalau budi sudah ditanam&lt;br /&gt;Janganlah lagi meminta balas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan suka mencabut padi&lt;br /&gt;Kalau dicabut hilang buahnya&lt;br /&gt;Jangan suka menyebut budi&lt;br /&gt;Kalau disebut hilang tuahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah tanda batang tebu&lt;br /&gt;Batang tebu halus uratnya&lt;br /&gt;Apalah tanda orang berilmu&lt;br /&gt;Orang berilmu halus sifatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah tanda batang bengkal&lt;br /&gt;Batang bengkal banyak bukunya&lt;br /&gt;Apalah tanda orang berakal&lt;br /&gt;Orang berakal bijak lakunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah tanda pisang tanaman&lt;br /&gt;Pisang tanaman banyak akarnya&lt;br /&gt;Apakah tanda orang beriman&lt;br /&gt;Orang beriman banyak sabarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak rusa cepat berlari&lt;br /&gt;Diikat kaki terlompat-lompat&lt;br /&gt;Banyak harta dapat dicari&lt;br /&gt;Sahabat sejati payah didapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mandi berenang&lt;br /&gt;Tidak peduli kapalnya karam&lt;br /&gt;Banyak orang mencari senang&lt;br /&gt;Tidak peduli halal dan haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menjerat rusa&lt;br /&gt;Sudah terlupa meniup api&lt;br /&gt;Banyak orang berbuat dosa&lt;br /&gt;Sudah lupa hidup kan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berkayuh menyusur batang&lt;br /&gt;Tandanya sampan akan ke darat&lt;br /&gt;Kalau mengeluh pagi dan petang&lt;br /&gt;Tandanya badan kian melarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat-ingat mencari kerang&lt;br /&gt;Mencari kerang ada tempatnya&lt;br /&gt;Ingat-ingat di negeri orang&lt;br /&gt;Negeri orang ada adatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah cukup berenang&lt;br /&gt;Cepat-cepatlah naik ke darat&lt;br /&gt;Kalau sudah hidupnya senang&lt;br /&gt;Ingat-ingatlah orang melarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kain dicelup berwarna biru&lt;br /&gt;Celup sekali dilipat-lipat&lt;br /&gt;Pakaian hidup aib dan malu&lt;br /&gt;Pakaian mati amal ibadat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh elok berbatang lebat&lt;br /&gt;Redup rindang tiada basahnya&lt;br /&gt;Sungguh elok orang bertobat&lt;br /&gt;Hidup senang hilang dosanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menetakkan parang patah&lt;br /&gt;Buat hulunya sebatang ruyung&lt;br /&gt;Jangan menegakkan benang basah&lt;br /&gt;Membuat malu orang sekampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah menebuk gading&lt;br /&gt;Tebuk menjadi ukiran tepat&lt;br /&gt;Kalau sudah duduk berunding&lt;br /&gt;Eloklah cari jalan mufakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itik terlompat-lompat&lt;br /&gt;Anak beruk termangu-mangu&lt;br /&gt;Niat baik kita percepat&lt;br /&gt;Niat yang buruk ditunggu dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ular mati terpukul&lt;br /&gt;Anak tapah selam menyelam&lt;br /&gt;Yang benar pastilah timbul&lt;br /&gt;Yang salah akan tenggelam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-7795534852434496287?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/7795534852434496287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/pantun-nasehat-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7795534852434496287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7795534852434496287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/pantun-nasehat-1.html' title='Pantun Nasehat   1'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-8863038617075814618</id><published>2009-08-24T17:42:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T17:47:48.601-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor islami'/><title type='text'>1 pertanyaan  3 jawaban</title><content type='html'>&lt;p class="meta-header"&gt;Posted on the August 25th, 2009 under &lt;a href="http://jumatkliwon.com/category/abu-nuwas/" title="View all posts in Abu Nuwas" rel="category tag"&gt;Abu Nuwas&lt;/a&gt; by Zulfa Lifestyle &lt;/p&gt;                 &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-48" title="180px-Abu_Nuwas" src="http://jumatkliwon.com/wp-content/uploads/2009/08/180px-Abu_Nuwas.jpg" alt="180px-Abu_Nuwas" width="100" height="119" /&gt;Abu Nawas sebenarnya adalah seorang ulama yang alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diantara sekian banyak muridnya, ada satu orang yang hampir selalu menanyakan mengapa Abu Nawas mengatakan begini dan begitu. Suatu ketika ada tiga orang tamu bertanya kepada Abu Nawas dengan pertanyaan yang sama. Orang pertama mulai bertanya, “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-3"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil.” jawab Abu Nawas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa?” kata orang pertama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sebab lebih mudah diampuni oleh Tuhan.” kata Abu Nawas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang pertama puas karena ia memang yakin begitu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang kedua bertanya dengan pertanyaan yang sama. “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Orang yang tidak mengerjakan keduanya.” jawab Abu Nawas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa?” kata orang kedua.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari Tuhan.” kata Abu Nawas. Orang kedua langsung bisa mencerna jawaban Abu Nawas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang ketiga juga bertanya dengan pertanyaan yang sama. “Manakah yang iebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Orang yang mengerjakan dosa-dosa besar.” jawab Abu Nawas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa?” kata orang ketiga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sebab pengampunan Allah kepada hambaNya sebanding dengan besarnya dosa hamba itu.” jawab Abu Nawas. Orang ketiga menerima aiasan Abu Nawas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ketiga orang itu pulang dengan perasaan puas. Karena belum mengerti seorang murid Abu Nawas bertanya. “Mengapa dengan pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban yang berbeda?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Manusia dibagi tiga tingkatan. Tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Apakah tingkatan mata itu?” tanya murid Abu Nawas. “Anak kecil yang melihat bintang di langit. la mengatakan bintang itu kecil karena ia hanya menggunakan mata.” jawab Abu Nawas mengandaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Apakah tingkatan otak itu?” tanya murid Abu Nawas. “Orang pandai yang melihat bintang di langit. la mengatakan bintang itu besar karena ia berpengetahuan.” jawab Abu Nawas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Lalu apakah tingkatan hati itu?” tanya murid Abu Nawas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Orang pandai dan mengerti yang melihat bintang di langit. la tetap mengatakan bintang itu kecil walaupun ia tahu bintang itu besar. Karena bagi orang yang mengerti tidak ada sesuatu apapun yang besar jika dibandingkan dengan KeMaha-Besaran Allah.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kini murid Abu Nawas mulai mengerti mengapa pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-8863038617075814618?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/8863038617075814618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/posted-on-august-25th-2009-under-abu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/8863038617075814618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/8863038617075814618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/posted-on-august-25th-2009-under-abu.html' title='1 pertanyaan  3 jawaban'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-1544467041260760537</id><published>2009-08-24T09:48:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T16:29:53.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/2008/09/29/tips-meneladani-rasulullah-dalam-beridul-fithri/" title="Permalink for : Tips: Meneladani Rasulullah dalam Ber’idul Fithri"&gt;Meneladani Rasulullah dalam Ber’idul Fithri&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/h2&gt;&lt;em class="info"&gt;&lt;/em&gt; Idul Fitri bisa memiliki banyak makna bagi tiap-tiap orang. Ada yang memaknai Idul Fitri sebagai hari yang menyenangkan karena tersedianya banyak makanan enak, baju baru, banyaknya hadiah, dan lainnya. Ada lagi yang memaknai Idul Fitri sebagai saat yang paling tepat untuk pulang kampung dan berkumpul bersama handai tolan. Sebagian lagi rela melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, dan berbagai aktivitas lain yang bisa kita saksikan. Namun barangkali hanya sedikit yang mau untuk memaknai Idul Fitri sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “memaknainya”. &lt;p&gt;Idul Fitri memang hari istimewa. Secara syar’i pun dijelaskan bahwa Idul Fitri merupakan salah satu hari besar umat Islam selain Hari Raya Idul Adha. Karenanya, agama ini membolehkan umatnya untuk mengungkapkan perasaan bahagia dan bersenang-senang pada hari itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai bagian dari ritual agama, prosesi perayaan Idul Fitri sebenarnya tak bisa lepas dari aturan syariat. Ia harus didudukkan sebagaimana keinginan syariat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana masyarakat kita selama ini menjalani perayaan Idul Fitri yang datang menjumpai? Secara lahir, kita menyaksikan perayaan Hari Raya Idul Fitri masih sebatas sebagai rutinitas tahunan yang memakan biaya besar dan juga melelahkan. Kita sepertinya belum menemukan esensi yang sebenarnya dari Hari Raya Idul Fitri sebagaimana yang dimaukan syariat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila Ramadhan sudah berjalan 3 minggu atau sepekan lagi ibadah puasa usai, “aroma” Idul Fitri seolah mulai tercium. Ibu-ibu pun sibuk menyusun menu makanan dan kue-kue, baju-baju baru ramai diburu, transportasi mulai padat karena banyak yang bepergian atau karena arus mudik mulai meningkat, serta berbagai aktivitas lainya. Semua itu seolah sudah menjadi aktivitas “wajib” menjelang Idul Fitri, belum ada tanda-tanda menurun atau berkurang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mengerjakan sebuah amal ibadah, bekal ilmu syar’i memang mutlak diperlukan. Bila tidak, ibadah hanya dikerjakan berdasar apa yang dia lihat dari para orang tua. Tak ayal, bentuk amalannya pun menjadi demikian jauh dari yang dimaukan syariat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula dengan Idul Fitri. Bila kita paham bagaimana bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah ini, tentu berbagai aktivitas yang selama ini kita saksikan bisa diminimalkan. Beridul Fitri tidak harus menyiapkan makanan enak dalam jumlah banyak, tidak harus beli baju baru karena baju yang bersih dan dalam kondisi baik pun sudah mencukupi, tidak harus mudik karena bersilaturahim dengan para saudara yang sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, dan sebagainya. Dengan tahu bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beridul Fitri tidak lagi butuh biaya besar dan semuanya terasa lebih mudah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;u&gt;Berikut ini sedikit penjelasan tentang bimbingan syariat dalam beridul Fitri&lt;/u&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Definisi Id (Hari Raya)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu A’rabi mengatakan: “Id1 dinamakan demikian karena setiap tahun terulang dengan kebahagiaan yang baru.” (Al-Lisan hal. 5)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Taimiyyah berkata: “Id adalah sebutan untuk sesuatu yang selalu terulang berupa perkumpulan yang bersifat massal, baik tahunan, mingguan atau bulanan.” (dinukil dari Fathul Majid hal. 289 tahqiq Al-Furayyan)&lt;br /&gt;Id dalam Islam adalah Idul Fitri, Idul Adha dan Hari Jum’at.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Anas bin Malik ia berkata: Rasulullah datang ke Madinah dalam keadaan orang-orang Madinah mempunyai 2 hari (raya) yang mereka bermain-main padanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Apa (yang kalian lakukan) dengan 2 hari itu?” Mereka menjawab: “Kami bermain-main padanya waktu kami masih jahiliyyah.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikannya untuk kalian dengan yang lebih baik dari keduanya, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri.” (Shahih, HR. Abu Dawud no. 1004, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hukum Shalat Id&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab berkata: “Para ulama berbeda pendapat tentang hukum Shalat Id menjadi 3 pendapat:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama: Shalat Id merupakan amalan Sunnah (ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang dianjurkan, seandainya orang-orang meninggalkannya maka tidak berdosa. Ini adalah pendapat Al-Imam Ats-Tsauri dan salah satu riwayat dari Al-Imam Ahmad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua: Bahwa itu adalah fardhu kifayah, sehingga jika penduduk suatu negeri sepakat untuk tidak melakukannya berarti mereka semua berdosa dan mesti diperangi karena meninggalkannya. Ini yang tampak dari madzhab Al-Imam Ahmad dan pendapat sekelompok orang dari madzhab Hanafi dan Syafi’i.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga: Wajib ‘ain (atas setiap orang) seperti halnya Shalat Jum’at. Ini pendapat Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Imam Asy-Syafi’I mengatakan dalam Mukhtashar Al-Muzani: “Barangsiapa memiliki kewajiban untuk mengerjakan Shalat Jum’at, wajib baginya untuk menghadiri shalat 2 hari raya. Dan ini tegas bahwa hal itu wajib ‘ain.” (Diringkas dari Fathul Bari Ibnu Rajab, 6/75-76)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang terkuat dari pendapat yang ada –wallahu a’lam– adalah pendapat ketiga dengan dalil berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ummu ‘Athiyyah ia mengatakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengajak keluar (kaum wanita) pada (hari raya) Idul Fitri dan Idul Adha yaitu gadis-gadis, wanita yang haid, dan wanita-wanita yang dipingit. Adapun yang haid maka dia menjauhi tempat shalat dan ikut menyaksikan kebaikan dan dakwah muslimin. Aku berkata: “Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab?” Nabi menjawab: “Hendaknya saudaranya meminjamkan jilbabnya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim Kitabul ‘Idain Bab Dzikru Ibahati Khurujinnisa)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pergi menuju tempat shalat, sampai-sampai yang tidak punya jilbabpun tidak mendapatkan udzur. Bahkan tetap harus keluar dengan dipinjami jilbab oleh yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Shiddiq Hasan Khan berkata: “Perintah untuk keluar berarti perintah untuk shalat bagi yang tidak punya udzur… Karena keluarnya (ke tempat shalat) merupakan sarana untuk shalat dan wajibnya sarana tersebut berkonsekuensi wajibnya yang diberi sarana (yakni shalat).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antara dalil yang menunjukkan wajibnya Shalat Id adalah bahwa Shalat Id menggugurkan Shalat Jum’at bila keduanya bertepatan dalam satu hari. Dan sesuatu yang tidak wajib tidak mungkin menggugurkan suatu kewajiban.” (Ar-Raudhatun Nadiyyah, 1/380 dengan At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah. Lihat pula lebih rinci dalam Majmu’ Fatawa, 24/179-186, As-Sailul Jarrar, 1/315, Tamamul Minnah, hal. 344)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Wajibkah Shalat Id Bagi Musafir?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah pertanyaan telah diajukan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yang intinya: Apakah untuk Shalat Id disyaratkan pelakunya seorang yang mukim (tidak sedang bepergian)?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau kemudian menjawab yang intinya: “Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Ada yang mengatakan, disyaratkan mukim. Ada yang mengatakan, tidak disyaratkan mukim.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu beliau mengatakan: “Yang benar tanpa keraguan, adalah pendapat yang pertama. Yaitu Shalat Id tidak disyariatkan bagi musafir, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak melakukan safar dan melakukan 3 kali umrah selain umrah haji, beliau juga berhaji wada’ dan ribuan manusia menyertai beliau, serta beliau berperang lebih dari 20 peperangan, namun tidak seorangpun menukilkan bahwa dalam safarnya beliau melakukan Shalat Jum’at dan Shalat Id…” (Majmu’ Fatawa, 24/177-178)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mandi Sebelum Melakukan Shalat Id&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dari Malik dari Nafi’, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar dahulu mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke mushalla (lapangan).” (Shahih, HR. Malik dalam Al-Muwaththa` dan Al-Imam Asy-Syafi’i dari jalannya dalam Al-Umm)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam atsar lain dari Zadzan, seseorang bertanya kepada ‘Ali radhiallahu ‘anhu tentang mandi, maka ‘Ali berkata: “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Ia menjawab: “Tidak, mandi yang itu benar-benar mandi.” Ali radhiallahu ‘anhu berkata: “Hari Jum’at, hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Idul Fitri.” (HR. Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa`, 1-176-177))&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Memakai Wewangian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dari Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi’ bahwa Ibnu ‘Umar mandi dan memakai wewangian di hari Idul fitri.” (Riwayat Al-Firyabi dan Abdurrazzaq)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Baghawi berkata: “Disunnahkan untuk mandi di hari Id. Diriwayatkan dari Ali bahwa beliau mandi di hari Id, demikian pula yang sejenis itu dari Ibnu Umar dan Salamah bin Akwa’ dan agar memakai pakaian yang paling bagus yang dia dapati serta agar memakai wewangian.” (Syarhus Sunnah, 4/303)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Memakai Pakaian yang Bagus&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abdullah bin Umar bahwa Umar mengambil sebuah jubah dari sutera yang dijual di pasar maka dia bawa kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Umar radhiallahu ‘anhu berkata: “Wahai Rasulullah, belilah ini dan berhiaslah dengan pakaian ini untuk hari raya dan menyambut utusan-utusan.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata: “Ini adalah pakaian orang yang tidak akan dapat bagian (di akhirat)….” (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitabul Jum’ah Bab Fil ‘Idain wat Tajammul fihi dan Muslim Kitab Libas Waz Zinah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab berkata: “Hadits ini menunjukkan disyariatkannya berhias untuk hari raya dan bahwa ini perkara yang biasa di antara mereka.” (Fathul Bari)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Makan Sebelum Berangkat Shalat Id&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Anas bin Malik ia berkata: Adalah Rasulullah tidak keluar di hari fitri sebelum beliau makan beberapa kurma. Murajja‘ bin Raja‘ berkata: Abdullah berkata kepadaku, ia mengatakan bahwa Anas berkata kepadanya: “Nabi memakannya dalam jumlah ganjil.” (Shahih, HR Al-Bukhari Kitab Al-’Idain Bab Al-Akl Yaumal ‘Idain Qablal Khuruj)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab berkata: “Mayoritas ulama menganggap sunnah untuk makan pada Idul Fitri sebelum keluar menuju tempat Shalat Id, di antara mereka ‘Ali dan Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antara hikmah dalam aturan syariat ini, yang disebutkan oleh para ulama adalah:&lt;br /&gt;a. Menyelisihi Ahlul kitab, yang tidak mau makan pada hari raya mereka sampai mereka pulang.&lt;br /&gt;b. Untuk menampakkan perbedaan dengan Ramadhan.&lt;br /&gt;c. Karena sunnahnya Shalat Idul Fitri lebih siang (dibanding Idul Adha) sehingga makan sebelum shalat lebih menenangkan jiwa. Berbeda dengan Shalat Idul Adha, yang sunnah adalah segera dilaksanakan. (lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/89)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bertakbir Ketika Keluar Menuju Tempat Shalat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di Hari Raya Idul Fitri lalu beliau bertakbir sampai datang ke tempat shalat dan sampai selesai shalat. Apabila telah selesai shalat beliau memutus takbir.” (Shahih, Mursal Az-Zuhri, diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dengan syawahidnya dalam Ash-Shahihah no. 171)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asy-Syaikh Al-Albani berkata: “Dalam hadits ini ada dalil disyariatkannya apa yang diamalkan kaum muslimin yaitu bertakbir dengan keras selama perjalanan menuju tempat shalat walaupun banyak di antara mereka mulai menggampangkan sunnah (ajaran) ini, sehingga hampir-hampir menjadi sekedar berita (apa yang dulu terjadi). Hal itu karena lemahnya mental keagamaan mereka dan karena rasa malu untuk menampilkan sunnah serta terang-terangan dengannya. Dan dalam kesempatan ini, amat baik untuk kita ingatkan bahwa mengeraskan takbir di sini tidak disyariatkan padanya berpadu dalam satu suara sebagaimana dilakukan sebagian manusia2…” (Ash-Shahihah: 1 bagian 1 hal. 331)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Lafadz Takbir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang hal ini tidak terdapat riwayat yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam –wallahu a’lam–. Yang ada adalah dari shahabat, dan itu ada beberapa lafadz.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asy-Syaikh Al-Albani berkata: Telah shahih mengucapkan 2 kali takbir dari shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahwa beliau bertakbir di hari-hari tasyriq (HR. Ibnu Abi Syaibah, 2/2/2 dan sanadnya shahih)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun Ibnu Abi Syaibah menyebutkan juga di tempat yang lain dengan sanad yang sama dengan takbir tiga kali. Demikian pula diriwayatkan Al-Baihaqi (3/315) dan Yahya bin Sa’id dari Al-Hakam dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dengan tiga kali takbir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam salah satu riwayat Ibnu ‘Abbas disebutkan: (Lihat Irwa`ul Ghalil, 3/125)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tempat Shalat Id&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak ulama menyebutkan bahwa petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat dua hari raya adalah beliau selalu melakukannya di mushalla.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mushalla yang dimaksud adalah tempat shalat berupa tanah lapang dan bukan masjid, sebagaimana dijelaskan sebagian riwayat hadits berikut ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Al-Bara’ Ibnu ‘Azib ia berkata: “Nabi pergi pada hari Idul Adha ke Baqi’ lalu shalat 2 rakaat lalu menghadap kami dengan wajahnya dan mengatakan: ‘Sesungguhnya awal ibadah kita di hari ini adalah dimulai dengan shalat. Lalu kita pulang kemudian menyembelih kurban. Barangsiapa yang sesuai dengan itu berarti telah sesuai dengan sunnah…” (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitab Al-’Idain Bab Istiqbalul Imam An-Nas Fi Khuthbatil ‘Id)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab berkata: “Dalam hadits ini dijelaskan bahwa keluarnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan shalatnya adalah di Baqi’, namun bukan yang dimaksud adalah Nabi shalat di kuburan Baqi’. Tapi yang dimaksud adalah bahwa beliau shalat di tempat lapang yang bersambung dengan kuburan Baqi’ dan nama Baqi’ itu meliputi seluruh daerah tersebut. Juga Ibnu Zabalah telah menyebutkan dengan sanadnya bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Id di luar Madinah sampai di lima tempat, sehingga pada akhirnya shalatnya tetap di tempat yang dikenal (untuk pelaksanaan Id, -pent.). Lalu orang-orang sepeninggal beliau shalat di tempat itu.” (Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/144)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dari Abu Sa’id Al-Khudri ia mengatakan: Bahwa Rasulullah dahulu keluar di hari Idul Fitri dan Idhul Adha ke mushalla, yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat, lalu berpaling dan kemudian berdiri di hadapan manusia sedang mereka duduk di shaf-shaf mereka. Kemudian beliau menasehati dan memberi wasiat kepada mereka serta memberi perintah kepada mereka. Bila beliau ingin mengutus suatu utusan maka beliau utus, atau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau perintahkan, lalu beliau pergi.” (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitab Al-’Idain Bab Al-Khuruj Ilal Mushalla bi Ghairil Mimbar dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Hajar menjelaskan: “Al-Mushalla yang dimaksud dalam hadits adalah tempat yang telah dikenal, jarak antara tempat tersebut dengan masjid Nabawi sejauh 1.000 hasta.” Ibnul Qayyim berkata: “Yaitu tempat jamaah haji meletakkan barang bawaan mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Nampaknya tempat itu dahulu di sebelah timur masjid Nabawi, dekat dengan kuburan Baqi’…” (dinukil dari Shalatul ‘Idain fil Mushalla Hiya Sunnah karya Asy-Syaikh Al-Albani, hal. 16)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Waktu Pelaksanaan Shalat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Yazid bin Khumair Ar-Rahabi berkata: Abdullah bin Busr, salah seorang shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi bersama orang-orang di Hari Idul Fitri atau Idhul Adha, maka ia mengingkari lambatnya imam. Iapun berkata: ‘Kami dahulu telah selesai pada saat seperti ini.’ Dan itu ketika tasbih.” (Shahih, HR. Al-Bukhari secara mua’llaq, Kitabul ‘Idain Bab At-Tabkir Ilal ‘Id, 2/456, Abu Dawud Kitabush Shalat Bab Waqtul Khuruj Ilal ‘Id: 1135, Ibnu Majah Kitab Iqamatush- shalah was Sunan fiha Bab Fi Waqti Shalatil ’Idain. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang dimaksud dengan kata “ketika tasbih” adalah ketika waktu shalat sunnah. Dan itu adalah ketika telah berlalunya waktu yang dibenci shalat padanya. Dalam riwayat yang shahih riwayat Ath-Thabrani yaitu ketika Shalat Sunnah Dhuha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Baththal berkata: “Para ahli fiqih bersepakat bahwa Shalat Id tidak boleh dilakukan sebelum terbitnya matahari atau ketika terbitnya. Shalat Id hanyalah diperbolehkan ketika diperbolehkannya shalat sunnah.” Demikian dijelaskan Ibnu Hajar. (Al-Fath, 2/457)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun sebenarnya ada yang berpendapat bahwa awal waktunya adalah bila terbit matahari, walaupun waktu dibencinya shalat belum lewat. Ini pendapat Imam Malik. Adapun pendapat yang lalu, adalah pendapat Abu Hanifah, Ahmad dan salah satu pendapat pengikut Syafi’i. (lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/104)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun yang kuat adalah pendapat yang pertama, karena menurut Ibnu Rajab: “Sesungguhnya telah diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rafi’ bin Khadij dan sekelompok tabi’in bahwa mereka tidak keluar menuju Shalat Id kecuali bila matahari telah terbit. Bahkan sebagian mereka Shalat Dhuha di masjid sebelum keluar menuju Id. Ini menunjukkan bahwa Shalat Id dahulu dilakukan setelah lewatnya waktu larangan shalat.” (lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/105)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah Waktu Idul Fitri lebih Didahulukan daripada Idul Adha?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada dua pendapat:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, bahwa keduanya dilakukan dalam waktu yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, disunnahkan untuk diakhirkan waktu Shalat Idul Fitri dan disegerakan waktu Idul Adha. Itu adalah pendapat Abu Hanifah, Asy-Syafi’i dan Ahmad. Ini yang dikuatkan Ibnu Qayyim, dan beliau mengatakan: “Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melambatkan Shalat Idul Fitri serta menyegerakan Idul Adha. Dan Ibnu ‘Umar dengan semangatnya untuk mengikuti sunnah tidak keluar sehingga telah terbit matahari dan bertakbir dari rumahnya menuju mushalla.” (Zadul Ma’ad, 1/427, Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/105)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hikmahnya, dengan melambatkan Shalat Idul Fitri maka semakin meluas waktu yang disunahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah; dan dengan menyegerakan Shalat Idul Adha maka semakin luas waktu untuk menyembelih dan tidak memberatkan manusia untuk menahan dari makan sehingga memakan hasil qurban mereka. (lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/105-106)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tanpa Adzan dan Iqamah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Jabir bin Samurah ia berkata: “Aku shalat bersama Rasulullah 2 Hari Raya (yakni Idul Fitri dan Idul Adha), bukan hanya 1 atau 2 kali, tanpa adzan dan tanpa iqamah.” (Shahih, HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma dan Jabir bin Abdillah Al-Anshari keduanya berkata: “Tidak ada adzan pada hari Fitri dan Adha.” Kemudian aku bertanya kepada Ibnu Abbas tentang itu, maka ia mengabarkan kepadaku bahwa Jabir bin Abdillah Al-Anshari mengatakan: “Tidak ada adzan dan iqamah di hari Fitri ketika keluarnya imam, tidak pula setelah keluarnya. Tidak ada iqamah, tidak ada panggilan dan tidak ada apapun, tidak pula iqamah.” (Shahih, HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab berkata: “Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama dalam hal ini dan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar dan ‘Umar radhiallahu ‘anhuma melakukan Shalat Id tanpa adzan dan iqamah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Imam Malik berkata: “Itu adalah sunnah yang tiada diperselisihkan menurut kami, dan para ulama sepakat bahwa adzan dan iqamah dalam shalat 2 Hari Raya adalah bid’ah.” (Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/94)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan panggilan yang lain semacam: Ash-shalatu Jami’ah?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Imam Asy-Syafi’i dan pengikutnya menganggap hal itu sunnah. Mereka berdalil dengan:&lt;br /&gt;Pertama: riwayat mursal dari seorang tabi’in yaitu Az-Zuhri.&lt;br /&gt;Kedua: mengqiyaskannya dengan Shalat Kusuf (gerhana).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun pendapat yang kuat bahwa hal itu juga tidak disyariatkan. Adapun riwayat dari Az-Zuhri merupakan riwayat mursal yang tentunya tergolong dha’if (lemah). Sedangkan pengqiyasan dengan Shalat Kusuf tidaklah tepat, dan keduanya memiliki perbedaan. Di antaranya bahwa pada Shalat Kusuf orang-orang masih berpencar sehingga perlu seruan semacam itu, sementara Shalat Id tidak. Bahkan orang-orang sudah menuju tempat shalat dan berkumpul padanya. (Fathul Bari, karya Ibnu Rajab, 6/95)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu berkata: “Qiyas di sini tidak sah, karena adanya nash yang shahih yang menunjukkan bahwa di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk Shalat Id tidak ada adzan dan iqamah atau suatu apapun. Dan dari sini diketahui bahwa panggilan untuk Shalat Id adalah bid’ah, dengan lafadz apapun.” (Ta’liq terhadap Fathul Bari, 2/452)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Qayyim berkata: Apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke tempat shalat maka mulailah beliau shalat tanpa adzan dan iqamah dan tanpa ucapan “Ash-shalatu Jami’ah”, dan Sunnah Nabi adalah tidak dilakukan sesuatupun dari (panggilan-panggilan) itu. (Zadul Ma’ad, 1/427)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kaifiyah (Tata Cara) Shalat Id&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Shalat Id dilakukan dua rakaat, pada prinsipnya sama dengan shalat-shalat yang lain. Namun ada sedikit perbedaan yaitu dengan ditambahnya takbir pada rakaat yang pertama 7 kali, dan pada rakaat yang kedua tambah 5 kali takbir selain takbiratul intiqal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun takbir tambahan pada rakaat pertama dan kedua itu tanpa takbir ruku’, sebagaimana dijelaskan oleh ‘Aisyah dalam riwayatnya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah bertakbir para (shalat) Fitri dan Adha 7 kali dan 5 kali selain 2 takbir ruku’.” (HR. Abu Dawud dalam Kitabush Shalat Bab At-Takbir fil ’Idain. ‘Aunul Ma’bud, 4/10, Ibnu Majah no. 1280, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Abani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1149)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan: Apakah pada 5 takbir pada rakaat yang kedua dengan takbiratul intiqal (takbir perpindahan dari sujud menuju berdiri)?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Abdil Bar menukilkan kesepakatan para ulama bahwa lima takbir tersebut selain takbiratul intiqal. (Al-Istidzkar, 7/52 dinukil dari Tanwirul ‘Ainain)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan: Tentang 7 takbir pertama, apakah termasuk takbiratul ihram atau tidak?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama: Pendapat Al-Imam Malik, Al-Imam Ahmad, Abu Tsaur dan diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwa 7 takbir itu termasuk takbiratul ihram. (lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/178, Aunul Ma’bud, 4/6, Istidzkar, 2/396 cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua: Pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i, bahwa 7 takbir itu tidak termasuk takbiratul ihram. (Al-Umm, 3/234 cet. Dar Qutaibah dan referensi sebelumnya)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nampaknya yang lebih kuat adalah pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i. Hal itu karena ada riwayat yang mendukungnya, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir pada 2 hari raya 12 takbir, 7 pada rakaat yang pertama dan 5 pada rakaat yang terakhir, selain 2 takbir shalat.”(Ini lafadz Ath-Thahawi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun lafadz Ad-Daruquthni:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Selain takbiratul ihram.” (HR. Ath-Thahawi dalam Ma’ani Al-Atsar, 4/343 no. 6744 cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah, Ad-Daruquthni, 2/47-48 no. 20)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sanad hadits ini ada seorang perawi yang diperselisihkan bernama Abdullah bin Abdurrahman At-Tha‘ifi. Akan tetapi hadits ini dishahihkan oleh Al-Imam Ahmad, ‘Ali Ibnul Madini dan Al-Imam Al-Bukhari sebagaimana dinukilkan oleh At-Tirmidzi. (lihat At-Talkhis, 2/84, tahqiq As-Sayyid Abdullah Hasyim Al-Yamani, At-Ta’liqul Mughni, 2/18 dan Tanwirul ‘Ainain, hal. 158)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun bacaan surat pada 2 rakaat tersebut, semua surat yang ada boleh dan sah untuk dibaca. Akan tetapi dahulu Nabi membaca pada rakaat yang pertama “Sabbihisma” (Surat Al-A’la) dan pada rakaat yang kedua “Hal ataaka” (Surat Al-Ghasyiah). Pernah pula pada rakaat yang pertama Surat Qaf dam kedua Surat Al-Qamar (keduanya riwayat Muslim, lihat Zadul Ma’ad, 1/427-428)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah Mengangkat Tangan di Setiap Takbir Tambahan?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Jumhur ulama berpendapat mengangkat tangan. Sementara salah satu dari pendapat Al-Imam Malik tidak mengangkat tangan, kecuali takbiratul ihram. Ini dikuatkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Tamamul Minnah (hal. 349). Lihat juga Al-Irwa‘ (3/113).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih dalam hal ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kapan Membaca Doa Istiftah?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Imam Asy-Syafi’i dan jumhur ulama berpendapat setelah takbiratul ihram dan sebelum takbir tambahan. (Al-Umm, 3/234 dan Al-Majmu’, 5/26. Lihat pula Tanwirul ‘Ainain hal. 149)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Khutbah Id&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendahulukan shalat sebelum khutbah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata: Aku mengikuti Shalat Id bersama Rasulullah, Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman maka mereka semua shalat dahulu sebelum khutbah.” (Shahih, HR Al-Bukhari Kitab ‘Idain Bab Al-Khutbah Ba’dal Id)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam berkhutbah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan menghadap manusia tanpa memakai mimbar, mengingatkan mereka untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan juga beliau mengingatkan kaum wanita secara khusus untuk banyak melakukan shadaqah, karena ternyata kebanyakan penduduk neraka adalah kaum wanita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jamaah Id dipersilahkan memilih duduk mendengarkan atau tidak, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari ‘Abdullah bin Saib ia berkata: Aku menyaksikan bersama Rasulullah Shalat Id, maka ketika beliau selesai shalat, beliau berkata: “Kami berkhutbah, barangsiapa yang ingin duduk untuk mendengarkan khutbah duduklah dan barangsiapa yang ingin pergi maka silahkan.” (Shahih, HR. Abu Dawud dan An-Nasa`i. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud, no. 1155)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun alangkah baiknya untuk mendengarkannya bila itu berisi nasehat-nasehat untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berpegang teguh dengan agama dan Sunnah serta menjauhi bid’ah. Berbeda keadaannya bila mimbar Id berubah menjadi ajang kampanye politik atau mencaci maki pemerintah muslim yang tiada menambah di masyarakat kecuali kekacauan. Wallahu a’lam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Wanita yang Haid&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita yang sedang haid tetap mengikuti acara Shalat Id, walaupun tidak boleh melakukan shalat, bahkan haram dan tidak sah. Ia diperintahkan untuk menjauh dari tempat shalat sebagaimana hadits yang lalu dalam pembahasan hukum Shalat Id.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sutrah Bagi Imam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sutrah adalah benda, bisa berupa tembok, tiang, tongkat atau yang lain yang diletakkan di depan orang shalat sebagai pembatas shalatnya, panjangnya kurang lebih 1 hasta. Telah terdapat larangan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melewati orang yang shalat. Dengan sutrah ini, seseorang boleh melewati orang yang shalat dari belakang sutrah dan tidak boleh antara seorang yang shalat dengan sutrah. Sutrah ini disyariatkan untuk imam dan orang yang shalat sendirian atau munfarid. Adapun makmum tidak perlu dan boleh lewat di depan makmum. Ini adalah Sunnah yang mayoritas orang meninggalkannya. Oleh karenanya, marilah kita menghidupkan sunnah ini, termasuk dalam Shalat Id.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu apabila keluar pada hari Id, beliau memerintahkan untuk membawa tombak kecil, lalu ditancapkan di depannya, lalu beliau shalat ke hadapannya, sedang orang-orang di belakangnya. Beliau melakukan hal itu di safarnya dan dari situlah para pimpinan melakukannya juga.” (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitabush Shalat Bab Sutratul Imam Sutrah liman Khalfah dan Kitabul ‘Idain Bab Ash-Shalat Ilal harbah Yaumul Id. Al-Fath, 2/463 dan Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/136)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bila Masbuq (Tertinggal) Shalat Id, Apa yang Dilakukan?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Imam Al-Bukhari membuat bab dalam Shahih-nya berjudul: “Bila tertinggal shalat Id maka shalat 2 rakaat, demikian pula wanita dan orang-orang yang di rumah dan desa-desa berdasarkan sabda Nabi: ‘Ini adalah Id kita pemeluk Islam’.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adalah ‘Atha` (tabi’in) bila ketinggalan Shalat Id beliau shalat dua rakaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana dengan takbirnya? Menurut Al-Hasan, An-Nakha’i, Malik, Al-Laits, Asy-Syafi’i dan Ahmad dalam satu riwayat, shalat dengan takbir seperti takbir imam. (Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/169)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pulang dari Shalat Id Melalui Rute Lain saat Berangkat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Jabir, ia berkata:” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila di hari Id, beliau mengambil jalan yang berbeda. (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitab Al-’Idain Bab Man Khalafa Thariq Idza Raja’a…, Fathul Bari karya Ibnu Hajar, 2/472986, karya Ibnu Rajab, 6/163 no. 986)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab berkata: “Banyak ulama menganggap sunnah bagi imam atau selainnya, bila pergi melalui suatu jalan menuju Shalat Id maka pulang dari jalan yang lainnya. Dan itu adalah pendapat Al-Imam Malik, Ats-Tsauri, Asy-Syafi’i dan Ahmad… Dan seandainya pulang dari jalan itu, maka tidak dimakruhkan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama menyebutkan beberapa hikmahnya, di antaranya agar lebih banyak bertemu sesama muslimin untuk memberi salam dan menumbuhkan rasa cinta. (Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/166-167. Lihat pula Zadul Ma’ad, 1/433)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bila Id Bertepatan dengan Hari Jum’at&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Iyas bin Abi Ramlah Asy-Syami, ia berkata: Aku menyaksikan Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dia sedang bertanya kepada Zaid bin Arqam: “Apakah kamu menyaksikan bersama Rasulullah, dua Id berkumpul dalam satu hari?” Ia menjawab: “Iya.” Mu’awiyah berkata: “Bagaimana yang beliau lakukan?” Ia menjawab: “Beliau Shalat Id lalu memberikan keringanan pada Shalat Jumat dan mengatakan: ‘Barangsiapa yang ingin mengerjakan Shalat Jumat maka shalatlah’.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berkata: “Telah berkumpul pada hari kalian ini 2 Id, maka barangsiapa yang berkehendak, (Shalat Id) telah mencukupinya dari Jum’at dan sesungguhnya kami tetap melaksanakan Jum’at.” (Keduanya diriwayatkan Abu Dawud dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1070 dan 1073)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Taimiyyah berkata: “Pendapat yang ke-3 dan itulah yang benar, bahwa yang ikut Shalat Id maka gugur darinya kewajiban Shalat Jum’at. Akan tetapi bagi imam agar tetap melaksanakan Shalat Jum’at, supaya orang yang ingin mengikuti Shalat Jum’at dan orang yang tidak ikut Shalat Id bisa mengikutinya. Inilah yang diriwayatkan dari Nabi dan para shahabatnya.” (Majmu’ Fatawa, 23/211)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu beliau mengatakan juga bahwa yang tidak Shalat Jum’at maka tetap Shalat Dzuhur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sebagian ulama yang berpendapat tidak Shalat Dzuhur pula, di antaranya ‘Atha`. Tapi ini pendapat yang lemah dan dibantah oleh para ulama. (Lihat At-Tamhid, 10/270-271)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ucapan Selamat Saat Hari Raya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Hajar mengatakan: “Kami meriwayatkan dalam Al-Muhamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair bahwa ia berkata: ‘Para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu di hari Id, sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kamu.” (Lihat pula masalah ini dalam Ahkamul ‘Idain karya Ali Hasan hal. 61, Majmu’ Fatawa, 24/253, Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/167-168)&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em class="info"&gt;dikutip dari qnoyzone in &lt;a href="http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/category/relijiuz/" title="Lihat seluruh tulisan dalam relijiuz" rel="category tag"&gt;relijiuz&lt;/a&gt;.  &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Penulis : Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-1544467041260760537?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/1544467041260760537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/meneladani-rasulullah-dalam-beridul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/1544467041260760537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/1544467041260760537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/meneladani-rasulullah-dalam-beridul.html' title=''/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-5608578143266133339</id><published>2009-08-21T15:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T15:46:51.345-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><title type='text'>Kesalahan yg berkaitan dg Romadhon 3</title><content type='html'>Keenam : Tidak berniat dari malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga termasuk sangkaan yang salah dari sebagian kaum muslimin bahwa berniat untuk berpuasa Ramadhan hanyalah pada saat makan sahur saja, padahal yang benar dalam tuntunan syari’at bahwa waktu berniat itu bermula dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Ini berdasarkan perkataan Ibnu ‘Umar dan Hafshah radhiyallahu ‘anhum yang mempunyai hukum marfu’ (seperti ucapan Nabi shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam) dengan sanad yang shohih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang tidak berniat puasa sejak malamnya, maka tidak ada puasa baginya”. Lihat jalan-jalan hadits ini dalam Irwa`ul Gholil karya Syaikh Al-Albany no.914.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Al-Lail (malam) dalam bahasa arab artinya adalah waktu yang dimulai dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh : Anggapan tidak sahnya puasa orang yang junub atau yang semakna dengannya bila bangun setelah terbitnya fajar dan belum mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan orang yang junub di sini adalah umum apakah itu junub karena mimpi atau karena melakukan hubungan suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang semakna dengannya seperti perempuan yang haidh atau nifas. Apabila mereka bangun setelah terbitnya fajar maka tetap boleh untuk berpuasa dan puasanya sah. Hal tersebut berdasarkan hadits ‘Aisyah dan Ummu Salamah riwayat Bukhary-Muslim :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ لاَ مِنْ حُلْمٍ ثُمَّ لاَ يُفْطِرُ وَلاَ يَقْضِيْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu shubuh dalam keadaan junub karena jima’ bukan karena mimpi kemudian beliau tidak buka dan tidak pula meng-qodho` (mengganti) puasanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan : Mengakhirkan buka puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan yang disunnahkan adalah mempercepat buka puasa ketika telah yakin waktunya telah masuk, karena manusia akan tetap berada dalam kebaikan selama ia mempercepat buka puasa sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Sahl bin Sa’ad As-Sa’idy radhiyallahu ‘anhu riwayat Bukhary-Muslim :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbuka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan mempercepat buka puasa sebagai sebab nampaknya agama ini, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau menegaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَزَالُ الدِّيْنُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ لَأَنَّ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agama ini akan terus-menerus nampak sepanjang manusia masih mempercepat buka puasa, karena orang-orang yahudi dan nashoro mengakhirkannya”. Hadits hasan. Dikeluarkan oleh Abu Daud no.2353, An-Nasa`i dalam Al-Kubra 2/253 no.2313, Ahmad 2/450, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan no.3503 dan 3509, Hakim 1/596, Al-Baihaqy 4/237 dan Ibnu ‘Abdil Bar dalam At-Tamhid 20/23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan : Anggapan bahwa muntah adalah pembatal puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan bahwa semua muntah merupakan hal yang membatalkan puasa, adalah anggapan yang salah karena muntah itu ada dua macam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu : Muntah dengan sengaja. Ini hukumnya membatalkan puasa. Imam Al-Khoththoby, Ibnul Mundzir dan lain-lainnya menukil kesepakatan dikalangan para ‘ulama tentang hal tersebut walaupun Ibnu Rusyd menukil bahwa Imam Thowus menyelisihi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua : Muntah yang tidak disengaja. Ini hukumnya tidaklah membatalkan puasa. Dan ini merupakan pendapat jumhur ‘ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal di atas berdasarkan perkataan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yang mempunyai hukum marfu’ (sampai kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam), beliau berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنِ اسْتَقَاءَ وَهُوَ صَائِمٌ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ وَمَنَ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ الْقَضَاءُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang sengaja muntah dan ia dalam keadaan berpuasa maka wajib atasnya membayar qodho’ dan siapa yang dikuasai oleh muntahnya (muntah dengan tidak disengaja) maka tidak ada qodho’ atasnya”. Dikeluarkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththo` no.673, Imam Syafi’iy dalam Al-Umm 7/252, ‘Abdurrazzaq dalam Al-Mushonnaf no.7551 dan Ath-Thohawy dalam Syarah Ma’ani Al-Atsar 2/98 dengan sanad shohih di atas syarat Bukhary-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat : Al Mughny 3/17-119, Al Majmu’ 6/319-320, Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd 1/385, Ma’alim As-Sunan karya Al Khoththoby 3/261, ‘Aunul Ma’bud 7/6, Nailul Author 4/204, Fathul Bary 4/174, Syarhul ‘Umdah Min Kitabush Shiyam 1/395-404 dan Al-Fath Ar-Rabbany 10/44-45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh : Anggapan bahwa makan dan minum dalam keadaan lupa membatalkan puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan ini tidaklah benar, berdasarkan hadits Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Bukhary-Muslim :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang lupa bahwa ia dalam keadaan puasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaknya ia tetap menyempurnakan puasanya (tidak berbuka). Karena Allah-lah yang telah memberinya makan dan minum”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini menunjukkan bahwa siapa yang berpuasa lalu makan dan minum dalam keadaan lupa maka tidaklah membatalkan puasanya.Ini merupakan pendapat jumhur ‘ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat : Al Majmu’ karya Ibnu Qudamah 6/324, Syarah Muslim karya Imam Nawawy 8/35, Syarahul ‘Umdah Min Kitabush Shiyam karya Ibnu Taimiyah 1/457-462, Al-I’lam karya Ibnul Mulaqqin 5/203-204, Fathul Bary karya Ibnu Hajar 4/156-157, Zadul Ma’ad karya Ibnul Qoyyim 2/59 dan Nailul Authar karya Asy-Syaukany 4/206-207.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelas : Anggapan bahwa bersuntik membatalkan puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersuntik bukanlah hal yang membatalkan puasa, sehingga hal itu bukanlah sesuatu yang terlarang selama suntikan itu tidak mengandung sifat makanan dan minuman seperti suntikan vitamin, suntikan kekuatan, infus dan sejenisnya. Dibolehkannya hal ini karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa bersuntik dapat membatalkan puasa.&lt;br /&gt;Lihat : Fatawa Ramadhan 2/485-486.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-5608578143266133339?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/5608578143266133339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/kesalahan-yg-berkaitan-dg-romadhon-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/5608578143266133339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/5608578143266133339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/kesalahan-yg-berkaitan-dg-romadhon-3.html' title='Kesalahan yg berkaitan dg Romadhon 3'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-55516013428079193</id><published>2009-08-21T02:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T03:06:49.079-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><title type='text'>Kesalahan yg berkaitan dg Romadhon 2</title><content type='html'>Ketiga : Meninggalkan makan sahur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan makan sahur merupakan kesalahan dan menyelisihi sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan menyelisihi kesepakatan para ‘ulama tentang disunnahkannya makan sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan para ‘ulama ini dinukil oleh Ibnul Mundzir, Imam Nawawy, Ibnul Mulaqqin dan lain-lainnya. Lihat : Syarah Muslim 7/206, Al I’lam 5/188 dan Fathul Bary 4/139.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalil yang menunjukkan sunnahnya makan sahur banyak sekali,  diantaranya hadits Anas bin Malik riwayat Bukhary-Muslim dimana Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makan sahurlah kalian karena pada makanan sahur itu ada berkah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah yang disebutkan dalam hadits ini adalah umum mencakup berkah dalam perkara-perkara dunia maupan perkara-perkara akhirat. Dan berkah tersebut bermacam-macam di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mendapatkan pahala dengan mengikuti sunnah.&lt;br /&gt;* Menyelisihi orang-orang kafir dari Ahlul Kitab.&lt;br /&gt;sebagaimana dalam Shohih Muslim Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكَلَةُ السَّحُوْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perbedaan antara puasa kami dan puasa orang-orang Ahlul Kitab adalah makan sahur”.&lt;br /&gt;* Menambah kekuatan dan semangat khusunya bagi anak-anak kecil yang ingin dilatih berpuasa.&lt;br /&gt;* Bisa menjadi sebab dzikir kepada Allah, berdo’a dan meminta rahmat sebab waktu sahur masih termasuk sepertiga malam terakhir yang merupakan salah satu tempat do’a yang makbul.&lt;br /&gt;* Menghadirkan niatnya apabila dia lupa sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat : Al I’lam 5/187 dan Fathul Bary 4/140.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Mempercepat makan sahur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentunya bertentangan dengan sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam dimana selang waktu antara waktu selesainya beliau makan sahur dengan waktu mulai shalat subuh, adalah (selama bacaan) 50 ayat yang sedang (tidak panjang dan tidak pendek). Hal ini dapat dipahami dalam hadits Zaid bin Tsabit riwayat Bukhary-Muslim :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاَةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا قَالَ خَمْسِيْنَ آيَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami bersahur bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam kemudian kami berdiri untuk shalat. Saya (Anas bin Malik) berkata : “Berapa jarak antara keduanya (antara sahur dan adzan) ia (Zaid bin Tsabit) menjawab : “Lima puluh ayat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam An-Nawawy dalam Syarah Shohih Muslim (7/169) : “Hadits ini menunjukkan sunnahnya mengakhirkan sahur”.&lt;br /&gt;Lihat : Ihkamul Ahkam karya Ibnu Daqiqil ‘Ied 3/334, Al-I’lam karya Ibnul Mulaqqin 5/192-193 dan Fathul Bary karya Ibnu Hajar 4/128.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Menjadikan tanda imsak sebagai batasan sahur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita mendengar tanda-tanda imsak seperti suara sirine, suara ayam berkokok, suara beduk dan lain-lainnya yang terdengar sekitar 10 menit sebelum adzan.  Bila ini di jadikan batasan makan sahur,  tentunya hal ini merupakan kesalahan yang sangat bertolak belakang dengan Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan dalam surah Al-Baqarah : 187 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga hadits Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhum Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ بِلاَلاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى تَسْمَعُوْا تَأْذِيْنَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُوْمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Bilal adzan pada malam hari maka makanlah dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud hadits ini bahwa adzan itu dalam syari’at Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam dua kali, adzan pertama dan adzan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada adzan pertama seseorang masih boleh makan sahur dan batasan terakhir untuk sahur adalah adzan kedua yaitu adzan yang dikumandangkan untuk shalat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelaslah bahwa batas akhir makan sahur sebenarnya adalah pada adzan kedua yaitu adzan untuk shalat subuh, dan dari hal ini pula dapat dipetik/diambil hukum terlarangnya melanjutkan makanan yang sisa ketika sudah masuk adzan subuh, karena kata hattaa (sampai) dalam ayat Al-Qur`an bermakna “ghoyah” yakni akhir batasan waktu.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat : Majmu’ Al-Fatawa 18/263-264 dan 22/238, Syarhul ‘Umdah karya Ibnu Taimiyyah 2/290-291, Zadul Ma’ad karya Ibnul Qoyyim 1/201 dan Qawa’id Wa Fawaid Minal ‘Arbain An-Nawawiyah hal 31-32.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-55516013428079193?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/55516013428079193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/kesalahan-yg-berkaitan-dg-romadhon-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/55516013428079193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/55516013428079193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/kesalahan-yg-berkaitan-dg-romadhon-2.html' title='Kesalahan yg berkaitan dg Romadhon 2'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-6132125357716433322</id><published>2009-08-18T03:48:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T08:23:55.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><title type='text'>Kesalahan dalam penentuan romadlon 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Menentukan masuknya bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu Falaq atau ilmu Hisab.&lt;br /&gt;Hal ini merupakan suatu kesalahan besar dan sangat bertolak belakang dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 186:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka barang siapa dari kalian yang menyaksikan bulan, maka hendaknya ia berpuasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Umar dan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum riwayat Bukhary-Muslim, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا رَأَيْتُمُ الِهلاَلَ فَصُوْمُوْا وَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُ فَأَفْطِرُوْا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kalian melihat hilal (bulan sabit) maka berpuasalah, dan apabila kalian melihatnya maka berbukalah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dan hadits di atas sangatlah jelas menunjukkan bahwa masuknya Ramadhan terkait dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MELIHAT atau MENYAKSIKAN HILAL&lt;/span&gt; dan tidak dikaitkan dengan menghitung, menjumlah dan cara-cara yang lainnya.  Kemudian perintah untuk berpuasa dikaitkan dengan syarat melihat hilal. Hal ini menunjukkan wajibnya penentuan masuknya bulan Ramadhan dengan melihat hilal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Bajy ketika membantah orang yang membolehkan menggunakan ilmu Falaq dan ilmu Hisab : “Sesungguhnya kesepakatan para salaf sudah merupakan hujjah (bantahan) atas mereka”. Lihat Subulus Salam 2/242.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berkata Ibnu Bazizah menyikapi pendapat orang yang membolehkan menggunakan ilmu falaq dalam menentukan masuknya bulan Ramadhan : “Ini adalah madzhab yang bathil. Syari’at telah melarang menggunakan ilmu Falaq karena sesungguhnya ilmu Falaq penuh dengan dugaan dan sangkaan yang tidak jelas”. Lihat : Subulus Salam 2/242.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ash-Shon’any dalam Subulus Salam 2/243 : “Jawaban terhadap mereka ini jelas, sebagaimana yang dikeluarkan oleh Bukhary-Muslim hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ الْشَهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا وَعَقَدَ الإِبْهَامَ فِي الثَّالِثَةِ يَعْنِيْ تِسْعًا وَعِشْرِيْنَ وَالْشَهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا يَعْنِيْ تَمَامَ ثَلاَثِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami adalah ummat yang ummi (yaitu) tak dapat menulis dan tak dapat menghitung. Bulan itu begini, begini dan begini, beliau menekukkan ibu jarinya pada yang ketiga yakni dua puluh sembilan (hari), dan bulan itu, begini, begini dan begini yakni sempurna tiga puluh (hari)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Kebiasaan berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dengan maksud ihtiyath (berjaga-jaga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menyelisihi hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat Bukhary-Muslim, beliau berkata Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَقَدَمُّوْا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُوْمُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali seorang yang biasa berpuasa dengan suatu puasa sunnat maka hendaknyalah ia berpuasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ash-Shon’any dalam Subulus Salam 2/239 : “Ini menunjukkan haramnya berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dalam rangka untuk ikhtiyath (berjaga-jaga)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bary (4/160) : ”…karena menentukan puasa haruslah dengan hilal, tidak sebaliknya -yakni dengan dugaan-…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam At-Tirmidzy setelah meriwayatkan hadits di atas 3/364 (Tuhfathul Ahwadzy) : “Para ‘ulama menganggap makruh (haram-ed.) seseorang mempercepat puasa sebelum masuknya bulan Ramadhan…“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam An-Nawawy : “Hukum berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan adalah haram apabila bukan karena kebiasaan puasa sunnah”. Lihat : Syarah Shohih Muslim 7/158.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bisa disimpulkan haramnya puasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dalam rangka ihtiyath, adapun kalau ia mempunyai kebiasaan berpuasa seperti puasa senin-kamis, puasa Daud dan lain-lainnya lalu bertepatan dengan sehari atau dua hari sebelum Ramadhan maka itu tidak apa-apa. Wallahu A’lam.     (bersambung,...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-6132125357716433322?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/6132125357716433322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/kesalahan-dalam-penentuan-romadlon-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/6132125357716433322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/6132125357716433322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/kesalahan-dalam-penentuan-romadlon-1.html' title='Kesalahan dalam penentuan romadlon 1'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-5670667571837037201</id><published>2009-08-15T17:46:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T17:49:00.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakkur'/><title type='text'>Untaian doa</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://maskwarta.blogspot.com/2005/02/doa-tasyakur-hari-kemerdekaan.html"&gt;Do'a Tasyakur Hari Kemerdekaan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; Bismillahirrahmaanirrahiim...&lt;br /&gt;Alhamdulillaahirabbil 'alamiin...&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;Shalawat serta salam bagi Rasulullah yang kami cintai dan teladani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah&lt;br /&gt;kami bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang Engkau berikan sebagai rahmat bagi bangsa kami, bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih bimbinglah kami...&lt;br /&gt;menjadi bangsa yang pandai menghargai perjuangan dan jasa para pahlawan kami&lt;br /&gt;menjadi bangsa yang santun menghormati para orang tua, guru dan pemimpin kami&lt;br /&gt;menjadi bangsa yang tulus menyayangi saudara, kerabat dan tetangga kami&lt;br /&gt;menjadi bangsa yang selalu mengasihi keluarga dan anak-anak kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang...&lt;br /&gt;kami sadar bahwa kami manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan alpa&lt;br /&gt;karenanya Ya Allah..tunjukkanlah kepada kami&lt;br /&gt;yang benar itu sebagai kebajikan&lt;br /&gt;yang salah itu sebagai kebatilan&lt;br /&gt;sehingga kami terhindar dari fitnah yang dapat memecah belah persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa...&lt;br /&gt;lindungilah bangsa kami dari bencana alam dan malapetaka&lt;br /&gt;jagalah negara kami dari musuh yang nyata maupun tersembunyi&lt;br /&gt;kuatkanlah generasi bangsa kami dengan keteguhan iman dan taqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa...&lt;br /&gt;ampunilah kekhilafan orang tua dan pemimpin bangsa kami&lt;br /&gt;maafkanlah kesalahan kami&lt;br /&gt;kabulkanlah do’a dan permohonan kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbanaa aatinaa findunyaa hasanah wabil aakhirati hasanah waqinaa adzaabannar...&lt;br /&gt;Walhamdulillaahirabbil 'alamiin...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="post-feeds"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-5670667571837037201?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/5670667571837037201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/untaian-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/5670667571837037201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/5670667571837037201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/untaian-doa.html' title='Untaian doa'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-7861808731669701298</id><published>2009-08-14T20:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T20:50:08.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><title type='text'>Mengenal dan Mengatasi Stress</title><content type='html'>&lt;div class="post-content"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Stress adalah respon fisiologis, psikologis, dan perilaku dari seseorang untuk mencari penyesuaian terhadap tekanan yang sifatnya internal maupun eksternal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Stress adalah bagian dari kehidupan. Apapun yang terjadi pada fisik maupun di sekeliling yang merupakan gelombang-gelombang kehidupan, menuntut kita untuk menyesuaikan diri. Stress merupakan reaksi awal dari penyesuaian diri tersebut. Sedikit stress membuat manusia menjadi waspada dan ini dibutuhkan agar kita mampu memotivasi diri, menyesuaikan diri, dan segera mencari cara untuk mengatasi stress tersebut. Stress jenis ini dinamakan &lt;em&gt;eustress&lt;/em&gt;, yaitu stress yang membuat seseorang jadi bertambah kuat dan mampu menyesuaikan diri.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa penyebab stress (stressor) bisa bersumber dari masalah kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketidakharmonisan rumah tangga, kehidupan kota yang sumpek (&lt;em&gt;crauded&lt;/em&gt;, berisik, polusi, kepadatan), beban studi dan pekerjaan, atau kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Bisa juga berasal dari kejadian-kejadian spesifik, yang menguntungkan maupun yang tidak. Apakah itu perubahan hidup (pernikahan, pindah sekolah, pindah tempat, pindah kerja, atau kematian anggota keluarga) atau kecelakaan (yang  menimbulkan perubahan fungsi tubuh/cacat).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun demikian bila seseorang gagal menyesuikan diri terhadap stress, artinya ia tidak mampu menyelesaikan persoalannya, tidak dapat mencapai harapan-harapannya, menderita, serta merasa tertekan, maka stressnya itu sudah membahayakan, atau sudah masuk dalam kategori &lt;em&gt;distress&lt;/em&gt;. Karena itu penting untuk mengetahui gejala-gejala stress sehingga stress yang positif (&lt;em&gt;eustress&lt;/em&gt;) tidak sampai berlanjut dan berkembang menjadi stress yang negatif (&lt;em&gt;distress&lt;/em&gt;.) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Gejala-gejala Stress&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gejala-gejala ini sering berantai dan berkembang selama waktu tertentu hingga mencapai tingkatan yang sulit dibedakan dari keadaan (tingkah laku) normal. Gejala fisiknya berupa nafas memburu, mulut dan kerongkongan kering, tangan lembab, merasa panas, otot-otot tegang, mencret, sembelit, letih yang tidak beralasan, sakit kepala, dan salah urat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedangkan gejala-gejala yang berwujud perilaku misalnya perasaan bingung, cemas, sedih, jengkel, salah paham, tak berdaya, tak mampu berbuat apa-apa, gelisah, gagal, merasa tidak menarik, kehilangan semangat. Bisa juga berupa kesulitan dalam konsentrasi, berpikir jernih dalam membuat keputusan. Bahkan, sampai pada hilangnya kreativitas, gairah dalam penampilan, dan minat terhadap orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Tipe Kepribadian yang Rawan Stress&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada empat tipe kepribadian yang rawan stress.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertama, orang yang sangat hati-hati. Orang jenis ini perfeksionis, kaku, dan kurang memiliki toleransi terhadap perbedaan. Sehingga, sedikit perbedaan atau sedikit kurang saja dari standarnya bisa menimbulkan kecemasan baginya. Kecermatannya berlebihan dan bisa berkembang menjadi obsesif kompulsif, yaitu kekakuan dan keterpakuan pada suatu aktivitas tertentu saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedua, orang yang pencemas. Orang jenis ini sering merasa tidak aman, cenderung kurang tenang, dan sering meresahkan segala sesuatu. Inilah yang membuatnya jadi cepat panik dalam menghadapi suatu masalah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketiga, orang yang kurang percaya diri. Orang jenis ini merasa diri tidak mampu sehingga kurang usaha untuk mengoptimalkan diri dalam mengatasi masalah-masalah vang dihadapinya. Ia selalu berusaha lari dari masalah atau berusaha mencari pelarian. Akibatnya, masalah tidak pernah selesai. Selama masalah tidak selesai, seseorang akan selalu dihinggapi stress.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keempat, orang yang temperamental. Orang jenis ini emosinva cepat terpancing. Masalah kecil bisa berakibat besar karena kecenderungannya yang mudah meledak-ledak. Akibatnya, banyak orang yang tertekan dan akhirnya bereaksi. Kondisi ini tentu saja membuat emosinya semakin tegang dan meninggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain itu ada beberapa pola reaksi yang perlu diwaspadai, yang merupakan pintu masuknya stress yang negatif (&lt;em&gt;distress&lt;/em&gt;). Siapapun kita pasti pernah atau akan bertemu dengan pola-pola reaksi ini: kejengkelan, marah dan agresi, kegelisahan, depresi, suasana hati yang cepat berubah, dan menarik diri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Kecerdasan Emosional dan Spiritual&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tentu saja stres yang negatif tidak akan mengidap orang-orang yang punya kecerdasan emosional dan spiritual yang baik. Sebab, orang yang cerdas secara emosional punya kemampuan untuk mengendalikan diri, semangat dan ketekunan. Ia juga mampu memotivasi diri sendiri dan bisa bertahan menghadapi frustasi. Sanggup mengendalikan dorongan hati dan emosi. Ia tidak melebih-lebihkan kesenangan, mampu mengatur suasana hati (&lt;em&gt;mood&lt;/em&gt;), dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir serta membaca perasaan terdalam orag lain (empati), bahkan mampu memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, ia punya kemampuan untuk menyelesaikan konflik. Dan yang paling penting lagi, mampu untuk berharap dan berdoa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedangkan kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau &lt;em&gt;value&lt;/em&gt;. Kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih tinggi, luas, dan kaya (nilai-nilai spiritual yang bersumberkan pada Ilahiah). Kecerdasan untuk menilai bahwa suatu tindakan atau suatu jalan hidup lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikut ini beberapa tips mengelola stress berdasarkan kedua kecerdasan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1. Menikmati hidup dan tidak membesar-besarkan masalah secara berlebihan (proporsional).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2. Memiliki pengendalian diri (tidak membiasakan diri melepas emosi secara liar dengan berusaha mengontrolnya). Terapkan konsep sabar. Sesungguhnya sabar akan menyelamatkan dari perilaku dan akibat yang tidak diinginkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;3. Bertanggung jawab terhadap diri sendiri (tidak menyia-nyiakan waktu dan energi yang dimiliki, dengan berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan bertujuan, terutama untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan aspirasi).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;4. Tidak menjadi orang yang terlalu dominan maupun penurut, tetapi jadilah orang yang asertif (yaitu memiliki kepercayaan diri dan harga diri, bertindak secara rasional dan dewasa, menyatakan secara langsung apa yang diinginkan, memiliki pendekatan yang khas terhadap hidup, jujur, positif, terbuka, serta menghargai dan memahami orang lain seperti yang dilakukan terhadap diri sendiri).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;5. Berusaha melakukan sesuatu secara tulus dan ikhlas. Ketulusan akan menghindari seseorang dari kekecewaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;6. Terlibat dalam aktifitas yang dapat menenangkan pikiran, seperti rutinitas spiritual (tilawah Qur’an, shalat, tahajud), dan terlibat dalam kegiatan sosial, mengembangkan hobi, dan rekreasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;7. Mencintai dan menerima diri apa adanya (dengan segala kelebihan dan kekurangannya). Menerapkan konsep syukur nikmat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;8. Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ini akan menimbulkan semangat, karena ada yang ingin dicapai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;9.Berpikir positif dan menghindari berpikir negatif. Jauhi prasangka buruk, tentu saja tanpa menghilangkan kewaspadaan dan usaha klarifikasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;10. Sadar bahwa sudah tabiat kehidupan itu ada enak dan ada tidak enaknya, karena itu hindari kecenderungan lupa diri (lalai) baik saat senang maupun saat sedih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;11. Berolah raga secara rutin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;12. Istirahat dan tidur yang cukup (6-7 jam sehari),&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;13. Makan makanan yang seimbang dan teratur, yang tentu saja halal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;14. Jika mendapat masalah yang membebani pikiran cobalah untuk berdiskusi dengan teman/rekan yang dapat dipercaya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;15. Perkaya pergaulan, dekati orang-orang yang bermental kuat dan stabil (orang-orang shalih), orang-orang ini akan menularkan &lt;em&gt;biah&lt;/em&gt; kebaikan di saat kita stress.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;16. Berusaha membuat hidup menjadi produktif, tanpa membunuh diri sendiri (jangan terlalu banyak kegiatan sehingga &lt;em&gt;over loaded&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;17. Luangkan waktu untuk rileks.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;18. Mencoba menerapkan teknik relaksasi. Dalam kondisi tegang, cobalah untuk merelaksasikan fikiran dan tubuh dengan beberapa metode relaksasi sambil misalnya duduk relaks atau berbaring sambil menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan-lahan selama kira-kira 10 menit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;19. Selalu berharap dan berdoa kepada Allah. Doa adalah ekspresi ketawakalan manusia kepada Sang Maha Pencipta, juga berfungsi sebagai penangkal frustasi. Keyakinan akan diberikan jalan keluar oleh Allah, akan mempertahankan keoptimisan, karena kita memiliki harapan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;20. Banyak berdzikir, sebelum, saat, dan sesudah bekerja. Karena dengan dzikir maka hati manusia menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;diangkat dari isi "Lentera kehidupan"  Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-7861808731669701298?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/7861808731669701298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/mengenal-dan-mengatasi-stress.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7861808731669701298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7861808731669701298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/mengenal-dan-mengatasi-stress.html' title='Mengenal dan Mengatasi Stress'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-1933959594327839193</id><published>2009-08-11T19:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T22:20:27.925-07:00</updated><title type='text'>Memetik buah ke IKHLAS an</title><content type='html'>Bismillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah mengetahui betapa pentingnya dan besarnya peranan IKHLAS dalam sebuah amalan,  karena sebuah amalan tidak akan diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala jika pelakunya tidak mengikhlaskan amalnnya karna Allah SWT.  Dan berikut ini kami uraikan beberapa keutamaan dan buah yang bisa dipetik dari keikhlasan kepada Allah subhanahu wata’ala, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.  Mendapatkan syafa’at Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;br /&gt;Shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan mendapatkan syafa’at engkau pada hari kiamat nanti?” Beliau menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَالَ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan ikhlas dari lubuk hatinya.” (HR. Al Bukhari)&lt;br /&gt;Makna ikhlas di sini adalah dia mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan sekaligus menjalankan konsekuensi-konsekuensi dari kalimat tersebut, yakni dia harus benar-benar mempersembahkan amal ibadahnya kepada Allah subhanahu wata’ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):&lt;br /&gt;“Dan beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan engkau menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (An Nisa’: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2.  Dibukakan baginya pintu-pintu langit&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا قَالَ عَبْدٌ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله قَطٌّ مُخْلِصًا, إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ, حَتَّى يُفْضِيَ إِلَى الْعَرْشِ, مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang hamba mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlas, kecuali pasti akan dibukakan baginya pintu-pintu langit, sampai dia dibawa ke ‘Arsy (tempat beristiwa’nya Allah), selama dia menjauhi perbuatan dosa-dosa besar.” (HR. At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3.  Diharamkan baginya An Nar (Neraka)&lt;br /&gt;Sesungguhnya An Nar itu haram dimasuki oleh orang-orang yang ikhlas kepada Allah subhanahu wata’ala sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ اْلأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا, بِدَعْوَتِهِمْ, وَصَلاَتِهِمْ, وَإِخْلاَصِهِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala menolong umat ini dengan adanya kaum yang lemah di antara mereka, dengan doa mereka, dengan shalat mereka, dan dengan keikhlasan yang ada pada mereka.” (HR. An Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4.  Dilapangkan dari masalah yang sedang menghimpitnya&lt;br /&gt;Terkadang seorang muslim dihadapkan pada suatu masalah yang sangat pelik yang terkadang menjadikan dia berputus asa dalam mengatasinya. Tetapi, tahukah anda bahwa amalan-amalan yang dilakukan dengan ikhlas dapat dijadikan sebagai wasilah (perantara) dalam berdo’a kepada Allah subhanahu wata’ala untuk dihilangkannya berbagai masalah yang sedang menghimpitnya?&lt;br /&gt;Hal ini pernah menimpa tiga orang pada zaman dahulu ketika mereka terperangkap di dalam sebuah goa. Kemudian Allah subhanahu wata’ala selamatkan mereka karena do’a yang mereka panjatkan disertai dengan penyebutan amalan-amalan shalih yang mereka lakukan ikhlas karena Allah subhanahu wata’ala.&lt;br /&gt;Kisah selengkapnya bisa anda baca di kitab Riyadhush Shalihin hadits no. 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5.  Husnul Khatimah&lt;br /&gt;Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seseorang yang telah membunuh 99 bahkan 100 orang. Kemudian orang tersebut hendak bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala, tetapi akhirnya orang tersebut meninggal sebelum beramal kebajikan sedikitpun.&lt;br /&gt;Namun Allah subhanahu wata’ala terima taubatnya karena keikhlasan dia untuk benar-benar bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan dia pun tergolong orang yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah.&lt;br /&gt;Kisah selengkapnya juga bisa anda baca di kitab Riyadhush Shalihin hadits no. 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6.  Benteng dari godaan setan&lt;br /&gt;Setan dan bala tentaranya akan senantiasa menggoda umat manusia seluruhnya sampai hari kiamat. Namun hanya orang-orang yang ikhlaslah yang akan selamat dari godaan mereka ini. Hal ini diakui sendiri oleh pimpinan para setan yaitu iblis, sebagaimana Allah subhanahu wata’ala sebutkan pengakuannya itu dalam Al Qur’an (artinya):&lt;br /&gt;“Iblis berkata: “Wahai Tuhanku, oleh sebab Engkau telah menyesatkanku, pasti aku akan menjadikan mereka (anak cucu Adam) memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.” (Al Hijr: 39-40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7.  Selamat dari jurang kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala&lt;br /&gt;Tercatat dalam sejarah, bagaimana dahsyatnya godaan yang dialami Nabi Yusuf ? ketika diajak berzina oleh seorang istri pejabat negeri waktu itu. Namun Allah subhanahu wata’ala selamatkan dia dan Allah subhanahu wata’ala palingkan dia dari perbuatan tersebut. Allah subhanahu wata’ala kisahkan peristiwa ini di dalam Al Qur’an (artinya):&lt;br /&gt;“Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian.” (Yusuf: 24)&lt;br /&gt;Apa sebabnya?&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dia (Yusuf) itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas.” (Yusuf: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8.  Senantiasa di atas kebaikan&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ja’far bin Hayyan dari Al Hasan, bahwa beliau berkata: “Senantiasa seorang hamba itu berada dalam kebaikan, jika berkata, (ikhlas) karena Allah subhanahu wata’ala, dan jika beramal, (ikhlas) karena Allah subhanahu wata’ala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lamu bishshowab, wabarokallahuli lana, wassalam&lt;br /&gt;sumber : assalafy.org/mahad/?p=37&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-1933959594327839193?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/1933959594327839193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/memetik-buah-ke-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/1933959594327839193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/1933959594327839193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/memetik-buah-ke-ikhlas.html' title='Memetik buah ke IKHLAS an'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-5621054035217217168</id><published>2009-08-09T16:26:00.001-07:00</published><updated>2009-08-09T16:29:24.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Iman dan amal sholih'/><title type='text'>Syarat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ   (Laa Ilaha Illallah)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bismillah,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kita mengetahui bahwa kesempurnaan agama seseorang dan segala bangunan yang berdiri di atasnya sangat tergantung pada kekokohan pondasi bangunan tersebut. Kekokohan landasan bangunan dalam Islam adalah dua kalimat syahadat dan kekokohan bangunan ada pada kesanggupan untuk menyempurnakan syarat-syaratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahb bin Munabbih menggambarkan sebagaimana dalam riwayat Al-Imam Al-Bukhari: “Setiap kunci memiliki gigi-gigi, dan kunci surga adalah Laa Ilaha illallah."&lt;br /&gt;Beliau juga berkata: “Gigi-gigi kunci tersebut adalah syaratnya, jika engkau membawa kunci yang memiliki gigi niscaya akan terbuka pintunya dan jika tidak memiliki gigi tidak akan dibuka bagimu." (lihat Tuhfatul Murid hal. 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa Ilaha illallah memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi setiap pengikrarnya. Semua syarat tersebut tidak diharuskan untuk dihafal akan tetapi cukup untuk diamalkan kandungannya walaupun tidak dihafal. (lihat Tuhfatul Murid hal. 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.   Memahami makna kalimat Laa Ilaha illallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya adalah mencari ilmu dan mewujudkan di dalam amal karena tidak cukup hanya memahami maknanya lalu tidak mengamalkannya. Bukankah orang kafir Quraisy di masa silam lebih mengetahui maknanya dibanding kaum muslimin di masa sekarang? Namun pengetahuan mereka tentang kalimat yang agung ini tidak menjadikan mereka beriman disebabkan mereka tidak mau mengamalkan apa yang mereka ketahui. Hal tersebut nampak ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru mereka agar mengucapkan Laa Ilaha illallah sembari mereka menyangkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَجَعَلَ اْلآلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah dia (Rasulullah) akan menjadikan tuhan-tuhan (ini) menjadi satu tuhan? Sesungguhnya ini perkara yang sangat mengherankan.” (Shad: 5)&lt;br /&gt;Tentang syarat ini telah disebutkan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam firman-Nya (yang artinya):&lt;br /&gt;“Kecuali bagi orang yang mempersaksikan kebenaran dan mereka mengetahuinya.” (Az-Zukhruf: 86)&lt;br /&gt;“Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah.” (Muhammad: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Utsman bin ‘Affan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang meninggal dan dia mengetahui kalimat La ilaha illallah akan masuk ke dalam surga .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.   Yakin terhadap makna yang dikandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan yang akan menghilangkan keraguan pada diri seorang muslim. Artinya, yang mengucapkannya meyakini kebenaran, kandungan, dan konsekuensi kalimat tersebut, dengan keyakinan yang pasti dan bukan dengan zhan (praduga) belaka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu padanya dan mereka berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa-jiwa mereka, merekalah orang-orang yang jujur.” (Al-Hujurat: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyaratkan kejujuran iman orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan tidak ada keraguan padanya. Karena ragu dalam keimanan merupakan sifatnya orang-orang munafiq.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang engkau jumpai di belakang tembok ini, yang mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah, dengan penuh keyakinan dalam hati maka berikanlah kabar gembira dengan surga .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.   Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan yang akan memadamkan segala gejolak kesyirikan, kemunafikan, riya’ (ingin dilihat) dan sum’ah (ingin didengar/populer). Karena ikhlas dalam pandangan agama adalah membersihkan amalan dengan niat yang baik dari segala noda-noda kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاعْبُدِ اللهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama bagi-Nya.” (Az-Zumar: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya):&lt;br /&gt;“Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku kelak pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Lailahaillallah dengan penuh keikhlasan dari hatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Itban bin Malik ia berkata: Telah bersabda Rasulullah (yang artinya):&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang megucapkan Lailahaillallah semata-mata mencari wajah Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.   Jujur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran yang akan menghilangkan sifat dusta. Artinya, orang yang mengucapkan kalimat Laa Ilaha illallah harus dibenarkan oleh hatinya, karena jika dia mengucapkannya dengan lisan lalu hatinya tidak membenarkan apa yang diucapkan maka dia adalah orang munafiq dan pendusta.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ألم, أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُوْلُوا آمَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُوْنَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alif Lam Mim. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengucapkan kami beriman lalu tidak diuji. Dan sungguh Kami telah menguji orang orang sebelum mereka, agar Allah benar benar mengetahui siapa di antara mereka yang jujur dan siapa yang berdusta.” (Al-’Ankabut: 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صَادِقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلاَّ حَرَّمَهُ اللهُ عَلىَ النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah dan Muhammad adalah rasul Allah dengan penuh kejujuran dalam hatinya, melainkan Allah akan mengharamkan neraka atasnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.   Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya cinta terhadap kalimat yang besar ini dengan segala konsekuensinya dan mencintai pula orang yang mengamalkan maknanya beserta syarat-syaratnya, juga membenci para penentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللهِ أَنْدَادًا يُحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللهِ وَالَّذِيْنَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا للهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara manusia ada orang yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (di mana) mereka cinta kepadanya sebagaimana cintanya kepada Allah, sedangkan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertauhid akan mencintai Allah dengan kecintaan yang murni. Sebaliknya, orang yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala,  namun bersamaan dengan itu juga mencintai selain Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana cintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.   Dan tentu hal ini akan menafikan ketauhidannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.   Ketundukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketundukan dan pasrah diri dalam melaksanakan segala konsekuensi kalimat tersebut dengan cara menolak semua jenis kesyirikan yang akan membatalkan ketauhidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang memasrahkan wajahnya kepada Allah dan dia dalam berbuat baik, maka sugguh dia telah berpegang dengan tali yang kokoh.” (Luqman: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII.   Menerima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya menerima kalimat tersebut dan kandungannya, dengan lisan dan hatinya, beserta segala konsekuensinya dengan menghilangkan sikap penolakan apa yang dituntut oleh kalimat tauhid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيْلَ لَهُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ وَيَقُوْلُوْنَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُوْنٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya mereka jika diserukan untuk mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah mereka menyombongkan diri. Dan mereka seraya berkata: Bagaimana kami akan meninggalkan tuhan-tuhan kami karena (seruan) seorang yang gila.” (Ash-Shaffat: 35-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[lihat ‘Aqidah Tauhid hal. 53-57 karya Asy-Syaikh Shalih Fauzan, Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid hal. 28-33 karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Yamani, Laa Ilaha illallah Ma’naha wa Makanaha wa Muqtadhaha hal. 14-15, karya Asy-Syaikh Shalih Fauzan, Tuhfatul Murid Syarh Al-Qaulil Mufid hal. 2, karya Nu’man Al-Watr]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, demikianlah gambaran kecil tentang syarat kalimat tauhid yang merupakan intisari dakwah para Nabi dan karenanya diturunkan kitab-kitab. Maka jika kita menginginkan kekokohan dalam agama, sempurnakanlah pondasi bangunan Islam tersebut. Demikianlah makna ucapan Ibnu Rajab Al-Hambali sebagaimana di atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangkat dari Tulisan : Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah dari Kajian Alam Islam, kiriman sahabat Hendarsyah Febryan, Facebook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-5621054035217217168?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/5621054035217217168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/syarat-laa-ilaha-illallah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/5621054035217217168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/5621054035217217168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/syarat-laa-ilaha-illallah.html' title='Syarat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ   (Laa Ilaha Illallah)'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-3427839163012353569</id><published>2009-08-03T05:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T05:22:10.291-07:00</updated><title type='text'>"Dilarang" Membangun Masjid ?</title><content type='html'>Berdasarkan pengalaman turut mengelola Panti Asuhan “Kunci Cahaya”  di Tangerang dan keluhan beberapa pengelola panti asuhan lainnya tampak jelas bahwa panti asuhan masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Juga sepanjang pergaulan kaum miskin dan kurang beruntung lainnya nampak bahwa masyarakat enggan membantu mereka secara langsung. Apatah lagi memberi zakat dan bantuan sebagaimana disarankan agama yaitu yang membuat mereka tidak lagi memerlukan bantuan. Memberi sampai dengan biaya hidup selama satu tahun. Demikianlah ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak apologi yang dikemukakan. Memberi pancing, membuat malas, dan sebagainya. Namun di saat yang sama tampak bahwa masyarakat berlomba-lomba membangun masjid. Fenomenanya telah menjurus pada “perang gengsi” antar kampung dalam kepemilikan masjid. Padahal jelas bahwa masjid hanya makmur saat awal bulan Ramadhan, selebihnya sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergelitik oleh fenomena tersebut di atas maka penulis berinisiatif untuk mencari apa kata Allah SWT dalam Al Qur’an. Berkat Al Qur’an digital maka cukup mengetikkan dua kata kunci terpampang jelas apa kata Allah SWT dalam ayat-ayat yang sangat jelas dan terang benderang. Ketikkan kata kunci: Masjid kemudian Yatim…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERNYATA… !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terdapat satu ayatpun yang memerintahkan umat Islam untuk berlomba-lomba mendirikan masjid sebagaimana telah umum kita ketahui. Apalagi sekadar untuk kesombongan antar kampung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelusuran ditemukan 19 (sembilan belas) ayat yang mengandung kata masjid. Empat belas ayat di antaranya adalah mengenai Masjidilharam yang tidak relevan untuk dibahas dalam konteks ini. Kalau dibaca satu-satu mungkin akan lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan, untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu’min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu . Mereka sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta . (QS 9: 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menurut asbabun nuzul-nya adalah pemberitahuan Allah SWT kepada Rasulullah SAW bahwa ada sekelompok orang munafik yang mendirikan masjid (yaitu Masjid Dhirar) untuk tujuan yang sangat negatif. Maka Rasulullah SAW memerintahkan agar masjid dimaksud dihancurkan. Kejadian tersebut pasti ada relevansinya dengan kejadian di masa akan datang karena Al Qur’an dimaksudkan untuk menjadi petunjuk sampai dengan akhir zaman tidak hanya berlaku untuk zaman Nabi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kita lihat fenomena berlomba-lomba membangun masjid yang banyak terjadi dewasa ini. Dan jika kita bertanya kepada para inisiator dan pendukungnya niscaya semuanya akan bersumpah “Kami tidak menghendaki selain kebaikan“ sebagaimana dinayatakan Allah dalam ayat di atas. Pada kenyataannya banyak manusia yang merasa melakukan kebaikan padahal sesungguhnya melakukan kerusakan. Karena melakukan kebaikan semaunya sendiri tanpa berpedoman pada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Merasa berbuat kebaikan padahal dalam ilmu Allah sedang melakukan keburukan. Merasa menegakkan kebenaran dan keadilan padahal sesungguhnya sedang menegakkan kebatilan dan kedzaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT mengungkapkan bahwa sekiranya di muka bumi ini tidak ada lagi manusia yang beriman dalam pengertian sebenarnya maka Allah SWT akan menghancurkan masjid dan rumah ibadah lainnya berikut mereka yang memakmurkannya. Sekiranya Allah tiada menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. (QS 22: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa di dalam rumah ibadah dimaksud banyak disebut nama Allah, tetapi Allah SWT tetap akan menghancurkannya beserta aktivisnya sekalian. Tuhan gak pernah main-main. Artinya banyak di antara manusia yang mengaku ber-Tuhan dan beragama bahkan menyebut nama-Nya dengan sekeras-kerasnya (jika kurang keras maka dipasanglah loudspeaker besar-besar) tetapi di dalam pandangan ilmu Allah hanyalah seorang pendusta. Jadi, jangan pernah kita tertipu dengan penampilan lahiriah belaka. Jangan hanya karena jidat hitam, celana nggantung, jenggot panjang atau bercadar lantas kita katakan bahwa yang bersangkutan adalah orang alim. Dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah awal Islam juga menunjukkan kepada kita bahwa sebuah masjid hanya dibangun atas perintah Rasulullah SAW atau orang yang mewakili beliau untuk periode selanjutnya. (Proposisi ini perlu penelitian lebih lanjut, saat ini baru bersifat hipotesis.) Maka perintah Allah SWT kepada umat Islam adalah untuk memakmurkan dan tidak dijumpai satu ayatpun yang memerintahkan pendiriannya. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 9: 18)  Yaitu dengan cara bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. (QS 24: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak jelas bahwa aktivitas memakmurkan masjid hanya akan bernilai jika dilakukan dengan keimanan. Beriman kepada Allah dan hari kemudian. Artinya segala amal kebajikan bahkan menyebut nama Allah di dalam masjid pun tetap dipandang sebagai sebuah kesia-siaan jika tidak dilakukan dengan keimanan. Pertanyaan yang menuntut jawaban saat ini adalah: “Keimanan seperti apakah yang menjadi prasyarat diterimanya amal perbuatan?“ karena kita tidak dapat mengklaim diri sebagai kaum yang beriman begitu saja tanpa mengetahui hakikat dan ciri-cirinya. Klaim dan keyakinan setegar apapun tidak akan mengubah realitas. Maka untuk mencari keselamatan kita harus mencari jawabannya dalam Al Qur’an. Dan sesuaikan diri kita dengan kata Allah SWT dalam Al Qur’an. Maka kita akan menjadi orang yang dikehendaki Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita bahas tentang menafkahkan harta di jalan Allah. Ayat yang muncul saat kita masukkan kata kunci “Yatim“ menjelaskan tentang menafkahkan harta dan berbagai hal terkait perlakuan terhadap yatim. Dalam ayat menyebutkan golongan manusia yang berhak memperolehnya. Kepada pemberinya, Allah telah menjanjikan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya. Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS 2: 215)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu  yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (QS 107: 1-3) Dari Sahl bin Sa’id dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda: “Aku dan orang yang merawat anak yatim itu begini, Nabi berkata dengan (isyarat) dua jarinya, yakni jari telunjuk dan jari tengah.”  (HR Bukhari). Betapa banyak ayat Qur’an juga Hadist Nabi yang tidak hanya mendorong tetapi malahan mewajibkan umat Islam untuk menyantuni dan merawat anak yatim. Jika Anda ingin memperoleh kedudukan tinggi dalam syurga dan berdekatan dengan Rasulullah SAW seumpama dekatnya dua jari maka “Rawat dan santuni anak yatim…! Jika belum, maka dukunglah orang yang melaksanakannya…!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka yang menyantuni anak yatim akan beroleh kedudukan sebagai hamba yang saleh di akherat. Bersegeralah sebelum menyesal. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkanku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS 63: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat diambil kesimpulan bahwa Islam hanya memerintahkan manusia untuk mengeluarkan harta kepada manusia yang terpinggirkan secara sosial ekonomi. Allah tidak pernah memerintahkan masyarakat untuk memberikan hartanya kepada bangunan dan benda-benda. Mungkin maksudnya adalah, pembangunan masjid-masjid hanya sangat baik jika diperintahkan Rasul-Nya atau wakil yang ditunjuk Rasul-Nya (Ulil Amri). Allah hanya perintahkan manusia pada umumnya untuk berlomba-lomba membantu kaum dhuafa. Bahkan perintahkan untuk membantu lebih dari keperluan yaitu yang dibantu tidak akan memerlukan bantuan lagi. Membantu sampai mencapai taraf kemandirian. Dengan memiliki cadangan biaya hidup setahun maka yang bersangkutan dapat lebih tenang dalam beribadah dan lebih kreatif dalam memecahkan problema kemiskinannya. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan, katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. (QS 2: 219-220)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud tulisan ini bukanlah mencegah masyarakat berlomba-lomba mendirikan masjid tetapi sekadar mengingatkan urgensi permasalahan umat saat ini adalah pemberantasan kemiskinan dan kebodohan. Pertanyaan selanjutnya adalah sudahkah kita memakmurkan masjid yang telah didirikan? Sudahkah kita termasuk kaum yang beriman? Tahukah ciri keimanan yang dimaksud dalam Qur’an? Karena tanpa iman sia-sia segala amal perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat boleh membangun masjid –walaupun tidak diperintahkan- tetapi yang mendapat arti pahala hanya apabila mendirikan masjid di atas dasar ketaqwaan. Pada hakikatnya hanya mendirikan atas dasar perintah Allah, Rasul-Nya dan/atau Ulil Amri yang ditunjuk Allah. Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS 9: 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan jelas dalam ayat tersebut, jika di luar dasar taqwa maka sesungguhnya mereka hanya mendirikan bangunan yang secara hakikat berdiri di tepi jurang neraka dan bukan Masjid dalam pengertian hakiki sebagai tempat bersujud. Bangunan itu akan runtuh ke dalam Jahannam bersama-sama dengan pembangunnya. Sepertinya hanya orang Islam yang membangun masjid. Jadi ancaman Allah juga meliputi mereka yang mengaku sebagai muslim tanpa kecuali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. (QS 9: 17) Jelas, ada orang musyrik yang nampak memakmurkan masjid. Musyrik seperti apakah yang dimaksudkan dalam ayat ini? Nanti kita akan menelusuri makna kata musyrik dan kafir dalam Al Qur’an. Dari berbagai pengertian jenis kemusyrikan akan nampak bahwa hanya satu golongan musyrik yang umat Islam tidak mungkin termasuk di dalamnya. Sementara dalam pengertian selebihnya masih mungkin untuk termasuk dalam kategori dimaksud, Wallahu A'lamu bishshowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-3427839163012353569?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/3427839163012353569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/dilarang-membangun-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3427839163012353569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3427839163012353569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/dilarang-membangun-masjid.html' title='&quot;Dilarang&quot; Membangun Masjid ?'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-7904459476471029499</id><published>2009-08-02T19:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T19:32:04.788-07:00</updated><title type='text'>Mari doakan saudara kita</title><content type='html'>بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Wahai Rabb Kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian terhadap orang-orang yang beriman (berada) dalam hati kami. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara keutamaan-keutamaan iman yang itu merupakan buah dari keimanan seorang muslim dan akan nampak pada segi amalan lahiriyah-nya adalah mereka sangat bersemangat untuk bisa memberikan kemanfaatan kepada saudaranya sesama muslim, baik itu berbentuk pengajaran ilmu yang bermanfaat atau bantuan yang berupa materi atau paling minimal ia akan mendoakan kebaikan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja hal ini timbul disebabkan adanya sisi kebersamaan didalam keimanan. Dan hal tersebut akan memberikan sebuah konsekuensi adanya suatu ikatan persaudaraan diantara sesama kaum mukminin. Dengan timbulnya suatu ikatan persaudaraan diantara kaum mukminin, pada akhirnya, akan membuahkan hasil yang menggembirakan berupa saling mencintai dan saling mendoakan dengan kebaikan diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang kami hormati, marilah kita mencoba merenung sejenak untuk bisa menghayati makna-makna dan bisa mengambil beberapa faedah yang bisa dipetik dari cuplikan ayat diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ&lt;br /&gt;adalah: Orang-orang yang datang setelah Muhajirin dan Anshar yaitu para tabi’in dan kaum muslimin setelahnya sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendoakan ampunan bagi saudara-saudara mereka yang telah mendahului mereka dalam keimanan, yaitu para shahabat (Muhajirin dan Anshar) Radhiallahu ‘anhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di berkata dalam kitabnya, Taisirul Karimir Rahman, menafsirkan ayat tersebut, bahwa doa ini (ayat ini) mencakup segenap kaum mukminin yang terdahulu baik dari kalangan shahabat maupun kaum mukminin yang hidup sebelum masa shahabat, dan juga kaum mukminin yang datang setelah para shahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi doa mereka mencakup semua kaum mukminin. Mereka mendoakan bagi saudaranya sesama mukmin dengan kebaikan dalam keadaan saudaranya tersebut tidak hadir di hadapannya dan tanpa sepengetahuannya. Inilah yang diistilahkan oleh para ulama dalam kitab-kitabnya dengan ( اَلدُّعَاءُ بِظَهْرِ الْغَيْبِ ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu doa yang dilakukan tanpa kehadiran orang yang didoakan dan juga tanpa sepengetahuannya. Dan insya Allah akan datang penjelasannya melalui hadits-hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, bahwasanya amalan yang seperti ini merupakan bukti dan petunjuk yang kuat dan jelas akan kejujuran dan kesempurnaan keimanan seseorang. Sebab bagaimana tidak sedangkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ&lt;br /&gt;“Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri (dari segala hal yang baik).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika engkau mendoakan bagi saudaramu suatu kebaikan apapun tanpa sepengetahuannya bahwa engkau telah mendoakannya dan juga tanpa adanya wasiat dari dirinya untuk minta didoakan dengan sesuatu, maka hal itu merupakan suatu petunjuk akan kecintaanmu yang jujur kepada saudaramu tersebut. Ini juga berarti bahwa engkau benar-benar menginginkan suatu kebaikan ada pada diri saudaramu sebagaimana engkau menginginkan kebaikan itu ada pada dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kita juga meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dihilangkan dari diri kita penyakit-penyakit yang bisa menghalangi timbulnya sifat kecintaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan doa mereka dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ “&lt;br /&gt;“…Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian terhadap orang-orang yang beriman (berada) dalam hati kami. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Imam Al-Qurthubi menjelaskan dalam tafsirnya, Al-Jami’ li Ahkamil- Qur`an, bahwa makna ( غِلاًّ ) adalah sifat dendam dan iri hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam firman-Nya bahwa dalam doa tersebut mereka memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dihilangkan dari hati-hati mereka sifat dendam dan iri hati, baik sedikit maupun banyak. Yang mana jika hilang dua sifat tercela tersebut, maka akan tertanam dalam hati itu sifat kebalikannya, yaitu adanya kecintaan sesama mukmin, loyalitas, saling menasehati, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ محمد: ١٩&lt;br /&gt;“Dan memohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) kaum mukminin, baik yang laki-laki maupun perempuan.” (Muhammad: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan nabi-Nya Shalallahu ‘alaihi wa Sallam agar beliau berdoa meminta ampun atas dosa-dosanya dan juga memintakan ampunan bagi saudara-saudaranya kaum mukminin, laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang senada juga Allah Subhanahu wa Ta’ala kisahkan dalam firman-Nya tentang doa nabi Ibrohim ‘Alaihis Salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ إبراهيم: ٤١&lt;br /&gt;“Wahai Rabb kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan segenap orang-orang yang beriman pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Ibrohim: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potongan dua ayat diatas kembali menunjukkan tentang mendoakan saudaranya dengan kebaikan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari ayat-ayat yang telah kita lewati itu bahwasanya mendoakan saudaranya dengan kebaikan tanpa sepengetahuannya merupakan petunjuk, jalan dan amalan yang telah diamalkan oleh para rasul عليهم الصلاة والسلام .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan amalan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang sekalian yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, setelah kita bisa memahami makna ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala diatas dan juga mengambil faedah yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut, maka sekarang marilah kita melihat kepada petunjuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Muslim meletakkan beberapa hadits dalam masalah ini dalam kitab Shohih-nya yang kemudian diberi judul oleh Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i: “Keutamaan doa untuk kaum muslimin dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits dari shahabiyah Ummud Darda`:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ&lt;br /&gt;“Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata (kepadanya): “Ya Allah, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah selengkapnya dari hadits diatas adalah sebagai berikut: Seorang laki-laki datang ke negeri Syam, kemudian ia ingin bertemu dengan Abud Darda` Radhiallahu ‘anhu di rumahnya namun beliau tidak ada dan hanya mendapati Ummud Darda`. Ummud Darda` berkata, “Apakah kamu ingin pergi haji tahun ini?” Orang tersebut menjawab, “Ya.” Ummud Darda` mengatakan, “Doakanlah kami dengan kebaikan. Karena sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,” kemudian Ummud Darda` menyebutkan hadits diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam An-Nawawi رحه الله menjelaskan hadits diatas dalam kitabnya, Al-Minhaj, dengan mengatakan, “Makna بظهر الغيب adalah tanpa kehadiran orang yang didoakan di hadapannya dan tanpa sepengetahuannya. Amalan yang seperti ini benar-benar menunjukkan di dalam keikhlasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dahulu sebagian para salaf jika menginginkan suatu doa bagi dirinya sendiri, maka iapun akan berdoa dengan doa tersebut bagi saudaranya sesama muslim dikarenakan amalan tersebut sangat dikabulkan dan ia akan mendapatkan balasan yang semisalnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin menjelaskan, “Bahwasanya jika seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Allah, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jika engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-7904459476471029499?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/7904459476471029499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/mari-doakan-saudara-kita.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7904459476471029499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7904459476471029499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/08/mari-doakan-saudara-kita.html' title='Mari doakan saudara kita'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-6841017994451711639</id><published>2009-07-27T18:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T18:56:18.924-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Bismillah,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menerima suatu amalan (ibadah, red) apapun dari siapa pun kecuali setelah terpenuhinya dua syarat yang sangat mendasar dan prinsipil, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amalan tersebut harus dilandasi keikhlasan hanya kepada Allah&lt;br /&gt;Dengan demikian pelaku amalan tersebut sama sekali tidak mengharapkan balasan dari amalannya tersebut kecuali keridhoan Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kaifiat pelaksanaan amalan tersebut harus sesuai dengan petunjuk Rasulullah -Shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasan ini akan ditekankan pada makna syarat dan bentuk keikhlasan yang dimaksud. Untuk sampai kepadanya, mari kita selami sekilas beberapa dalil dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Rabbnya”. (QS. Al-Kahfi : 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia lah yang menjadikan mati dan hidup, agar Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalannya”. (QS. Al-Mulk : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Fudhoil bin Iyadh -rahimahullah- sebagaimana dalam Majmu’ Al-Fatawa karya Ibnu Taimiah -rahimahullah- (18/250) berkata ketika menafsirkan firman Allah ["siapa di antara kalian yang paling baik amalannya”], “(Yaitu) Yang paling ikhlas dan yang paling benar. Karena sesungguhnya amalan, jika ada keikhlasannya akan tetapi belum benar, maka tidak akan diterima. Jika amalan itu benar akan tetapi tanpa disertai keikhlasan, maka juga tidak diterima, sampai amalan tersebut ikhlas dan benar. Yang ikhlas adalah yang hanya (diperuntukkan) bagi Allah dan yang benar adalah yang berada di atas sunnah (Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemurnian Keikhlasan Hanya Kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah konsekuensi dari syahadat pertama yaitu persaksian bahwa tidak ada sembahan yang berhak untuk disembah dan diibadahi kecuali hanya Allah -Subhanahu wa Ta’ala- semata serta meninggalkan dan berlepas diri dari berbagai macam bentuk kesyirikan dan penyembahan kepada selain Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak dalil yang menopang syarat ini, di antaranya:&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)”. (QS. Az-Zumar : 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;“Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”. (QS. Az-Zumar : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”. (QS. Al-Bayyinah : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dari As-Sunnah, maka Rasulullah -Shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam- telah menegaskan dalam sabda beliau:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niatnya masing-masing, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena perempuan yang hendak dia nikahi, maka hijrahnya kepada sesuatu yang dia hijrah kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 54, 2392 dan Muslim no. 1907 dari sahabat Umar bin Al-Khaththab -radhiallahu anhu-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Syarat Dalam Memurnikan Keikhlasan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lepas dari syirik ashgar (syirik kecil) berupa riya` (ingin dilihat), sum’ah (ingin didengar), keinginan mendapatkan balasan duniawi dari amalannya, dan yang semisalnya dari bentuk-bentuk ketidak ikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semua niat-niat di atas menyebabkan amalan yang sedang dikerjakan sia-sia, tidak ada artinya dan tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah -Shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam- bersabda bahwa Allah Ta’ala berfirman dalam hadits Qudsy:&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan apapun yang dia memperserikatkan-Ku bersama selain-Ku dalam amalan tersebut, maka akan Aku tinggalkan dia dan siapa yang dia perserikatkan bersama-Ku”. (HR. Muslim no. 2985 dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah Ta’ala telah menegaskan:&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menghendaki (dengan ibadahnya) kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Hud : 15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lepas dari syirik akbar (syirik besar), yaitu menjadikan sebahagian dari atau seluruh ibadah yang sedang dia amalkan untuk sesuatu selain Allah -Subhanahu wa Ta’ala-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara kedua ini jauh lebih berbahaya, karena tidak hanya membuat ibadah yang sedang diamalkan sia-sia dan tidak diterima oleh Allah, bahkan membuat seluruh pahala ibadah yang telah diamalkan akan terhapus seluruhnya tanpa terkecuali.&lt;br /&gt;Bahkan Allah Ta’ala telah memperingatkan Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam- dan seluruh Nabi sebelum beliau dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-Nabi) yang sebelummu: “Jika kamu berbuat kesyirikan, niscaya akan terhapuslah seluruh amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Az-Zumar : 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aqidah pelakunya haruslah aqidah yang benar, dalam artian dia tidak meyakini sebuah aqidah yang bisa mengkafirkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Ada seseorang yang shalat dengan ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, hanya saja dia meyakini hal yang sesat, misalnya keyakinannya bahwa Allah pasti memaafkan dan tidak memberi adzab neraka kepada orang-orang diluar Islam yang berkelakuan baik semasa hidupnya. Dengan keyakinan demikian maka orang ini telah berada dalam keyakinan yang kafir, keyakinan yang telah membatalkan keislaman dirinya sehingga segala amalannya tidak akan diterima Allah dan menjadi amalan yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh lain: Ada yang beranggapan bahwa ummat ummat lain akan selamat dg pertanyaan dalam kubur "Man Nabiyuka" sesuai keyakinannya, spt ummat kristen dg nabi Isa, ummat yahudi dg nabi Musa,... tidak, Kita harus tetap yakin bila "Jawaban" pertanyaan itu hanya "Muhammad SAW" jawaban selain itu salah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian 3 syarat penting agar keikhlasan kita bisa terpelihara agar ibadah kita bisa diterima Allah sebagai suatu amal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bish-Shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-6841017994451711639?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/6841017994451711639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/bismillah-sesungguhnya-allah-taala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/6841017994451711639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/6841017994451711639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/bismillah-sesungguhnya-allah-taala.html' title=''/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-4846304436131283475</id><published>2009-07-22T18:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T18:19:22.881-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Iman dan amal sholih'/><title type='text'>Syarat Dalam Membangun Keluarga Muslim Yang Baik</title><content type='html'>Bismillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun keluarga muslim yang baik perlu dipersiapkan anggota keluarga yang shalih, tentunya dimulai dari memilih pasangan suami istri yang shalih pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria ketika akan menikah hendaknya mempersiapkan diri dan melihat kemampuan dirinya. Dia harus membekali diri dengan ilmu agama agar dapat memfungsikan dirinya sebagai qawwam (pemimpin) yang baik dalam rumah tangga. Karena Allah Ta`ala telah menetapkan (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kaum pria itu adalah pemimpin atas kaum wanita disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka (melebihkan kaum pria) di atas sebagian yang lain (di atas kaum wanita) dan karena kaum pria telah membelanjakan harta-harta mereka untuk menghidupi wanita…”. ( An Nisa: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya seorang pria menjatuhkan pilihan hidupnya kepada wanita yang shalihah karena demikian yang dituntunkan oleh Nabi kita yang mulia Muhammad shallallahu alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda tentang kelebihan wanita yang shalihah (yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah “. (HR. Muslim dalam Shahihnya, Kitab Ar Radlaa`, Bab Istihbaab Nikaahil Bikr. 10/56, Syarah Nawawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang istri yang shalihah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam juga bersabda (yang artinya) :&lt;br /&gt;“Ada empat perkara yang termasuk dari kebahagiaan: istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan ada empat perkara yang termasuk dari kesengsaraan: tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), tunggangan yang jelek dan tempat tinggal yang sempit”. (HR. Ibnu Hibban. Hadits ini dishahihkan Syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitab beliau ” Ash Shahihul Musnad Mimma Laysa fish Shahihain” 1/277)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengabarkan (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, kedudukannya (keturunannya), kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, taribat yadaak “. (HR. Bukhari dalam Shahihnya no. 5090, Kitab An Nikah, bab Al Akfaau fid Dien, dan Muslim dalam Shahihnya, Kitab Ar Radla, bab Istihbaab Nikahi Dzatid Dien, 10/51, Syarah Nawawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam makna hadits ini ada hasungan untuk bergaul/berteman dengan orang yang memiliki agama baik dalam segala sesuatu karena berteman dengan mereka bisa mengambil faedah dari akhlak mereka, barakah mereka dan baiknya jalan hidup mereka, di samping itu kita aman dari kerusakan yang ditimbulkan mereka”. (10/52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah agama ini juga harus menjadi pertimbangan seorang wanita ketika ia memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria, karena pria yang shalih ini bila mencintai istrinya maka ia akan memuliakannya, namun bila ia tidak mencintai istrinya maka ia tidak akan menghinakannya. Dan hal ini harus menjadi perhatian wali si wanita karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila datang kepada kalian (para wali wanita) orang yang kalian ridla agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita yang di bawah perwalian kalian) maka nikahkanlah laki-laki itu, kalau tidak kalian lakukan hal tersebut niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan terjadi kerusakan yang merata”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila setiap muslim memperhatikan dan melaksanakan dengan baik apa yang ditetapkan dan digariskan oleh syariat agamanya niscaya ia akan mendapatkan kelurusan dan ketenangan dalam hidupnya, termasuk dalam kehidupan berkeluarga. Dan dia benar-benar dapat merasakan tanda kekuasaan Allah ta`ala sebagaimana dalam firman-Nya (yang artinya);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untuk kalian pasangan-pasangan kalian dari diri-diri (jenis) kalian sendiri agar kalian merasa tenang dengan keberadaaan mereka dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda –tanda bagi kaum yang mau berfikir”. (Ar Ruum: 21 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ta`ala a`lam bishawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dan merujuk dari tulisan Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah, yang berjudul “Keluarga Dalam Pandangan Islam, Assyariah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-4846304436131283475?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/4846304436131283475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/syarat-dalam-membangun-keluarga-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/4846304436131283475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/4846304436131283475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/syarat-dalam-membangun-keluarga-muslim.html' title='Syarat Dalam Membangun Keluarga Muslim Yang Baik'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-7995102986103720110</id><published>2009-07-22T02:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T02:24:38.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Semangat  Ikhtiar'/><title type='text'>7  (tujuh) Cara Mengatasi Kesulitan Rizqi</title><content type='html'>&lt;div class="column body" id="scroll_here"&gt;&lt;div class="text"&gt;                        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liku-liku kehidupan memang tak bisa dikalkulasi dengan hitungan.  Negeri yang sedemikian makmurnya ini, terancam kekurangan sandang, pangan dan papan. Kegoncangan melanda di mana-mana.  Kegelisahan menjadi selimut kehidupan yang tidak bisa ditanggalkan. Begitulah kalau krisis ekonomi sudah memakan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan manusia telah lalai, bahwa segala yang terhampar di jagat raya ini ada Dzat yang mengaturnya.  Apakah mereka tidak ingat Allah Ta’ala telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allahlah yang memberi rezkinya.” (QS. Hud : 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan yang mantap adalah bekal utama dalam menjalani asbab (usaha) mencari rezeki. Ar Rahman yang menjadikan dunia ini sebagai negeri imtihan (ujian), telah memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapi manusia. Diantaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berusaha dan Bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah merupakan sunnatullah seseorang yang ingin mendapatkan limpahan rezeki Allah harus berusaha dan bekerja. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau telah ditunaikan shalat Jum’at maka bertebaranlah di muka bumi dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kalian bahagia.”(QS. Al Jumu’ah : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezeki Allah itu harus diusahakan dan dicari. Tapi, kadang-kadang karena gengsi, sombong dan harga diri seseorang enggan bekerja. Padahal mulia atau tidaknya suatu pekerjaan itu dilihat apakah pekerjaan tersebut halal atau haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Taqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang melalaikan perkara ini, karena kesempitan hidup yang dialaminya. Dia mengabaikan perintah-perintah Allah, karena tidak sabar menunggu datangnya pertolongan Allah. Padahal Allah Ta’ala telah menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thala : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu ‘dari jalan yang tidak diharapkan dan diangankan-angankan,’ demikian komentar Qatadah, seorang tabi’in (Tafsir Ibnu Katsir 4/48). Lebih jelas lagi Syaikh Salim Al Hilali mengatakan bahwa Allah Yang Maha Tinggi dan Agung memberitahukan, barangsiapa yang bertaqwa kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapinya dan dia akan terbebas dari mara bahaya dunia dan akhirat serta Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Bahjatun Nadhirin 1/44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tawakkal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni ‘barangsiapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi apa yang dia inginkan,” demikian kata Imam Al Qurthubi dalam dalam Al Jami’ Ahkamul Qur’an, 8/106.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak dinamakan tawakkal bila tidak menjalani usaha. Sesungguhnya menjalani usaha merupakan bagian dari tawakkal itu sendiri. Oleh karena itu Ibnul Qoyyim mengatakan :”Tawakkal dan kecukupan (yang Allah janjikan) itu, bila tanpa menjalani asbab yang diperintahkan, merupakan kelemahan semata, sekalipun ada sedikit unsur tawakkalnya. Hal yang demikian itu merupakan tawakkal yang lemah. Maka dari itu tidak sepantasnya seorang hamba menjadikan sikap tawakkal itu lemah dan tidak berbuat dan berusaha. Seharusnya dia menjadikan tawakkal tersebut bagian dari asbab yang diperintahkan untuk dijalani, yang tidak akan sempurna makna makna tawakkal kecuali dengan itu semua.” (Zadul Ma’ad 2/315). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita dalam riwayat yang shahih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah denagn sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kaian sebagaimana burung diberi rezeki, pergi dipagi hari dalam keadaan perut kosong, (dan) pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. An Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur adalah jalan lain yang Allah berikan kepada kaum mukminin dalam menghadapi kesulitan rezeki. Dalam surat Ibrohim ayat 7 Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau seandainya kalian bersyukur, sungguh-sungguh Kami akan menambah untuk kalian (nikmat-Ku) dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya adzab-Ku sangat keras.” (QS. Ibrohim : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dengan cara bersyukur insya Allah akan mudah urusan rezeki kita. Adapun hakekat syukur adalah : “mengakui nikmat tersebut dari Dzat Yang Maha Memberi nikmat dan tidak mempergunakannya untuk selain ketaatan kepada-Nya,” begitu Al Imam Qurthubi menerangkan kepada kita (tafsir Qurthubi 9/225)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berinfaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang barangkai menyangka bagaimana mungkin berinfaq dapat mendatangkan rezeki dan karunia Allah, sebab denagn berinfaq harta kita menjadi berkurang. Ketahuilah Dzt Yang maha Memberi Rezeki telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apa-apa yang kalian infaqkan dari sebagian harta kalian, maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Silaturohmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berkeinginan untuk dibentangkan rezeki baginya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturohmi.” (HR. Bukhori Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan senjata yang ampuh bagi muslimin berupa doa. Dengan berdoa seorang muslim insya Allah akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menuntun kita agar berdoa tatkala kita menghadapi kesulitan rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.” (HR. Ibnu Majah dan yang selainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish Showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Hamzah Yusuf   (Kajian Alam Islami, FB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-7995102986103720110?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/7995102986103720110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/7-tujuh-cara-mengatasi-kesulitan-rizqi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7995102986103720110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7995102986103720110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/7-tujuh-cara-mengatasi-kesulitan-rizqi.html' title='7  (tujuh) Cara Mengatasi Kesulitan Rizqi'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-3644635541985573517</id><published>2009-07-19T18:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T19:10:24.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Iman'/><title type='text'>Cinta Sejati</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;" &gt;&lt;em&gt;Apa Itu Cinta? &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Cinta itu perasaan jiwa semulajadi. Ia adalah fitrah yang menjadi salah satu sifat manusia. Ia wujud bila hati tertarik kepada yang dicintainya itu penuh emosi dan gembira karenanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Dalam memenuhi keperluan untuk puas dalam cinta,manusia menghadapi krisis nilai. Insan yang mula jatuh cinta akan bersungguh untuk mencapai kepuasan dalam cinta itu. Ada yang menjadi buta dan kabur nilai akibat bercinta. Tapi bagi yang bijaksana mereka mendambakan cara yang sesuai dan mulia untuk memenuhi keperluan cintanya itu. Insan demikian ingin hidup yang bersih dan penuh taqwa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Sifat Cinta &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Cinta itu suci,mahal dan tinggi tarafnya. Sifat cinta itu sempurna. Jika tidak, cinta akan cacat. Itulah hakikat cinta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="more-14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Cinta ada Sejak Dilahirkan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Rasa cinta telah ada di dalam jiwa manusia sejak manusia itu lahir ke dunia. Cuma manusia akan melalui tahap-tahap kelahiran.  Cinta bermula dari cinta kepada belaian ibu,membawa kepada cinta kepada kekasih dan akhirnya setelah puas mencari cinta suci,maka akan cinta kepada Tuhan.   Wujudnya cinta itu tidak dapat dilihat tapi dapat dirasa, dan cinta itu suci murni serta putih bersih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Cinta Bersedia &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bila sampai masanya di setiap tahap-tahap cinta,maka Tuhan menjadikan manusia itu bersedia menerima cinta itu.Pada mulanya jiwa itu bersedia menerima cinta,lantas sedia pula untuk berkongsi rasa kewujudan dengan dikasihi. Sedia untuk mengikat setia serta saling memahami. Setia untuk dipertanggungjawapkan kerana cinta. Sedia untuk menyerah diri pada yang dicintai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Cinta Itu Indah &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Walaupun kewujudan cinta tidak bisa dilihat,tetapi cinta itu indah dan cantik. Cantiknya itu tulus dan tidak ia bertopeng.  Bukan saja ia cantik malah suci murni,bercahaya gemerlap dan putih bersih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Cinta Itu Mengharap Balasan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Cinta antara manusia itu berkehendak kepada jodoh atau pasangan,dari diri yang punya persamaan,dari diri yang asalnya satu.  Bila dapat yang dicari, bermakna cinta itu menganggap telah bertemu yang paling sesuai dan secucuk dengan jiwanya,untuk bersatu kembali. Kehendak itu timbal balik sifatnya karena manusia dalam bercinta tidak hanya menerima tapi juga memberi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Cinta Itu Menakluki &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sifat cinta itu ingin menguasai. Dia mau yang dikasihinya itu hanya khusus untuk dirinya.  Dia tidak mau ianya dikongsi dengan orang lain. Sifat ini menuntut hak untuk mencintai dan dicintai. Tapi,dalam perjalanannya, sering ingin menakluki,ia juga ingin ditakluki sepenuhnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Cinta Itu Mengetahui &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Pada asasnya sebenarnya cinta itu mengetahui. Orang yang bercinta tahu siapa yang patut dicintainya. Cinta tidak perlu bertanya.Manusia boleh jatuh cinta tanpa membaca ilmiah atau novel tentang cinta. Mereka tahu apa yang perlu dilakukan. Tapi,cinta cuma tahu bercinta.Ia tidak tahu akan peraturan cinta jika tiada diberikan tuntunan dan arahan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Cinta Itu Hidup &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Cinta adalah ibarat manusia,bisa berputik,  lalu mekar serta bisa layu dan gugur. Cinta itu punya asa dan perasaan. Cinta mendengar cinta, berkata cinta,melihat cinta. Cinta adalah segala-galanya. Sayang, benci,cemburu,gembira,sedih,tenang,tertekan,ketawa dan menangis. Cinta itu hidup sampai satu ketika ia akan menemui mati.Tapi ramai orang berharap agar cinta itu kekal selagi dia masih hidup dan tetap hidup walaupun telah mati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Cinta Itu Suci &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sebagaimana yang banyak dikatakan orang,cinta itu suci. Sucinya cinta bukan bermakna ia tidak mengharap balasan. Cinta mengharap balasan cinta. Sucinya cinta bermakna ia tidak bernoda dan tidak pula berdosa Itulah sifat asal cinta, ia suci bagaikan anak yang baru lahir. Mereka yang kenal arti cinta akan berjuang mengekalkan cinta itu sesuci mungkin. Mengekalkan cinta suci berarti menjauhkan dari godaan nafsu yang tidak ada batasan.  Karena nafsulah cinta suci jadi bernoda dan berdosa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Cinta Itu Mempesona &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Cinta itu bukan saja indah,tapi mempesonakan. Ia bukan karena cinta itu nakal sifatnya tapi karena ia suci dan bersih. Ia adalah sebagaimana anda melihat pada anak kecil yang comel dan bersih. Dia senyum pada anda dan mendekati anda. Anda terpesona karena bukan saja ianya comel, tapi karena dia adalah insan yang tidak berdosa. Karena sifat cinta yang mempersona inilah selalunya manusia itu berbuat khilaf bila bercinta.  Apa saja yang dilakukan oleh kekasihnya…mempesonakannya dan nampak cantik serta betul walaupun itu adalah satu dosa dan akan menodai cinta itu sendiri. Itulah juga yang menyebabkan orang yang bercinta itu walaupun seorang yang bijaksana, akan menjadi bodoh karena pesona cinta. Akal itu mampu dikalahkan oleh nafsu.  Nafsu itu tidak bisa dikalahkan melainkan jika anda sentiasa ingat kepada Tuhan Pencipta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Garamond,Times,Serif;font-size:7;"  &gt;&lt;em&gt;Apakah itu Bukti Cinta? &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Cinta perlukan bukti. Ramai orang percaya bahwa bukti cinta itu ialah mengorbankan atau menyerahkan apa saja yang kekasih anda mau.  Mereka percaya jika itu tidak dilakukan, maka cinta itu tidak tinggi nilainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sebenarnya anggapan itu tidak tepat. Jika anda beri semua yang dia mau, apakah yang tinggal pada anda? Benarkah dia cinta pada anda bila dia menginginkan pengorbanan anda? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Verdana,Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Cinta sejati tidak memusnahkan atau merusakkan diri kekasih yang dicintai. Malah ia menjaga agar kekasih tetap suci dan selamat sebagaimana sucinya cinta itu sendiri &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Times New Roman,Times,Serif;font-size:180%;"  &gt;“Janganlah hendaknya kecintaan anda terhadap sesuatu itu membuatkan anda menjadi lupa dan kebencian anda terhadap sesuatu itu membuatkan anda menjadi hancur” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 153);font-family:Geneva,Arial,Sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;- Saidina Umar Ibnul Khattab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-3644635541985573517?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/3644635541985573517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/cinta-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3644635541985573517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3644635541985573517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/cinta-sejati.html' title='Cinta Sejati'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-883314355588071063</id><published>2009-07-16T01:48:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T01:49:21.330-07:00</updated><title type='text'>Pengaruh DOSA dan MAKSIAT</title><content type='html'>Bismillah,&lt;br /&gt;Pengaruh dosa terhadap hati seperti bahayanya racun bagi tubuh. Dan tidak ada suatu kejelekan di dunia dan di akhirat kecuali sebabnya adalah dosa dan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang menyebabkan Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga -tempat yang penuh kelezatan dan kenikmatan- kepada negeri yang terdapat berbagai penderitaan (dunia)?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pula yang menyebabkan Iblis diusir dari kerajaan yang ada di langit serta mendapat kutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sebab apa kaum Nabi Nuh ‘alaihissallam yang kufur ditenggelamkan oleh banjir, kaum ‘Aad dibinasakan oleh angin, serta berbagai siksaan di dunia yang menimpa umat-umat terdahulu sehingga ada yang diubah tubuhnya menjadi kera dan babi?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua adalah akibat dari dosa yang mereka lakukan. Hendaklah peristiwa yang telah berlalu cukup menjadi pelajaran yang berharga bagi orang-orang yang setelahnya. Karena orang yang baik adalah yang mampu mengambil pelajaran dari orang lain dan bukan menjadi pelajaran yang jelek bagi generasi setelahnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ اْلأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ&lt;br /&gt;“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa sebab dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Al-‘Ankabut: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dosa menghalangi seorang dari memperoleh ilmu yang bermanfaat. Karena ilmu merupakan cahaya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala letakkan pada hati seseorang, sedangkan maksiat yang akan meredupkan cahaya tersebut. Tatkala Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu duduk di hadapan gurunya, Al-Imam Malik, sang guru melihat kesempurnaan pemahaman Asy-Syafi’i t. Maka ia berpesan kepadanya: “Sungguh, aku memandang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah meletakkan pada hatimu cahaya, maka janganlah kau padamkan dengan gelapnya kemaksiatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Maksiat menyebabkan seorang terhalang dari rizki, sebagaimana sebaliknya yaitu takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mendatangkan rizki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Adanya kegersangan pada hati orang yang berbuat maksiat dan kesenjangan antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Disulitkan urusannya, sehingga tidaklah ia menuju kepada suatu perkara kecuali ia mendapatkannya tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kegelapan yang ia dapatkan pada hatinya. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Sesungguhnya kebaikan mendatangkan sinar pada wajah, cahaya di hati, luasnya rizki, kuatnya badan, dan dicintai oleh makhluk. Sedangkan kejelekan (kemaksiatan) akan menimbulkan hitamnya wajah, gelapnya hati, lemahnya badan, berkurangnya rizki, dan kebencian hati para makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kemaksiatan melenyapkan barakah umur serta memendekkannya. Karena, sebagaimana kebaikan menambahkan umur, maka (sebaliknya) kedurhakaan memendekkan umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tabiat dari kemaksiatan adalah melahirkan kemaksiatan yang lainnya. Lihatlah hasad yang ada pada saudara-saudara Nabi Yusuf ‘alaihissallam yang menyeret mereka kepada tindakan memisahkan antara bapak dan anaknya sehingga menimbulkan kesedihan pada orang lain, memutuskan hubungan kekerabatan, berucap dengan kedustaan, membodohi orang, dan yang sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kemaksiatan menjadikan seorang hamba hina di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata: “Mereka (pelaku maksiat) rendah di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga mereka bermaksiat kepada-Nya, karena seandainya mereka orang yang mulia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan jaga mereka dari dosa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَنْ يُهِنِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.” (Al-Hajj: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kemaksiatan mengundang kehinaan, merusak akal. Dan jika dosa telah banyak maka pelakunya akan ditutup hatinya sehingga digolongkan sebagai orang–orang yang lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dosa memunculkan berbagai kerusakan di muka bumi, pada air, udara, tanaman, buah-buahan, dan tempat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kemaksiatan menghilangkan sifat malu yang merupakan pokok segala kebaikan serta melemahkan hati pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kemaksiatan menyebabkan hilangnya nikmat dan mendatangkan adzab. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Tidaklah turun suatu bencana kecuali karena dosa, dan tidaklah dicegah suatu bencana kecuali dengan taubat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ&lt;br /&gt;“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syura: 30) [Lihat Al-Jawabul Kafi: 113-208, Taujihul Muslimin hal. 58-61]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersumber dari (telah diringkas dan diedit dari) tulisan Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-883314355588071063?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/883314355588071063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/pengaruh-dosa-dan-maksiat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/883314355588071063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/883314355588071063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/pengaruh-dosa-dan-maksiat.html' title='Pengaruh DOSA dan MAKSIAT'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-8233058926820050558</id><published>2009-07-16T01:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T01:44:26.376-07:00</updated><title type='text'>KUNCI untuk membuka PINTU SYURGA</title><content type='html'>Bismillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sebuah pintu, surga membutuhkan sebuah kunci untuk membuka pintu-pintunya. Namun, tahukah Anda apa kunci surga itu ? Bagi yang merindukan surga, tentu akan berusaha mencari kuncinya walaupun harus mengorbankan nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anda tak perlu gelisah, Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan pada umatnya apa kunci surga itu, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang mulia, beliau bersabda (yang artinya): “Barang siapa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh dengan penuh keikhlasan, maka dia akan masuk surga. “&lt;br /&gt;(HR. Imam Ahmad dengan sanad yang shohih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, kunci surga itu adalah Laa ilaahaa illalloh, kalimat Tauhid yang begitu sering kita ucapkan. Namun semudah itukah pintu surga kita buka ? Bukankah banyak orang yang siang malam mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh, tetapi mereka masih meminta-minta (berdo’a dan beribadah) kepada selain Allah, percaya kepada dukun-dukun dan melakukan perbuatan syirik lainnya ? Akankah mereka ini juga bisa membuka pintu surga ? Tidak mungkin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah, yang namanya kunci pasti bergerigi. Begitu pula kunci surga yang berupa Laa ilaaha illalloh itu, ia pun memiliki gerigi. Jadi, pintu surga itu hanya bisa dibuka oleh orang yang memiliki kunci yang bergerigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Iman Al-Bukhori meriwayatkan dalam Shohih-nya (3/109), bahwa seseorang pernah bertanya kepada Al-Imam Wahab bin Munabbih (seorang Tabi’in terpercaya dari Shon’a yang hidup pada tahun 34-110 H) : “Bukankah Laa ilaaha illalloh itu kunci surga ? “Wahab menjawab : “Benar, akan tetapi setiap kunci yang bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan di bukakan untukmu !”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa gerangan gerigi kunci itu Laa ilaaha illalloh itu ? Ketahuilah, gerigi kunci Laa ilaaha illalloh itu adalah syarat-syarat Laa ilaaha illalloh ! Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Qoshim Al-Hambali An-Najdi rahimahullah, penyusun kitab Hasyiyyah Tsalatsatil Ushul, pada halaman 52 kitab tersebut menyatakan, syarat-syarat Laa ilaaha illalloh itu ada delapan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Al-‘Ilmu (mengetahui), maksudnya adalah Anda harus mengetahui arti (makna) Laa ilaaha illalloh secara benar. Adapun artinya adalah : “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah”. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):&lt;br /&gt;“Barang siapa mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, niscaya dia akan masuk surga.”&lt;br /&gt;(HR. Muslim).&lt;br /&gt;Seandainya Anda mengucapkan kalimat tersebut, tetapi anda tidak mengerti maknanya, maka ucapan atau persaksian tersebut tidak sah dan tidak ada faedahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Al-Yaqiinu (meyakini), maksudnya adalah anda harus menyakini secara pasti kebenaran kalimat Laa ilaaha illalloh tanpa ragu dan tanpa bimbang sedikitpun. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba bertemu dengan Allah sambil membawa dua kalimat syhadat tersebut tanpa ragu kecuali pasti dia akan masuk surga.&lt;br /&gt;(HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Al-Qobulu (manerima), maksudnya Anda harus menerima segala tuntunan Laa ilaaha illalloh dengan senang hati, lisan dan perbuatan, tanpa menolak sedikitpun. Anda tidak boleh seperti orang-orang musyirik yang di gambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an (yang artinya):&lt;br /&gt;“Orang-orang yang musyrik itu apabila di katakan kepada mereka : (ucapkanlah) Laa ilaaha illalloh, mereka menyombongkan diri seraya berkata : Apakah kita harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kita hanya karena ucapan penyair yang gila ini ? “&lt;br /&gt;(QS. As-Shoffat : 35-36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Al-Inqiyaadu (tunduk atau patuh), maksudnya Anda harus tunduk dan patuh melaksanakan tuntunan Laa ilaaha illalloh dalam amal-amal nyata. Allah subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):&lt;br /&gt;“Kembalilah ke jalan Tuhanmu, dan tunduklah kepada-Nya. “(QS. Az-Zumar : 54).&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya):&lt;br /&gt;“Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul (ikatan) tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illalloh). “(QS. Luqman : 22).&lt;br /&gt;Makna “menyerahkan dirinya kepada Allah” yaitu tunduk, patuh dan pasrah kepada-Nya (ed.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Ash-Shidqu (jujur atau benar), maksudnya Anda harus jujur dalam melaksanakan tuntutan Laa ilaaha illalloh, yakni sesuai antara keyakinan hati dan amal nyata, tanpa di sertai kebohongan sedikitpun. Nabi Sholallahu ‘alahi wa sallam bersabda (yang artinya) :&lt;br /&gt;“Tidaklah seseorang itu bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, dia mengucapkannya dengan jujur dari lubuk hatinya, melainkan pasti Allah mengharamkan neraka atasnya. “&lt;br /&gt;(HR. Imam Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam : Al-Ikhlas (ikhlas atau murni), maksudnya Anda harus membersihkan amalan Anda dari noda-noda riya’ (amalan ingin di lihat dan dipuji oleh orang lain), dan berbagai amalan kesyirikan lainnya. Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illalloh semata-mata hanya untuk mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla. “(HR. Imam Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh : Al-Mahabbah (mencintai), maksudnya anda harus mencintai kalimat tauhid, tuntunannya, dan mencintai juga kepada orang-orang yang bertauhid dengan sepenuh hati, serta membenci segala perkara yang merusak tauhid itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan di antara manusia ada yang menbuat tandingan-tandingan (sekutu) selain Allah yang di cintai layaknya mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman, sangat mencintai Allah diatas segala-galanya). “ (QS. Al-Baqarah : 165). Dari sini kita tahu, Ahlut Tauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan Ahlus Syirik mencintai Allah dan mencintai tuhan-tuhan yang lainnya. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan isi kandungan Laa ilaaha illalloh.(ed,).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan : Al-Kufru bimaa siwaahu (mengingkari sesembahan yang lainnya), maksudnya Anda harus mengingkari segala sesembahan selain Allah, yakni tidak mempercayainya dan tidak menyembahnya, dan juga Anda harus yakin bahwa seluruh sesembahan selain Allah itu batil dan tidak pantas disembah-sembah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan (yang artinya): “Maka barang siapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh pada ikatan tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illalloh), yang tidak akan putus….”(QS. Al-Baqoroh : 256).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku kaum muslimin dari sini dapatlah anda ketahui, bahwa orang yang mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh hanya dengan lisannya tanpa memenuhi syarat-syaratnya, dia bagaikan orang yang memegang kunci tak bergerigi, sehingga mustahil baginya untuk membuka pintu surga, walaupun dia mengucapkannya lebih dari sejuta banyaknya. Karena itu perhatikanlah ! Wallahu a’lamu bish showwab !  dikutip dari kajian ilmiyah islami jakarta (grup kajian islam FB)Al-Ustadz Agus Su’aidi As-Sidawy&lt;br /&gt;Dinukil dari bulletin Dakwah Al-Bayyinah, edisi 07/02/20, diolah dan disusun kembali oleh Abu Abdirrahman.&lt;br /&gt;(BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 13 / Shafar / 1425)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-8233058926820050558?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/8233058926820050558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/kunci-untuk-membuka-pintu-syurga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/8233058926820050558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/8233058926820050558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/kunci-untuk-membuka-pintu-syurga.html' title='KUNCI untuk membuka PINTU SYURGA'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-3723635592871229452</id><published>2009-07-12T20:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T21:02:59.263-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Iman'/><title type='text'>KEDAHSYATAN SIKSAAN DIALAM KUBUR</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/bismilah2.gif" width="401" border="0" height="129" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:6;color:#0000ff;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KEDAHSYATAN SIKSAAN DIALAM KUBUR&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif" width="448" border="0" height="23" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: &lt;i&gt;"Berlindunglah kamu kepada &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah &lt;/span&gt;dari siksaan kubur.".&lt;/i&gt; &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;mengulangi sebanyak 3 kali." Lalu &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;bersabda: &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     "Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;dan ridha&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Nya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;." &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatasbumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh &lt;i&gt;Malaikat Muqarrbun&lt;/i&gt;, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;berfirman: &lt;i&gt;"Catatlah suratnya di &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;illiyyin&lt;/span&gt;. &lt;/i&gt;Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Kami &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;jadikan, dan didalamnya &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Aku &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;kembalikan dan daripadanya pula akan &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Aku &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Siapa Tuhanmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Allah Tuhanku&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;. Lalu ditanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Apakah agamamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: "&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Agamaku Islam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;" Ditanya lagi: "&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Dijawab: "&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Dia utusan Allah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;". Lalu ditanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bagaimanakah kamu mengetahui itu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: "&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;" Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata."  Kemudian datang kepadanya &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                       &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;." Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;membaca ayat: &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (Yang Bermaksud) &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;&lt;i&gt;                     &lt;/i&gt;Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;sijjin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat  &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Yang bermaksud) &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Dan siapa mempersekutukan&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah&lt;/span&gt;,&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;&lt;i&gt;                     &lt;/i&gt;Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didlam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Siapa Tuhanmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;"Saya tidak tahu"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;. Lalu ditanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Apakah agamamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: "&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Saya tidak tahu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;" Ditanya lagi: "&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Dijawab: "&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Saya tidak tahu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;". Lalu ditanya: "&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bagaimanakah kamu mengetahui itu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?" Maka dijawab: "&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Saya tidak tahu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;" Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut  didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Yang bermaksud) &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa ke&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;illiyyin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oelh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksa&lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa ke&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;sijjin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran sukup untuk penerangannya jika tidak maka &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat  itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Abu-Laits berkata: "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus menlazimi empat dan meninggalkan empat iaitu:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Menjaga sembahyang lima waktu &lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Banyak bersedekah&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Banyak membaca al-quran&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Memperbanyak bertasbih (membaca: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Subhanallah     walhamdulillah wal'aa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata     illa billah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Semua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun empat yang harus ditinggalkan ialah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Dusta&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Kianat&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Adu-adu&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Menjaga kencing, sebab &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi     Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; pernah bersabda: "Bersih-bersihlah kamu daripada     kencing, sebab umumnya siksa kubur itu kerana kencing. (Yakni hendaklah     dicuci kemaluan sebersih-bersihnya.)&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;bersabda: "Innallahha ta'ala kariha lakum arba'a: Al'abatsu fishsholaati, wallagh wu filqira'ati, warrafatsu fisshiyami, wadhdhahiku indal maqaabiri. (Yang bermaksud) Sesungguhnya &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;tidak suka padamu empat, main-main dalam sembahyang dan lahgu (tidak hirau), dalam bacaan quran dan berkata keji waktu puasa dan tertawa didalam kubur."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata: "Kamu jangan tertipu kerana tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeza antara yang satu pada yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Sufyan Atstsauri berkata: "Siapa yang sering (banyak) memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun syurga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya: "Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu yaitu kubur, ingatlah bahawa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih ngeri, hari dimana anak kecil segera beruban dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang meneteki lupa terhadap bayinya dan wanita yang bunting menggugurkan kandungannya dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar, hanya siksa &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; yang sangat ngeri dan dahsyat.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Ingatlah bahawa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam, perhiasannya besi dan sirnya darah bercampur nanah, tidak ada rahmat &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; disana. Maka kaum muslimin yang menangis. lalu ia berkata: "Dan disamping itu ada syurga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;darunna'iem &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Syurga yang serba kenikmatan).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Usaid bin Abdirrahman berkata: "Saya telah mendapat keterangan bahawa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: "Segerakan aku.", dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: "Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu." Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: "Kembalikan aku." dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: "Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur: "Engkau jika menyebut syurga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?" Jawabnya: "&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w &lt;/span&gt; pernah bersabda: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba'dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba'dahu asyaddu minhu." &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;(Yang bermaksud)&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;"Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                      Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli berkata: "Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: "Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Dzatishshahifah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular, maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?" Jawab Ibn Abbas r.a.: "Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur sajan demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya." Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oelh suaminya? Jawab isterinya: "Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekadar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Abul-Laits berkata: "Berita ini menunjukkan bahawa kianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai kianat."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Ada keterangan bahawa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan     kembalimu didalam perutku.&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas     punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan     menangis didalam perutku.&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan     berduka didalam perutku.&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka     akan tersiksa didalam perutku.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="left"&gt;                       &lt;b&gt; Amr bin Dinar berkata: "Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan dihujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah, ia teringat pada kantongan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan kantongannya itu, ia berkata kepada orang yang membantunya itu: "Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini." Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya: "Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?" Ibunya berkata: "Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?" Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahawa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sembahyang dari waktunya, juga cuai dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur. Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;namimah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakier.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Alabarra' bin Aazib r.a. berkata: "&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung  membaca &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, maka itulah yang tersebut dalam firman &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah: &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(&lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa iaitu:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika melihat Malakulmaut&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakier&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika menghadapi hisab dihari kiamat&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Dan ketetapan ketika melihat Malaikulmaut dalam tiga hal iaitu:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan     istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Diberi selamat oleh Malaikat bahawa ia mendapat rahmat&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Melihat tempatnya disyurga sehingga kubur menjadi salah     satu kebun syurga.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                         Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.wt.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;     memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Mudah dan ringan hisabnya&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Diampunkan segala dosanya&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Ada juga yang mengatakan bahawa ketetapan itu dalam empat masa iaitu:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika mati&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa     gentar atau takut&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika hisab&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Ketika berjalan diatas sirat sehingga berjalan bagaikan     kecepatan kilat&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya, maka ulama telah membicarakannya dalam berbagai pendapat. Sebahagiannya berkata pertanyaan itu hanya kepada roh tanpa jasad dan disaat itu roh masuk kedalam jasad hanya sampai didada. Ada pendapat berkata bahawa rohnyanya diantara jasad dan kafan dan sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Dan kita sendiri akan mengetahui bila sampai disana, maka bila ada orang menolak adanya soal Mungkar Nakier dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan iaitu:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;Mereka berkata: "Ia tidak mungkin menurut perkiraan     akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam."&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;atau mereka berkata: "Tidak ada dalil yang     menguatkan."&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Pendapat pertama bahawa ia tidak mungkin dalam akal kerana menyalahi kebiasaa tabiat alam. Pendapat ini bererti menidakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam. Jika ia berkata: "Tidak ada dalil.", maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mahu terima.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Firman &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; yang berbunyi: &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Wa man a'rodho an dzikri fa inna lahu ma'i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a'ma. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Yang bermaksud)&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; "Dan siapa yang mengabaikan peringatanKu (ajaranKu) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur)."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;                     &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;Demikian pula ayat: &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(Yang bermaksud) &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;                      &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Saad bin Almusayyab dari Umar r.a. berkata: &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "Jika seorang mukmin telah masuk kedalam kubur, maka didatangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara derap sandal sepatu mereka ketika kembali, lalu ditanya oleh kedua Malaikat itu: Siapa Tuhammu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu dijawab: &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;tuhanku, dan agamaku &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Islam &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;dan Nabiku&lt;i&gt; &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Lalu Malaikat itu berkata: &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; yang menetapkan kau dalam khalimah itu, tidurlah dengan tenang hati. Itulah ertinya &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;menetapkan mereka dalam khalimah hak. Adapun orang kafir zalim maka &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;menyesatkan mereka dengan tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika ditanya oleh Malaikat: Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafiq: Tidak tahu. Maka oleh Malaikat dikatakan: Tidak tahu, maka langsung dipukul sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang dialam kecuali manusia dan jin. (Dan andaikan didengar oleh manusia pasti pingsan)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Abu Hazim dari Ibn Umar r.a. berkata: &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda kepada Umar r.a : "Bagaimanakah kau hai Umar jika didatangi oleh kedua Malikat yang akan mengujimu didalam kubur iaitu Mungkar Nakier hitam keduanya kebiru-biruan siung keduanya mengguriskan bumi, sedang rambut keudanya sampai ketanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar?" Umar bertanya: "Ya &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Rasullullah&lt;/span&gt;, apakah ketika itu aku cukup sedar sebagaimana keadaanku sekarang ini?" &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; menjawab: "Ya." Umar berkata: "jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     Abul-Laits berkata: "saya telah diberitahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asysyabadzi dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; bersabda: "Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengari oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar kekubur, maka jika solih (baik) berkata: "Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan, nescaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata: "Jangan keburu, andaikata kamu mengtahui apa yang didepan aku daripada bahaya, nescaya kamu tidak akan keburu. Kemudian jika telah ditanam dalam kubur, didatangi oleh dua Malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sembahyangnya: Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalaman tidak tidur kerana takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa berjalan tegak kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu datang dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, kerana ia pernah sedekah kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka ditolak oleh puasanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus kerana takut saat seperti ini, lalu ia dibangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur, lalu ia bertanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Muhammad s.a.w&lt;/span&gt;? Maka dijawab: Saya bersaksikan bahawa ia utusan &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Lalu berkata kedua Malaikat: Engkau hidup sebagai seorang mukmin, dan mati juga mukmin. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;kepadanya. Semoga &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;memberi kita taufiq dan dipelihara serta dihindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur kerana &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; juga berlindung kepada &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;dari siksa kubur."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;   &lt;b&gt;                     A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yyahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia berkata: "Semoga &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; maka &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt; memberitahu kepadaku bahawa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepada &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka &lt;i&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; telah memudahkan baginya segala amal soleh. Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat menyesal semata-mata, kerana itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, kerana orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan sembahyang dua rakaat, berzikir dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka hairan pada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata. Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya. Kami mohon semoga &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali kedunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Allah s.w.t.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Aamin ya Robbal aalamin. Engkau arhamurrahimin, wahasbunallahu wani'mal wakiel, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adhiem."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif" width="448" border="0" height="23" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-3723635592871229452?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/3723635592871229452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/kedahsyatan-siksaan-dialam-kubur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3723635592871229452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3723635592871229452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/kedahsyatan-siksaan-dialam-kubur.html' title='KEDAHSYATAN SIKSAAN DIALAM KUBUR'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-3659536583616983001</id><published>2009-07-12T19:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T20:26:03.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Iman dan amal sholih'/><title type='text'>Mati itu Pasti</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RENUNGAN TENTANG ALAM KUBUR &lt;/span&gt;  [kita pasti mati] &lt;br /&gt;for everyone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ....Katakanlah ( hai Muhammad ), Tolaklah kematian itu dari dirimu jika kamu orang-orang yang benar " ( Ali-imran : 168 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat diatas sangat jelas bahwa kita semua pasti menjadi penghuni alam kubur, cepat atau lambat itu pasti terjadi dan tak seorangpun bisa mengundurnya atau memajukannya walau hanya sedetik saja. Namun dalam hal ini apa kita siap menghadapinya ? Bagaimana kita akan menghadapi hari di alam kubur ? Azab atau nikmatkah yang akan kita dapati, pada hakekatnya adzab dan nikmat kubur adalah Ghaib yang tidak bisa dilacak oleh akal, sementara iman kepada hal yang Ghaib adalah sifat terpenting seorang mukmin yang beriman kepada hal yang ghaib, seperti dalam firman Allah      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Alif Lâm Mîm, itulah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebai petunjuk bagi orang bertaqwa, yakni mereka yang beriman kepada yang ghaib" (Al-Baqarah : 1-3 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sesungguhnya adzab dan nikmat kubur adalah suatu kepastian yang telah ditetapkan oleh Al-Qur'an dan sunnah seperti firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan Fir'aun berserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk, kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat (dikatakan pada malaikat) masukkanlah fir'aun dan kaumnya kedalam adzab yang sangat keras" ( Al-Mukmin : 45-46 ).&lt;br /&gt;Juga dalam sabda Rosulullah Saw.&lt;br /&gt;" Kuburan bisa jadi taman surga atau bahkan sebaliknya menjadi lubang neraka " ( shahih Bukhari ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuburan memang tidak bersuara lantang layaknya orang yang sedang mengancam tetapi sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari siapapun.  Alam kubur adalah episode pertama dari alam akhirat ( alqobru awwalul manzil min manaziilil akhiroh), jika seorang hamba selamat menghadapinya maka ia akan gembira namun apabila ia merugi Na'udzubillah maka rugilah seluruh urusan akhiratnya.  Sekalipun si mayit itu terbakar, tenggelam, dimakan srigala atau burung, ia tetap akan mendapatkan adzab atau nikmat kubur sesuai amalnya yang sudah ditulis, seperti dalam firman Allah&lt;br /&gt;"Sekali-kali jangan begitu ! Sesungguhnya catatan orang-orang yang durhaka benar-benar tersimpan di Sijjin dan taukah kamu itu Sijjin ? (yaitu) kitab yang berisi catatan (amal)" (Al-Muthaffifin : 7-9).&lt;br /&gt;" Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyin dan taukah engkau apakah itu 'Illiyyin itu ? (yaitu) kitab yang berisi catatan (amal)" (Al-Muthaffifin : 18-20).   Menurut para ulama Sijjin adalah lapisan ketujuh dibawah perut bumi dimana masih terdapat batu-batu besar disana, menurut para ulama roh orang2 kafir akan di adzab disana ditindihkan kepadanya batu-batu besar oleh Malaikat Allah (Zabaniyah) seperti dalam firman Allah. " Kelak kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah " (Al-Alaq : 18).&lt;br /&gt;Adapun kata Illiyyin menurut para ulama adalah suatu tempat di langit ketujuh, menurut para ulama ruh-ruh orang bertaqwa akan diberi kenikmatan dan disaksikan oleh Malaikat Muqorrabin seperti dalam sabda Rosulullah "Sesungguhnya jiwa seorang mukmin (akan berwujud sekor) burung yang sedang makan di pepohonan surga, hingga dikembalikan kejasadnya pada hari kiamat" (Hr. An-Nasai, As-Syafii &amp;amp; Malik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika yang dimakamkan adalah seorang mukmin maka liang kubur akan berkata " &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selamat datang engkau orang yang paling aku cintai diantara sekian orang yang sedang berjalan diatasku. Akulah yang menjadi penguasamu dan engkau menjadi penghuniku, akan kau alami apa yang ku perbuat untukmu &lt;/span&gt;"  maka diluaskanlah kuburnya sejauh mata memandang dan dibukakannya pintu surga. Akan tetapi apabila yang dikubur adalah orang fajir atau kafir maka ia berkata " celakahlah!, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kau adalah orang yang paling ku benci diantara manusia yang berjalan diatasku. Kini aku menjadi penguasamu dan engkau penghuniku, akan kau alami apa yang kuperbuat untukmu&lt;/span&gt; " maka kuburan itu menjepit dirinya sehingga badannya remuk.&lt;br /&gt;Adapun penyepitan kubur dialami oleh siapa saja tak peduli orang mukmin atau kafir bedanya penyepitan yang dialami seorang mukmin tidak berlangsung selamanya, himpitan yang dimaksud sebagai pembersihan atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan, ada yang mengartikan sebagai pelukan karena sesungguhnya tanah adalah ibu setiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan orang kafir akan mendapatkan himpitan yang menyempitkan sisi liang lahat yang mendesak si mayat dengan penuh amarah. Kalau ia berada diluar kategori seorang muhsin akan tetap berada dalam himpitan hingga ia menemui rahmatNYA.&lt;br /&gt;dari Aisyah, Rosulullah bersabda "sesungguhnya setiap kubur memiliki tekanan atau himpitan seandainya seseorang selamat darinya pastilah Sa'ad bin Mu'adz akan selamat pula " (Sa'ad bin Mu'adz adalah pemimpin kaum Anshar yang syahid di ujung panah pada perang khandaq dan kematiannya mampu mengguncangkan 'Arsy Allah Ta'ala).&lt;br /&gt;juga dari Abu Ayyub Al-Anshari, Rosulullah bersabda " seandainya seorang bisa berkelit dari jepitan kubur, niscaya bayi ini akan bisa berkelit pula ".&lt;br /&gt;Begitulah kematian tak pernah memilih tua atau muda, kaya atau miskin. Ia datang untuk mengeluarkan manusia dari kehidupan yang selama ini dijalaninya ntuk kemudian berada dalam sempitnya liang lahat. Semoga yang kami sampaikan dapat berguna dan menambah keimanan kita, dan bila yang kami sampaikan ini suatu kebenaran maka itu sesungguhnya dari Allah lewat tulisan ini tapi kalo yang kami sampaikan ada kekeliruan itu pasti datang dari kami pribadi, karna ke doifan dan pengaruh setan...Subhanakallahumma wabihamdika wa Nastghfiruka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** Zulfa nata wirawan from Fathia Bafagih post***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-3659536583616983001?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/3659536583616983001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/mati-itu-pasti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3659536583616983001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3659536583616983001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/07/mati-itu-pasti.html' title='Mati itu Pasti'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-3328050505672480027</id><published>2009-06-19T17:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T17:20:33.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakkur'/><title type='text'>Hidup adalah Anugrah</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar.&lt;br /&gt;Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu.&lt;br /&gt;Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu.&lt;br /&gt;Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan yang telah kehilangan pasangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu.&lt;br /&gt;Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu.&lt;br /&gt;Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak,&lt;br /&gt;tetapi tidak mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan&lt;br /&gt;atau menyapu lantai&lt;br /&gt;Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh&lt;br /&gt;Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu&lt;br /&gt;Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu&lt;br /&gt;Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan&lt;br /&gt;karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-3328050505672480027?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/3328050505672480027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/06/hidup-adalah-anugrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3328050505672480027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3328050505672480027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/06/hidup-adalah-anugrah.html' title='Hidup adalah Anugrah'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-3626280468419753776</id><published>2009-06-04T02:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T02:38:31.705-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Semangat  Ikhtiar'/><title type='text'>"5 Pola Pikir tentang Utang yang Membuat Kaya"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MUNGKIN&lt;/span&gt; kah ”Kaya dari berutang”?,   Why Not !!! namun diperlukan beberapa pola pikir yang yang mendasarinya.  Dengan pola pikir ini, maka kondisi&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;kaya dari utang&lt;/span&gt;    menjadi &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mungkin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penolakan pada pola pikir ini akan menjauhkan anda menggunakan utang sebagai alat menuju kaya.  Anda akan menghindari utang.   Langkah-langkah yang diterangkan berikutnya mungkin menjadi tak berarti.  Itulah sebabnya, kenapa bagian ini menjadi bagian mendasar yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kaya sejati memberikan gambaran pada anda tentang tujuan yang ingin diraih.  Dari sana lah semuanya berasal.  Setelah tujuan jelas, maka anda harus mempersiapkan diri.   Nah, sekarang saatnya anda memilih alat.  Apakah anda mau gunakan mobil, motor, sepeda, kereta, pesawat terbang, kapal laut, atau hanya jalan kaki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik pesawat terbang bisa lebih cepat menghantar anda ke tujuan.  Tapi bila anda belum terbiasa menggunakan pesawat terbang, tentu tidak mudah juga.  Apalagi bila di benak anda tersimpan file-file buruk tentang pesawat terbang.  Misalnya tiketnya mahal, bahaya karena pesawat terbang bisa jatuh, ada tetangga yang meninggal karena kecelakan pesawat terbang, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk memutuskan menggunakan pesawat terbang, anda tentu saja harus mengganti file-file buruk di benak anda itu.  Ganti lah file buruk itu dengan file baik.  Misalnya, menggunakan pesawat terbang itu lebih nyaman, cepat, relatif aman dibanding yang alat transportasi lain, lebih bergengsi, terjamin asuransi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama juga dengan utang.  Untuk menggunakan utang sebagai alat meraih kualitas kaya sejati, maka anda harus mengganti file buruk di benak anda tentang untang dengan file baik.  Dengannya, anda akan semangat melakukannya.  Berbagai rintangan, hambatan dan masalah yang kemudian terjadi akan anda hadapi dengan lapang dada, kreatif dan fokus.&lt;br /&gt;Lalu, apa saja file-file baik yang harus mengganti file-file buruk di benak anda.  Bila menyangkut utang, maka ada lima file baik yang anda butuhkan bila anda ingin menggunakan utang.  Berikut kelima file baik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;1. Utang itu baik-baik saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berutang adalah hal yang baik-baik saja.  Utang itu tidak buruk.  Ia tergantung kepada orangnya.  Utang bisa buruk di tangan orang yang lemah dan salah.  Tapi utang bisa baik dan memperbaiki di tangan orang yang kuat dan benar.  Itulah sebabnya, bila anda mau kaya dari utang, anda harus mempunyai kualitas achiever.  Para achiever adalah orang-orang yang kuat dan teguh memegang kebenaran.&lt;br /&gt;Suatu ketika, saya baca buku Pak Quraish Shihab.  Judulnya Lentera Hati.  Salah satu bab dalam buku itu menerangkan adanya kesamaan antara agama (dalam bahasa Arab istilahnya : Din) dengan utang (dalam bahasa Arab istilahnya: dain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar kata agama dan utang ternyata sama.  Pak Quraish menyimpulkan bahwa bila anda beragama dengan benar, maka hal itu sama saja seperti anda membayar utang pada Allah SWT.  Apakah anda merasa berutang pada Allah karena telah memberikan banyak nikmat untuk anda?&lt;br /&gt;Terus terang saja, uraian Pak Quraish mengagetkan saya.  Hal itu adalah pencerahan baru untuk saya.  Salah satu motivasi saya menulis buku ini adalah uraian tersebut.  Selama ini di benak saya pun tersimpan file: ”Utang itu buruk”.  Dengan begitu saya berusaha sekuat tenaga menghindarinya.  Sekarang, file itu telah berganti menjadi: ”Utang itu baik-baik saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan yakin bahwa utang adalah hal yang baik-baik saja, maka anda sedang membuka pintu peluang menggunakan utang dengan sebuah rencana yang baik.  Iya, kan?  Mungkinkah anda membuat rencana yang baik akan sesuatu yang menurut anda buruk?  Bagi anda yang masih manusia normal, nggak mungkin, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya korupsi.  Korupsi adalah sesuatu yang buruk.  Apakah ada orang yang merencanakan korupsi dengan sangat baik sehingga tidak pernah terungkap?  Banyak.  Siapa mereka?  Tentu saja mereka orang-orang yang jahat.  Hanya orang jahat yang merencanakan keburukan dengan sangat baik dan rapi.  Pernahkah anda korupsi?  Bila pernah, bertaubatlah segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;2. Utang adalah alat yang hebat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda mendengar istilah BODOL?  Istilah ini kepanjangannya adalah Berani Optimis Duit Orang Lain.  Istilah BODOL sering dilekatkan pada orang yang mau wirausaha tetapi nggak punya modal.  Modal mereka adalah keberanian dan optimismenya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang sukses dengan prinsip BODOL ini.  Tentu, pada prakteknya bukan hanya berani dan optimis saja modalnya, tapi juga didukung hal-hal lain, seperti kompetensi, komunikasi yang bagus, relasi yang banyak dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip BODOL membuktikan bahwa utang adalah salah satu alat yang hebat.  Nah, di dunia ini banyak alat hebat yang bisa membantu anda meraih sukses.  Kita mengenal bola lampu yang ditemukan oleh Thomas Alfa Edison.  Setelah melalui 10.000 kali kegagalan, Pak Edison berhasil ’menerangi’ dunia ini.  Bola lampu membuat revolusi di dunia.  Ia alat yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola lampu adalah salah satu contoh.  Contoh lain ada mesin cetak, motor, mobil, telepon, pesawat terbang, kapal laut, mikroskop, energi atom, lensa, komputer, internet dan sebagainya.  Semua alat-alat ini membuat hidup manusia lebih mudah dan lebih nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu semua hanya alat.  Manusia di belakang alat itu lah yang menentukan apakah alat hebat itu bisa membangun atau menghancurkan.  Pesawat terbang contohnya.  Dengan pesawat terbang, anda bisa berpindah tempat di bumi ini dengan cepat, dibanding alat-alat lain.  Ketika pesawat terbang digunakan untuk transportasi massal, maka ia bermanfaat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika pesawat terbang digunakan untuk mesin perang, maka kehancuran yang terjadi.  Pada perang dunia pertama dan kedua, pesawat terbang berperan sangat besar untuk menghancurkan lawan.  Bom atom yang diledakkan Amerika di Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada 1945, diangkut menggunakan pesawat terbang.  Akibat bom atom itu, terjadi perusakan luar biasa di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama juga dengan internet misalnya.  Dengan alat ini, anda bisa berkomunikasi dengan lebih murah, cepat dan mudah.  Tapi, internet juga bisa sangat merusak ketika banyak virus ’dilepas’ ke jaringan.  Banyak komputer yang rusak, data hilang, dan sebagainya.  Atau ketika internet itu dipenuhi situs-situs porno.  Wah, dia benar-benar buruk dan merusak.&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan utang.  Utang adalah akses keuangan yang cepat.  Dibandingkan menabung, maka utang bisa menyediakan uang dengan lebih cepat.  Kecepatan memperoleh uang ini adalah keunggulan utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya anda seorang karyawan yang ingin berbisnis kecil-kecilan.  Modalnya Rp. 5 juta.  Anda sebenarnya bisa menabung dari gaji anda sebesar Rp. 500 ribu per bulan.  Nah, dengan menabung berarti anda harus menunggu sampai 10 bulan dulu agar uang Rp. 5 juta itu ada di tangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan utang?  Dibutuhkan berapa lama untuk mendapatkan Rp. 5 juta?  Mungkin tidak sampai satu bulan.  Anda bisa menghubungi lembaga keuangan mikro untuk mendapatkan modal tersebut.  Setiap bulan anda bayar utang itu dengan  mencicil.  Nah, karena uang Rp. 5 juta itu digunakan untuk bisnis, maka anda bisa mencicil utang itu bukan dari gaji anda, tapi dari hasil bisnis anda.&lt;br /&gt;Anda mungkin bertanya: ”Oke lah utang itu lebih cepat, tapi resikonya kan juga lebih besar?”  Yap, anda relatif benar.  Mengapa relatif benar?  Karena utang itu akan menimbulkan resiko besar, bila anda tidak siap.  Tapi, bila anda siap, resiko itu jadi mengecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbisnis dengan modal dari utang akan beresiko besar bila anda belum tahu apa-apa tentang bisnis itu.  Atau anda percayakan saja bisnis itu ke orang lain yang juga belum berpengalaman.  Atau anda berbisnis di bidang yang sudah ditinggalkan orang lain.  Atau lagi, anda berbisnis di bidang yang melawan pesaing yang sudah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, resiko bisnis itu menjadi mengecil bila anda sudah berpengalaman di bisnis itu atau bekerja sama dengan orang yang sudah berpengalaman.  Modal bisnisnya bukan semua dari anda, tapi ada juga dari orang lain.  Atau anda membeli waralaba bisnis yang sudah terbukti kehandalan sistemnya.  Nah, banyak kan cara untuk mengecilkan resiko bisnis.  Bila demikian yang anda lakukan, maka anda berutang pun untuk dapat modal bisnis, kemungkinan anda untuk sukses menjadi lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;3. Utang adalah salah satu sumber kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa orang paling kaya yang anda tahu di Indonesia ini?  Darimana beliau (orang kaya tersebut) memperoleh kekayaannya?  Kerja keras?  Pasti.  Orangnya jujur terpercaya?  Pasti.  Beliau sangat kompeten?  Pasti juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang disebutkan di atas adalah fondasi bagi siapapun untuk meraih kekayaan.  Tapi, apakah semua orang kaya itu benar-benar kaya?  Belum tentu.  Ada banyak orang kaya yang tidak benar-benar kaya.  Kekayaannya bisa saja banyak, tapi cenderung tetap.  Pertambahannya kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah saudara, anda boleh percaya boleh tidak.  Orang-orang yang benar-benar kaya adalah orang-orang yang mempunyai fondasi kekayaan tersebut, dan mereka menggunakan utang sebagai salah satu sumber kekayaannya.  Orang kaya yang tidak menggunakan utang, maka kekayaannya sangat mungkin terbatas.  Tapi orang kaya yang juga menggunakan utang, maka kekayaannya bisa bertambah dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketika anda hanya mengandalkan kemampuan uang anda sendiri, maka anda akan terbentur oleh keterbatasan uang anda.  Tapi, ketika anda menggunakan utang, maka batas jumlah uang anda itu menjadi tidak ada.  Bila anda berbisnis, maka modal anda bisa dikatakan tidak berbatas bila menggunakan utang.  Hasilnya?  Ya,... juga tidak berbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kunci orang-orang yang benar-benar kaya.  Mereka gunakan utang sebagai alat meraih kekayaan.  Mereka atasi ketakutan akan utang itu dengan perhitungan yang akurat dan kemampuan yang terasah.  Mereka berani mencobanya.  Pada kenyataannya, mereka juga gagal koq menggunakan alat ini.  Tapi kegagalan itu lah yang justru menajamkan perhitungan mereka dan membesarkan keberanian mereka.  Keseimbangan antara kebesaran keberanian dan ketajaman perhitungan akan utang ini lah yang membuka pintu kekayaan luar biasa.&lt;br /&gt;Apakah anda sudah siap untuk jadi orang yang benar-benar kaya?  Gunakan uang anda untuk itu.  Dan gunakan juga utang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;4. Utang,.. dekatilah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, anda sudah tahu sekarang tiga file baik tentang utang.   Utang itu baik-baik saja, alat yang hebat dan sumber kekayaan.  Karena itu, dekati lah utang saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda, saya yakin, senang berdekatan dengan hal-hal atau orang-orang yang baik dan hebat, kan? Nah, tiga file baik sebelumnya telah membuktikan bahwa utang memenuhi kriteria  baik dan hebat ini, kan?  Karena itu, mulailah dekati utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prakteknya, mulailah tidak alergi dengan lembaga-lembaga keuangan seperti bank.  Bahkan, bukan hanya tidak alergi, tapi anda mulai senang dengan fungsi bank yang lain, yaitu memberi utang.  Inilah sebenarnya fungsi bank yang lebih hebat dari memberikan keamanan pada uang anda yang anda simpan disana.  Bank adalah sumber uang.  Utang adalah jalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab-bab berikutnya, anda akan dipandu untuk menggunakan kekuatan bank dalam memberikan utang ini untuk kesuksesan anda.  Bukan hanya kesuksesan bank semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prakteknya lagi, ternyata sumber utang itu bukan hanya bank, tapi juga orang-orang di sekitar anda.  Orang-orang di sekitar anda kan punya uang, sedikit atau sebanyak apapun.  Nah, itu berarti anda bisa gunakan uang tersebut melalui jalan sah dan halal yang namanya utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh percaya atau tidak, orang-orang di sekitar anda sebenarnya sangat senang bisa memberi utang pada anda.  Toh, anda teman mereka.  Mereka tahu anda orang baik.  Tentu, asal tujuan dan cara anda berutang adalah benar dan baik.  Iya, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;5. Utang harus dikembalikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini pola pikir tentang utang yang sangat penting.  Tanpa pola pikir ini, sebaiknya anda jangan pernah berutang.  Bukannya kekayaan dan kesuksesan yang akan anda raih, tapi justru kecelakaan dan mungkin penjara.  Itu bila anda berutang.&lt;br /&gt;Bagaimana bila orang lain yang berutang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama saja.  Utang itu pun harus dikembalikan pada anda.  Jadi, baik anda yang berutang atau orang lain yang berutang pada anda, maka utang itu harus dikembalikan.  Inilah pola pikir dan prinsip sangat penting bila anda ingin kaya dari utang.  Utang itu harus dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bila utang anda justru tidak ditagih oleh yang punya uang?  Sama saja.  Anda harus kembalikan.&lt;br /&gt;Bagaimana bila utang anda justru dihadiahkan oleh yang punya uang?  Saran saya: Tolak.  Jangan mau.  Katakan terima kasih padanya, lalu tolak.  Anda mampu mengembalikan utang itu koq.  Kenapa harus dihadiahkan?  Dengan menolak, anda tetap mempertahankan nilai baik di mata semua orang.  Tentu saja, dalam kasus ini, anda harus juga melihat kondisi anda.  Bila kondisi anda memang sedang sangat susah, maka tidak apa-apa juga anda menerima hadiah itu.  Tapi tetap dengan satu syarat.  Bila anda lalu memiliki kemampuan, maka anda akan juga menghadiahi orang tersebut.  Tidak mesti dalam bentuk uang.  Bisa dalam bentuk hadiah barang.  Dengan begitu, anda dan dia sudah sama-sama berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bila orang lain yang berutang pada anda.  Lihatlah kemampuannya.  Bila ia berada dalam keadaan susah, maka silakan menghadiahkan utang tersebut padanya.  Semuanya atau sebagian.  Dan yakinlah, tindakan anda tersebut adalah perbuatan mulia dan akan dibalas dengan balasan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saja, kalau tentang utang, banyak orang yang pola pikirnya justru berbeda.  ”Pengennya dapat utang, tapi nggak mau atau malas mengembalikan”.  Wah, dengan pola pikir begini, anda tidak akan pernah kaya dari utang.&lt;br /&gt;Alasan penting kenapa utang harus dikembalikan adalah kepercayaan.  Bila anda tidak atau telat mengembalikan utang, maka kepercayaan orang lain pada anda akan menurun dan akhirnya rusak. Ini kondisi yang sangat buruk.  Bila orang-orang lain sudah tidak percaya pada anda, maka jalan anda menuju sukses makin kecil, terjal dan lebih banyak rintangannya.  Awal dari kesuksesan anda adalah kepercayaan orang lain pada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak orang yang sudah ’gila’.  Mereka menukar kepercayaan dengan uang.  Sayang sekali.  Padahal bila kepercayaan sudah ternoda, uang sebanyak apapun akan susah menggantinya.&lt;br /&gt;Tekanan hidup di jaman sekarang ternyata bisa membuat orang menjadi ’gila’.  Uang telah menjadi hal yang sangat penting.  Sampai bisa lebih penting dari kepercayaan, keluarga, agama, gelar, ilmu, rasa malu, nilai-nilai luhur kemanusiaan dan sebagainya.  Bila sudah begini, para orang ’gila’ ini bisa melakukan apa saja demi uang.  Meski dengan resiko yang luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus tentang utang di Indonesia yang bisa kita jadikan pelajaran.  Ada pengusaha pertanian yang membuat program investasi yang nggak rasional. Bisa memberikan keuntungan sampai 30% per bulan dari modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan-bulan pertama program itu berjalan lancar.  Para investor benar-benar mendapatkan keuntungan sebesar 30% dari modal yang ditanamnya.   Mereka pun berinvestasi lagi.  Terus begitu.  Sampai pada akhirnya, bisnis pertanian itu pun terbuka topengnya.  Ternyata, bisnis itu hanya omong kosong.  Lahan pertanian yang dikelola tidak seluas yang dipromosikan.  Jelas hasilnya pun tidak memadai dibanding investasi yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan 30% dari modal dibayarkan dari dana investasi yang baru.  Seperti gali lobang tutup lobang.  Hanya saja lobang yang digali makin besar dari bulan ke bulan.  Dan terbongkarlah topeng itu.  Masyarakat tahu kebohongan bisnis itu.  Dana investasi itu jadi utang yang harus dikembalikan.  Ketika kemampuan bayarnya tidak ada, sang pemilik bisnis pertanian fiktif itu pun jadi buronan.  Lalu diproses pengadilan dan menginaplah ia di hotel prodeo.  Masyarakat yang kena tipu ternyata banyak sekali.  Koq bisa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, itulah lima pola pikir tentang utang yang bisa membuat anda menjadi kaya.  Gantilah file-file buruk tentang utang di benak anda dengan lima file baik tersebut.  Bila ini sudah anda lakukan, berarti anda sudah siap menggunakan utang sebagai alat meraih kekayaan.  Langkah selanjutnya, anda harus mengetahui dan menguasai keterampilan mengelola utang ini.&lt;br /&gt;  &lt;div class="PostBottom"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;!-- This uses the GoogleAdsense200x200.html snippet --&gt;&lt;br /&gt;&lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-3626280468419753776?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/3626280468419753776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/06/5-pola-pikir-tentang-utang-yang-membuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3626280468419753776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/3626280468419753776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/06/5-pola-pikir-tentang-utang-yang-membuat.html' title='&quot;5 Pola Pikir tentang Utang yang Membuat Kaya&quot;'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-6704652239565744680</id><published>2009-06-03T21:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T21:42:53.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Iman dan amal sholih'/><title type='text'>Kasih sayang Ibu 2</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua daun telinga. Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu sambil menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan baka tnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya yakin saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya, tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu". Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini". Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allahummaj'alni walikulli akhi minal waladin shoolihiin,...aamiin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-6704652239565744680?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/6704652239565744680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/06/kasih-sayang-ibu-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/6704652239565744680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/6704652239565744680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/06/kasih-sayang-ibu-2.html' title='Kasih sayang Ibu 2'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-7717408752930937776</id><published>2009-06-01T09:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T09:36:26.828-07:00</updated><title type='text'>Kasih sayang Ibu</title><content type='html'>Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya.  Suaminya sudah lama meninggal karena sakitSang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.  Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi.&lt;br /&gt;Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi&lt;br /&gt;Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”&lt;br /&gt;Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap, Kemudian dia dibawa ke hadapan Raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung.   Pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan esok hari didepan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi&lt;br /&gt;Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”&lt;br /&gt;Dengan tertatih tatih dia mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan, Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.&lt;br /&gt;Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah, tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan.  Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2  menyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan si anak sudah pasrah dengan nasibnya.&lt;br /&gt;Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.  Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba,&lt;br /&gt; lonceng belum juga berdentang.  Waktu sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang  membunyikan lonceng datang.&lt;br /&gt;Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.  Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah.  Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat&lt;br /&gt;Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.&lt;br /&gt;Tahukah anda apa yang terjadi?&lt;br /&gt;Ternyata di dalam lonceng tersebut ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah, dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,  dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng&lt;br /&gt;Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata,  Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan.  Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.  Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut, sambil memeluk bandul lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.&lt;br /&gt;Demikianlah,.. Sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hatinya.&lt;br /&gt;Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita mampu, sebelum sesal datang, karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini, tolak ukur rido Tuhan dalam hidup.&lt;br /&gt;Sebuah kisah yang patut untuk kita renungkan,  sambil kita mengingat-ingat bagaimana sayangnya ibu kepada kita..&lt;br /&gt;Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun&lt;br /&gt;" Kasih ibu tiada bertepi,  kasih ayah sepanjang hayat, darah daging kita dari air susunya, jiwa raga kita dari kasih sayangnya,...Allahumaj'alna minash shoolihiin,..aamiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-7717408752930937776?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/7717408752930937776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/06/kasih-sayang-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7717408752930937776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7717408752930937776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/06/kasih-sayang-ibu.html' title='Kasih sayang Ibu'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-7431170298406728725</id><published>2009-05-31T06:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T07:14:39.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi ibadah'/><title type='text'>Waktu  mustajab  untuk berdoa</title><content type='html'>Allah yang Maha kaya telah menentukan segala sesuatu dikaitkan dengan Waktu, termasuk doa.  Ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  SEPERTIGA MALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu  Hurairah, Rosulullah SAW  barsabda,  “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi, turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa  1/3  akhir malam, lalu berfirman,  “Barang siapa yang berdoa akan kukabulkan, barang siapa yang memohon, pasti Aku akan ku perkenankan, dan barang siapa meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya.”   &lt;br /&gt;(Shohih Bukhori, kitab Da’awaat, bab doa Nisfullail 7/149-150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   KETIKA BERBUKA PUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr bin Ash bahwa dia mendenar Rosulullah saw bersabda “Sesungguhnya bagi orang-orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak di tolak.”  ( Sunan Ibnu Majah, bab fis shiyam la turoddu Da’watuhu.  Hakim dalam kitab  Mustadrak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   SELESAI SHALAT FARDHU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rosulullah saw ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah SWT,  beliau menjawab, “ dipertengahan malam  yang akhir, dan setiap selesai sholat fardlu”  (Sunan at-Tirmidzi bab jami’ud da’awat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   KETIKA PERANG BERKECAMUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa’ad, bahwa Rosulullah saw bersabda, “ada dua waktu doa yang jarang di tolak, doa pada saat adzan dan pada saat perang berkecamuk” (Sunan Abu Daud, kitab Jihad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  PADA HARI JUM’AT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu hurairoh bahwa Rosulullah bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jum’at ada saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim sholat dan memohon suatu kebaikan kepada Allah, melainkan akan diberikan kepadanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya Waktu dimaksud”  (Shahih Bukhari, kitab Da’awat, Shahih Muslim kitab jumuah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  KETIKA BANGUN TIDUR BAGI YANG TIDUR DALAM KEADAAN SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Amr bin ‘anbasah bahwa Rosulullah saw bersabda, “ tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari dan berdoa sesuatu tentang urusan dunia dan akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya (Sunan ibnu Majah, bab Doa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  DIANTARA ADZAN DAN IQOMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik bahwa Rosulullah saw bersabda, “Tidak akan ditolak doa diantara adzan dan iqomah”  (Sunan Abu Daud, kitab sholat,  Sunan at-Tirmidzi bab jami’ud Da’awat,  Sunan al Baihaqi kitab sholat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  SAAT SUJUD DALAM SHALAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas bahwa Rosulullah saw bersabda,  “Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa, sebab saat itu saat tepat untuk dikabulkan  ( Shahih Muslim, kitab sholat bab Nahi ‘an qiroatil qur’an fi ruku’ wa sujud )&lt;br /&gt;“ Sedekat-dekat seorang hamba pada Robb nya adalah pada ketika sujud dalam sholat, maka perbanyaklah doa dalam sujud “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  SAAT KEHUJANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa’ad bahwa Rosulullah bersabda “Dua doa yang tak pernah ditolak, Doa pada waktu adzan dan pada saat kehujanan”  (Mustadrak Hakim dan dishohihkan oleh adz-Dzahabi)&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;10.  MENJELANG AJAL TIBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ummu Salamah bahwa Rasulullah SAW mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu ia memejamknnya kemudian bersabda “Sesungguhnya tatkala ruh dicabut maka pandangan mata akan mengikutinya” Semua keluarga histeris. Beliau bersabda, “ Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan” (Shahih Muslim, kitab Janaiz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  PADA MALAM LAILATUL QADAR&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar,” ( QS Al-Qadar : 3-5 ). Imam asy Syaukani berkata bahwa kemulyaan Lailatul Qadar mengharuskan Doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatut Dzakirin )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  PADA HARI ARAFAH&lt;br /&gt;Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya bahwasanya Nabi saw Bersabda” Sebaik-baik Doa adalah pada hari Arafah” ( Sunan at-Tirmizi, bab jamiud Da’awat).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-7431170298406728725?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/7431170298406728725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/05/waktu-mustajab-untuk-berdoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7431170298406728725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/7431170298406728725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/05/waktu-mustajab-untuk-berdoa.html' title='Waktu  mustajab  untuk berdoa'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-2750987104347733308</id><published>2009-05-22T09:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T09:25:10.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Iman'/><title type='text'>Nilai Dunia = Segelas air</title><content type='html'>Harun Al Rasyid adalah seorang khalifah yang terkenal dengan kebijakan dan kerendahan hatinya.  Beliau tidak hanya adil terhadap kawan tapi juga bijak terhadap lawan.  Dalam berbagai urusan beliau selalu bertanya kepada ahlinya.  Selain dekat dengan bawahan, ia juga dekat dengan para ulama.  Tak jarang  Ia meminta nasihat kepada mereka.  Bukan sebagai pemimpin Negara tapi sebagai murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ia bertanya kepada salah seorang ulama yang sudah dianggap dan diangkat sebagai penasehat.  “ Wahai guru, sudah banyak pelajaran saya terima, banyak peringatan yang saya dengar, tapi, belum sedikitpun saya mendapat nasehat dari anda.  Rasanya belum puas hati ini bila belum diberi nasehat.” Ujar Harun Ar Rasyid.&lt;br /&gt;Sang Ulama diam sejenak.  Sambil tersenyum ia berkata, “bolehkah saya meminta 2 gelas air putih, segelas untuk tuan dan segelas untuk saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengaan sedikit keheranan Harun ar Rasyid memenuhi permintaan sang Ulama.&lt;br /&gt;Begitu minuman tersebut tersedia diatas meja, Harun ar Rasyid diperkenankan untuk meminumnya.  Namun, sebelum gelas tersebut sampai dibibir khalifah, ulama tersebut mencegahnya seraya berkata,  “maaf  Amirul mukminin, seandainya Tuan berada disebuah padang pasir yang gersang, sinar matahari memancar dengan terik, persediaan air Tuan tak ada lagi, diperkirakan tak lama lagi Tuan akan mati kehausan, tiba-tiba datang seseorang menawarkan segelas air, apakah Tuan akan menerimanaya?”&lt;br /&gt;“ Ya,! Saya akan menerimanya.  Dalam keadaan seperti itu, separuh kerajaan pun akan saya berikan untuk menebus segelas air yang ditawarkannya kepadaku.”&lt;br /&gt;“ Tuan memang jujur,” ujar sang ulama.&lt;br /&gt;Kemudian ia pun mengajak  Harun ar Rasyid menghabiskan air dalam gelas masing-masing.&lt;br /&gt;“Kini air sudah Tuan minum hingga tak tersisa.  Namun masih ada kesulitan yang Tuan alami.  Seandainya air tersebut tidak bisa di keluarkan dari tubuh Tuan sampai berhari-hari, yang mungkin akan menjadi penyakit yang mematikan, berapa Tuan mau bayar supaya air tersebut bisa dikeluarkan?”  tanya ulama lagi.&lt;br /&gt;Sang Khalifah diam sejenak.  “Berapa pun akan saya bayar,” jawabnya mantap.&lt;br /&gt;“Walaupun Tuan diminta membaya dengan separuh kerajaan Tuan yang tersisa?”  Tanya sang ulama.  “Ya,  saya akan membayar walaupun dengan separuh kerajaan sekalipun.”tambahnya yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawawban Khalifah,  Sang ulama pun menggunakan kesempatan tersebut untuk memberikan nasehatnya.&lt;br /&gt;“Wahai Amirul mukminin,  ternyata harga kerajaan yang Tuan miliki sangat tidak berarti di sisi Allah, seluruh kerajaan yang Tuan banggakan, harganya tak lebih dari &lt;span style="font-size:180%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;segelas air&lt;/span&gt;  belaka.  Separuh kerajaan untuk menebus kehaussan Tuan dan separuhnya lagi untuk membayar agar Tuan bisa mengeluarkan air yang Tuan minum dari tubuh Tuan.  Begitulah nilai kerajaan Tuan di banding kekuasaan Allah Robbul ‘alamin.,  dan inilah nasehat saya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-2750987104347733308?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/2750987104347733308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/05/nilai-dunia-segelas-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/2750987104347733308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/2750987104347733308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/05/nilai-dunia-segelas-air.html' title='Nilai Dunia = Segelas air'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4980636722110731665.post-8932250503451221092</id><published>2009-05-07T10:16:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T09:25:10.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Semangat'/><title type='text'>Jangan (hanya) menyalahkan Takdir</title><content type='html'>Takdir berasal dari akar kata qodaro-yaqduru-qodiron-takdiro yang artinya “Engkau menentukan”.  Makna secara umum dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sudah ditentukan oleh yang Maha Pengatur. Kita sering kali mengucapkan kata takdir, yang kita tak mengerti apa maknanya,sebagian besar ditujukan untuk keadaan yang tidak menguntungkan.  Dalam hidup terkadang kita berada dalam keadaan macet atau bahkan mundur atau bangkrut, baik dalam hal ekonomi, pekerjaan, bisnis dan lain sebagainya, Seringkali TAKDIR  menjadi kambing hitam. “yachh sudah takdir saya seperti ini, mau bagaimana lagi,…”, disadari atau tidak kalimat tersebut sering terucapkan dari mulut kita, seakan-akan “takdir” lah yang menjadi penyebab semua kegagalan yang kita alami. Takdir kah yang salah..? bukankah yang mentakdirkan semuanya adalah Allah sang Malikul Mulk..? bukankah Allah senantiasa menghendaki hamba-hambaNya menjadi hamba yang sholeh, beruntung, dan jadi pemenang,..?&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan jawabannya, coba kita simak ayat-ayat, hadits dan riwayat-riwayat dibawah ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS: Al Anfal : 53)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Yang demikian itu adalah sesungguhnya Allah tidak akan merubah nikmat yang telah dianugerahkannya kepada suatu kaum, hingga suatu kaum tersebut yang mengubah apa yang ada pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS.Ar Ro’d : 11)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Aku (kata Allah) bergantung pada prasangka hambaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Suatu hari Rosul SAW berkesempatan menjenguk seorang arab Badui yang menderita sakit demam dengan berkata”semoga penyakitmu menjadi penebus dosa-dosamu”, kemudian dijawab oleh orang Badui tersebut “akan tetapi, ini seolah-olah membakar tubuh yang renta dan tidak berdaya ini, hingga serasa ingin menyeretku ke dalam kubur”.  Mendengar jawaban itu Rasul-pun berkata “Jika itu yang seakan-akan menimpamu, maka itulah yang akan kau rasakan”.&lt;br /&gt;2.    Dalam sebuah perjalanan perang tersiarlah kabar bahwa kota yang akan dimasuki oleh tentara muslim, sedang terjangkit wabah penyakit menular.  Maka Umar bin Khatab selaku pimpinan mengurungkan rencananya memasuki kota tersebut. Seorang sahabat protes atas kebijakan Umar sambil bertanya “Wahai Umar, apakah engkau akan menghindar dari takdir yang telah digariskan kepada kita?” jawab Umar “Tidak, aku hanya berpindah dari satu takdir kepada takdir yang lain”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita petik dari uraian ayat-ayat, hadist dan riwayat-riwayat di atas?&lt;br /&gt;Allah Sang Pengatur telah menentukan takdir kita bergantung pada bagaimana pikiran, sikap dan perbuatan kita, yang akhirnya berujung pada takdir Tuhan.  Kekuasaan Tuhan yang menentukan roda perjalanan hidup kita sebenarnya ada pada diri kita sendiri.  Apa yang dialami atau didapat seseorang dalam hidupnya adalah karena akibat langsung dari jalan pikirannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak pernah jujur mengakui…&lt;br /&gt;Mengapa kita selalu menyiksa diri dengan diam dan menerima kenyataan tanpa berusaha untuk merubahnya&lt;br /&gt;You can if you think you can&lt;br /&gt;Do for everything you can make possible for that impossible&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4980636722110731665-8932250503451221092?l=zulfalifestyle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/feeds/8932250503451221092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/05/jangan-hanya-menyalahkan-takdir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/8932250503451221092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4980636722110731665/posts/default/8932250503451221092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfalifestyle.blogspot.com/2009/05/jangan-hanya-menyalahkan-takdir.html' title='Jangan (hanya) menyalahkan Takdir'/><author><name>Zulfa Lifestyle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17076339850524524614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_rJBlPqahJ2Y/ShbUkZIc_II/AAAAAAAAAAM/sg8Rp4L-Se8/S220/Picture0013.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
