Minggu, 12 Juli 2009

Mati itu Pasti

RENUNGAN TENTANG ALAM KUBUR [kita pasti mati]
for everyone

" ....Katakanlah ( hai Muhammad ), Tolaklah kematian itu dari dirimu jika kamu orang-orang yang benar " ( Ali-imran : 168 ).

Dalam ayat diatas sangat jelas bahwa kita semua pasti menjadi penghuni alam kubur, cepat atau lambat itu pasti terjadi dan tak seorangpun bisa mengundurnya atau memajukannya walau hanya sedetik saja. Namun dalam hal ini apa kita siap menghadapinya ? Bagaimana kita akan menghadapi hari di alam kubur ? Azab atau nikmatkah yang akan kita dapati, pada hakekatnya adzab dan nikmat kubur adalah Ghaib yang tidak bisa dilacak oleh akal, sementara iman kepada hal yang Ghaib adalah sifat terpenting seorang mukmin yang beriman kepada hal yang ghaib, seperti dalam firman Allah

" Alif Lâm Mîm, itulah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebai petunjuk bagi orang bertaqwa, yakni mereka yang beriman kepada yang ghaib" (Al-Baqarah : 1-3 ).

Namun sesungguhnya adzab dan nikmat kubur adalah suatu kepastian yang telah ditetapkan oleh Al-Qur'an dan sunnah seperti firman Allah.

" Dan Fir'aun berserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk, kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat (dikatakan pada malaikat) masukkanlah fir'aun dan kaumnya kedalam adzab yang sangat keras" ( Al-Mukmin : 45-46 ).
Juga dalam sabda Rosulullah Saw.
" Kuburan bisa jadi taman surga atau bahkan sebaliknya menjadi lubang neraka " ( shahih Bukhari ).

Kuburan memang tidak bersuara lantang layaknya orang yang sedang mengancam tetapi sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari siapapun. Alam kubur adalah episode pertama dari alam akhirat ( alqobru awwalul manzil min manaziilil akhiroh), jika seorang hamba selamat menghadapinya maka ia akan gembira namun apabila ia merugi Na'udzubillah maka rugilah seluruh urusan akhiratnya. Sekalipun si mayit itu terbakar, tenggelam, dimakan srigala atau burung, ia tetap akan mendapatkan adzab atau nikmat kubur sesuai amalnya yang sudah ditulis, seperti dalam firman Allah
"Sekali-kali jangan begitu ! Sesungguhnya catatan orang-orang yang durhaka benar-benar tersimpan di Sijjin dan taukah kamu itu Sijjin ? (yaitu) kitab yang berisi catatan (amal)" (Al-Muthaffifin : 7-9).
" Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyin dan taukah engkau apakah itu 'Illiyyin itu ? (yaitu) kitab yang berisi catatan (amal)" (Al-Muthaffifin : 18-20). Menurut para ulama Sijjin adalah lapisan ketujuh dibawah perut bumi dimana masih terdapat batu-batu besar disana, menurut para ulama roh orang2 kafir akan di adzab disana ditindihkan kepadanya batu-batu besar oleh Malaikat Allah (Zabaniyah) seperti dalam firman Allah. " Kelak kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah " (Al-Alaq : 18).
Adapun kata Illiyyin menurut para ulama adalah suatu tempat di langit ketujuh, menurut para ulama ruh-ruh orang bertaqwa akan diberi kenikmatan dan disaksikan oleh Malaikat Muqorrabin seperti dalam sabda Rosulullah "Sesungguhnya jiwa seorang mukmin (akan berwujud sekor) burung yang sedang makan di pepohonan surga, hingga dikembalikan kejasadnya pada hari kiamat" (Hr. An-Nasai, As-Syafii & Malik).

Dan jika yang dimakamkan adalah seorang mukmin maka liang kubur akan berkata " selamat datang engkau orang yang paling aku cintai diantara sekian orang yang sedang berjalan diatasku. Akulah yang menjadi penguasamu dan engkau menjadi penghuniku, akan kau alami apa yang ku perbuat untukmu " maka diluaskanlah kuburnya sejauh mata memandang dan dibukakannya pintu surga. Akan tetapi apabila yang dikubur adalah orang fajir atau kafir maka ia berkata " celakahlah!, Kau adalah orang yang paling ku benci diantara manusia yang berjalan diatasku. Kini aku menjadi penguasamu dan engkau penghuniku, akan kau alami apa yang kuperbuat untukmu " maka kuburan itu menjepit dirinya sehingga badannya remuk.
Adapun penyepitan kubur dialami oleh siapa saja tak peduli orang mukmin atau kafir bedanya penyepitan yang dialami seorang mukmin tidak berlangsung selamanya, himpitan yang dimaksud sebagai pembersihan atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan, ada yang mengartikan sebagai pelukan karena sesungguhnya tanah adalah ibu setiap manusia.

Berbeda dengan orang kafir akan mendapatkan himpitan yang menyempitkan sisi liang lahat yang mendesak si mayat dengan penuh amarah. Kalau ia berada diluar kategori seorang muhsin akan tetap berada dalam himpitan hingga ia menemui rahmatNYA.
dari Aisyah, Rosulullah bersabda "sesungguhnya setiap kubur memiliki tekanan atau himpitan seandainya seseorang selamat darinya pastilah Sa'ad bin Mu'adz akan selamat pula " (Sa'ad bin Mu'adz adalah pemimpin kaum Anshar yang syahid di ujung panah pada perang khandaq dan kematiannya mampu mengguncangkan 'Arsy Allah Ta'ala).
juga dari Abu Ayyub Al-Anshari, Rosulullah bersabda " seandainya seorang bisa berkelit dari jepitan kubur, niscaya bayi ini akan bisa berkelit pula ".
Begitulah kematian tak pernah memilih tua atau muda, kaya atau miskin. Ia datang untuk mengeluarkan manusia dari kehidupan yang selama ini dijalaninya ntuk kemudian berada dalam sempitnya liang lahat. Semoga yang kami sampaikan dapat berguna dan menambah keimanan kita, dan bila yang kami sampaikan ini suatu kebenaran maka itu sesungguhnya dari Allah lewat tulisan ini tapi kalo yang kami sampaikan ada kekeliruan itu pasti datang dari kami pribadi, karna ke doifan dan pengaruh setan...Subhanakallahumma wabihamdika wa Nastghfiruka

*** Zulfa nata wirawan from Fathia Bafagih post***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar