Takdir berasal dari akar kata qodaro-yaqduru-qodiron-takdiro yang artinya “Engkau menentukan”. Makna secara umum dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sudah ditentukan oleh yang Maha Pengatur. Kita sering kali mengucapkan kata takdir, yang kita tak mengerti apa maknanya,sebagian besar ditujukan untuk keadaan yang tidak menguntungkan. Dalam hidup terkadang kita berada dalam keadaan macet atau bahkan mundur atau bangkrut, baik dalam hal ekonomi, pekerjaan, bisnis dan lain sebagainya, Seringkali TAKDIR menjadi kambing hitam. “yachh sudah takdir saya seperti ini, mau bagaimana lagi,…”, disadari atau tidak kalimat tersebut sering terucapkan dari mulut kita, seakan-akan “takdir” lah yang menjadi penyebab semua kegagalan yang kita alami. Takdir kah yang salah..? bukankah yang mentakdirkan semuanya adalah Allah sang Malikul Mulk..? bukankah Allah senantiasa menghendaki hamba-hambaNya menjadi hamba yang sholeh, beruntung, dan jadi pemenang,..?
Untuk mendapatkan jawabannya, coba kita simak ayat-ayat, hadits dan riwayat-riwayat dibawah ini;
(QS: Al Anfal : 53)
Artinya:
Yang demikian itu adalah sesungguhnya Allah tidak akan merubah nikmat yang telah dianugerahkannya kepada suatu kaum, hingga suatu kaum tersebut yang mengubah apa yang ada pada mereka.
(QS.Ar Ro’d : 11)
Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubahnya sendiri.
Artinya:
Aku (kata Allah) bergantung pada prasangka hambaku
1. Suatu hari Rosul SAW berkesempatan menjenguk seorang arab Badui yang menderita sakit demam dengan berkata”semoga penyakitmu menjadi penebus dosa-dosamu”, kemudian dijawab oleh orang Badui tersebut “akan tetapi, ini seolah-olah membakar tubuh yang renta dan tidak berdaya ini, hingga serasa ingin menyeretku ke dalam kubur”. Mendengar jawaban itu Rasul-pun berkata “Jika itu yang seakan-akan menimpamu, maka itulah yang akan kau rasakan”.
2. Dalam sebuah perjalanan perang tersiarlah kabar bahwa kota yang akan dimasuki oleh tentara muslim, sedang terjangkit wabah penyakit menular. Maka Umar bin Khatab selaku pimpinan mengurungkan rencananya memasuki kota tersebut. Seorang sahabat protes atas kebijakan Umar sambil bertanya “Wahai Umar, apakah engkau akan menghindar dari takdir yang telah digariskan kepada kita?” jawab Umar “Tidak, aku hanya berpindah dari satu takdir kepada takdir yang lain”
Apa yang bisa kita petik dari uraian ayat-ayat, hadist dan riwayat-riwayat di atas?
Allah Sang Pengatur telah menentukan takdir kita bergantung pada bagaimana pikiran, sikap dan perbuatan kita, yang akhirnya berujung pada takdir Tuhan. Kekuasaan Tuhan yang menentukan roda perjalanan hidup kita sebenarnya ada pada diri kita sendiri. Apa yang dialami atau didapat seseorang dalam hidupnya adalah karena akibat langsung dari jalan pikirannya sendiri.
Mengapa kita tidak pernah jujur mengakui…
Mengapa kita selalu menyiksa diri dengan diam dan menerima kenyataan tanpa berusaha untuk merubahnya
You can if you think you can
Do for everything you can make possible for that impossible
Kamis, 07 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar